Kamis, 26 Desember 2013

Omah Limasan Jati Siap utk Warung Mi Lethek

Kalo boleh jujur, pada jam sibuk untuk makan, tempat yang kita sediakan ternyata menjadi terlalu sempit dan krodit karena jumlah pembeli mi lethek jauh lebih banyak dari estimasi kami. Dan tentu ini merupakan berkah untuk warung kami. Akhirnya kami putuskan untuk menambah/memperluas bangunan berupa omah limasan knock down.

 
Omah Limasan Jati

Para Sesepuh Kami minta bantuan doanya
Perluasan ini tentu dengan maksud untuk kenyamanan mendeser (penggemar mi lethek bantul mbah mendes). Bangunan memang kita pilih etnik Jawa, yaitu omah limasan karena memang makanan ini khas bantul dan memang ndeso (mendes) sehingga diharapkan matching antara suasana dan masakannya. Bahkan pramusajinya pun kita biasakan pakai sorjan dan blangkon. Besok kalau ada musiknyapun akan kita pilihkan yang nJawani, gitu...