Kamis, 26 Desember 2013

Omah Limasan Jati Siap utk Warung Mi Lethek

Kalo boleh jujur, pada jam sibuk untuk makan, tempat yang kita sediakan ternyata menjadi terlalu sempit dan krodit karena jumlah pembeli mi lethek jauh lebih banyak dari estimasi kami. Dan tentu ini merupakan berkah untuk warung kami. Akhirnya kami putuskan untuk menambah/memperluas bangunan berupa omah limasan knock down.

 
Omah Limasan Jati

Para Sesepuh Kami minta bantuan doanya
Perluasan ini tentu dengan maksud untuk kenyamanan mendeser (penggemar mi lethek bantul mbah mendes). Bangunan memang kita pilih etnik Jawa, yaitu omah limasan karena memang makanan ini khas bantul dan memang ndeso (mendes) sehingga diharapkan matching antara suasana dan masakannya. Bahkan pramusajinya pun kita biasakan pakai sorjan dan blangkon. Besok kalau ada musiknyapun akan kita pilihkan yang nJawani, gitu...

Kamis, 19 Desember 2013

Video Proses Pembuatan Mi Lethek

Silahkan ditonton dan ini sebagai bukti bahwa mi diproduksi tanpa pemutih dan pengawet. 



Kunjungan Walikota Depok, Jawa Barat

Barangkali ini suatu kebetulan dan sekaligus keberuntungan mana kala Pak Nur Mahmudi Ismail yang sekarang menjabat sebagai Walikota Depok Jawa Barat berkunjung ke warung mi lethek. Beliau suka sekali akan makan makanan tradisional yang tidak mengandung gandum. Kita katakan bahwa mi lethek bukan dibuat dari gandum tetapi dari tepung ketela dan gaplek.


Pak Walikota Depok Bikin Mi Lethek
Dengan familier Pak Wali langsung masuk ke Dapur ikut nimbrung masak mi lethek bersama juru masak warung kami. Dan akhirnya setelah matang Pak Wali langsung duduk manis sambil menyantap mi lethek mbah Mendes.
 
Pak Nur Mahmudi menyatap mi lethek


Setelah selesai menyatap tak lupa memberikan tanda tangan sebagai kenangan pernah datang di warung kami.
 

Tanda tangan pd buku kenangan

Buku kenangan