Selasa, 15 Oktober 2013

Mie Lethek

Mie Lethek adalah mie asli Bendo, Trimurti, Srandakan, Bantul, Yogyakarta. Mie putih berwarna kusam (lethek) yang dibuat dari tepung tapioka (tepung ketela) dicampur gaplek dan kemudian dijemur dengan sinar matahari menjadi mie kering tanpa pemutih maupun pengawet hingga warnanya lethek sesuai warna aslinya tepung ketela kering. Pabrik itu sendiri berdiri sekitar 1940.

Tepung Tapioka (ketela) dan Gaplek di giling
Adonan di press jadi mi lethek

Hasil penggilingan masuk pengukusan

Penjemuran Mi Lethek

Proses pembuatannya seperti video berikut :



Awal tahun 1950 eyang kami yang bernama Mangun Pawiro alias Sajem mulai menjual bakmi lethek ini dengan menu mie goreng, mie godhok dan plencing (mie dengan kuah manis, pedas dari potongan cabe dan ditambah potongan tahu putih) di dusun kami Gunturgeni, Poncosari, Srandakan, Bantul.

Setelah eyang kami meninggal dunia, maka usaha warung bakmi lethek dilanjutkan Bulik kami yang bernama Tien Supartinah dan sejak tahun 1980 warung pindah didekat terminal Sorobayan, Gadingsari, Sanden Bantul. Bu Tien meninggal tahun 2017.

Pada saat itu eyang kami sering disebut mBah Mendes yang artinya kenes (sedikit genit) tapi galak. Agar sesuai dengan perkembangan kuliner masa kini maka kata mendes sekarang kita plesetkan menjadi "Memang nDeso". 

Saat ini generasi ketiga membuka cabangnya di Ringroad Utara, Maguwohardjo, Depok, Sleman, Yogyakarta. Posisi masuk lewat depan pintu gerbang Lotte Mart, tepatnya di belakang Pom Bensin/Lotte Mart.

Inilah video warung kami yang sudah di shoot Trans 7 dalam acara Ditektif Rasa.

https://youtu.be/5zVHmzRdsDQ


Apabila anda mampir ke warung kami di Maguwoharjo, kami mohon kesabarannya jika harus antri. Kami juga sudah bekerja keras untuk mempercepat proses pemasakan mi tanpa mengurangi taste nya. Namun karena pelanggan yang datang terkadang diluar perkiraan kami, maka kami mohon bersabar untuk antri sebentar yah.....


Mi Goreng ala Mendes