Rabu, 17 Desember 2014

Pelanggan Bertindak Sebagai Sales

Ini benar-benar terjadi, yaitu pelanggan bertindak sebagai sales promotion mi lethek. Seorang pelanggan mi lethek yaitu keluarga muda dengan 1 orang anak yang masih TK, mengajak hampir 20 orang orang tua murid tempat sekolah anaknya. Mereka ditraktirnya, dan dengan bangga mengatakan bahwa supaya mereka mengenal masakan lokal yang sehat dan enak.


Semalem dua orang bapak juga komentar "saya makan mi jawa di lain tempat, bibir saya kerasa tebel sampai pagi karena kebanyakan mecin. Ini makan mi lethek bibir saya ringan saja karena jelas diolah tanpa mecin. Bahkan teman saya dari Batak ini biasanya gak doyan mi Jawa, tadi habis mi goreng 2 porsi. Besok keluarga saya mau saya ajak ke sini."

Barangkali inilah yang dinamakan promosi dari mulut ke mulut. Padahal mulut yang datang ke warung mi lethek semakin banyak sehingga wajarlah kalau musim liburan besok kita harus siap-siap menyediakan extra table untuk menyambut tamu hasil promosi para pelanggan.

Produk kuliner seperti mi lethek bisa seperti itu karena mempunyai strength point, yaitu enak dan sehat. Pada jaman sekarang orang cenderung memilih makanan yang sehat, peluang seperti inilah yang harus kita tangkap. Banyak junk food bertebaran di sekitar sini, namun kita tidak kawatir, biarlah pelanggan secara cerdas menentukan pilihannya sendiri.

Senin, 15 Desember 2014

Dokter pun suka mi lethek

Memang sudah beberapa kali kami menjumpai pelanggan yang kebetulan berprofesi sebagai dokter, mereka mengaku saat melakukan pembayaran di kasir. Pada umumnya mereka tertarik dengan menu sehat mendes dan memastikan apakah memasaknya benar-benar tanpa dikasih bumbu masak dari mecin. Sebenarnya saat makan mereka sudah merasakan bahwa gurihnya bukan berasal dari mecin, terasa dilidah bahwa itu berasal dari rempah-rempah alami. Namun demikian,masih juga mereka menanyakan dan bahkan pengin tahu cara masaknya. Kami persilahkan....

Dokter dari Unair Surabaya
Ada banyak dokter yang datang dan luput dari dokumentasi kami. Namun yang terakhir ini sempat kita photo. Sebelumnya kami dengar saat mereka selfie "tulisan Menu Sehat Mendes diperlihatkan loya". Dan giliran mereka hendak bayar di kasir kita tanya "dari mana mBak?" Ternyata mereka rombongan dokter dari Unair Surabaya dengan berbagai spesialis yang sedang ambil S2 di FKU-UGM. Selamat berkarya dok.

Senin, 10 November 2014

Seleb On Mendes

Dalam kurun waktu 1 (satu) tahun ternyata sudah banyak selebritis yang mampir datang untuk merasakan nikmatnya mi lethek Bantul Mbah Mendes di warung Cabang Meguwoharjo. Tentu saja kita merasa bangga dan kita acungkan penghargaan setinggi-tingginya atas kehadiran mereka.

GKR Alit dari Solo

Ruben Onsu dr jakarta

Kiwil dari Jakarta

Gareng Rakasiwi dr Yogya

Duta, vokalis Sheila On Seven

Eross gitaris Sheila On 7
Nur Mahmudi, Walikota Depok

Ita Mustafa, artis dari Jakarta
Wanda, presenter B News MetroTV

Yani Saptohudoyodr Yogyakarta
Mayong Suryolaksono, selebritis dr Jakarta
Artis Heidy Diana era '80 an lagu hits "Bintangku Bintangmu"

Minggu, 09 November 2014

Director On Mendes

Memang banyak bisnis resto untuk kalangan high class, tentu dengan tempat, suasana dan harga yang fantastis. Hal demikian tidak cocok untuk mi lethek Bantul Mbah Mendes, kami hadir untuk semua kalangan. Jikalau ada direktur suatu perusahaan yang datang, ada artis yang hadir makan itu merupakan penghargaan yang besar untuk kami, bahwa eksistensi kami cukup dipandang, mereka hanya pengin menikmati sajian sehat warung kami, semoga saja mereka tidak kapok untuk datang di kelak kemudian hari.  Tentu saja kehadiran mereka merupakan mahnet promosi tersendiri bagi kami, memberikan nilai tambah positip bagi warung kami. Namun bukan lantas membuat kami takabur dan tetap melayani yang lain dengan sama baiknya.

Memang sih ada beberapa masukan bahwa calon pembeli dari kalangan klas menengah ke bawah mulai takut, segan datang ke warung karena yang datang banyak bermobil mewah keluaran terbaru lagi. Kami yakinkan bahwa kami melayani tanpa pandang status pembeli, semua kami anggap raja di warung kami.

Gabriel Sugrahetty Dyan K, Wakil Direktur PT TempoInti Media Tbk
 Kunjungan Mbak Gabriel Sugrahetty Dyan K (Wakil Direktur PT Tempo Inti Media Tbk), Bapak Junaidi Hisom (Direktur Operasional BNI Syariah) dan rombongan, GM Samator dan rombongan, Kepala Cabang Frision Flag Cabang Yogya dan rombongan, Bpk Syafriyan Wahab (Wakil Kepala Wilayah BRI Yogya) dan rombongan, GM PLN Area Yogya dan rombongan, Kombes Sri haryati dari BNN Jakarta, Cicilia Rosalinda (Direktur PT Relindo Prima Marema Jakarta), Bapak Wismono Hadisubroto (Deputi Bidang Pendanaan Pembangunan Bappenas), Bapak Herutomo Trikoranto (Direktur Pengembangan Pertamina EP), dll merupakan anugerah bagi warung kami. Kehadiran mereka sungguh menambah spirit, memberikan semangat kepada kami untuk senantiasa mengembangkan usaha dan mempertahankan taste serta kualitas pelayanan kami kepada pelanggan.

Bpk Junaidi Hisom, Direktur Operasional BNI Syariah
Kombes Sri Haryati dari BNN Jakarta
Pak Safei Maarif bersama Komisaris KR Yogya
Bpk Ngurah Adyana, Mantan Direktur Operasi PLN
Anggi Winarni,Mantan Direktur Karta Pustaka
Wismoyo Adisubroto, Deputi Bidang Pendanaan Pembangunan Bappenas dari Jakarta
Herutomo Trikoranto, Direktur Pengembangan Pertamina EP
Rudi Amral, Director of Community Affairs Kompas-Gramedia

Kamis, 06 November 2014

Kunjungan Dep. Perindustrian

 Barangkali inilah yang dinamakan hoki atau keberuntungan, pasalnya kemarin siang datang serombongan tamu 10 0rang yang katanya dari Departemen Perindustrian Jakarta bagian Ekonomi Pariwisata melakukan kunjungan dan shooting di warung mi lethek mbah mendes. Katanya mereka memberi support untuk mempromosikan kuliner yang memperkuat kedaulatan pangan lokal dan tradisional. Hasil shooting entah hendak ditayangkan di stasiun tv mana dan kapan kita belum tahu.

Rabu, 05 November 2014

Eross Sheila On Mendes

Beberapa hari yang lalu Mas Akhdiyat Duta Modjo vokalis Sheila On Seven datang makan malam bersama istri dan kedua anaknya, giliran semalem Mas Eross Chandra gitaris dan backing vokal dari Sheila On Seven gantian makan malam bersama istri dan anaknya. 

Satu per satu selebritis datang berkunjung ke warung tanpa kita mengundangnya. Mana berani kita mengundangnya? Logika kita, tentu mereka datang karena mendengar eksistensi warung kami, bukankah event ini suatu kebanggaan? dan sekaligus suatu keberuntungan? 

Inilah hasil selfie kami :

Eross gitaris Seila On 7

Senin, 03 November 2014

Persiapan Mi Lethek Bantul Mbah Mendes Cabang Wates

Namanya juga usaha, dan kalau sudah rejeki takkan lari kemana-mana kalau bukan ke kita. Seorang sahabat menawari tempat di jl utama Wates, ibaratnya Malioboro nya Wates, yaitu Jl. Brigjen Katamso No. 44 Wates. Tempat yang sangat strategis meski parkir mobilnya sedikit sempit karena hanya di pinggiran jalan, jejer dengan Bank BCA Wates. 

Rumah Tua calon utk Cabang Wates
Renovasi sedang berlangsung, persiapan dokumentasi dan pelatihan chef sedang kita jalanken. Semoga Desember 2014 bisa segera dibuka.

Rabu, 29 Oktober 2014

Sheila On Mendes

Sungguh suatu keberuntungan tersendiri dimana satu per satu selebritis mulai berdatangan mampir makan di warung Mi Lethek Bantul Mbah Mendes. Tentu moment langka ini tidak kita sia-siakan, selfie pun kita ajukan kepada selebritis yang hadir tanpa malu-malu demi dokumentasi kami.

Seperti halnya semalem Mas Akhdiyat Duta Modjo sang vokalis Sheila on 7 bersama keluarganya 2 orang anak dan istrinya Adelia Lontoh hadir di warung mi lethek mbah mendes, maka selfie wajib kita lakukan, inilah hasilnya :


Duta personel Sheila On Seven


Duta Sheila On 7 and Family

Saking kagetnya sampai crew Mendes tidak sempat menanyakan dari mana mas Duta Sheila On Seven tahu warung kami. Mereka tinggal di daerah Condong Catur. Namun yang jelas mereka makan mi goreng dan mi rebus habis semua, enak katanya.

Selasa, 21 Oktober 2014

Mi Lethek Bantul Mbah Mendes Meguwo Pas Setahun 16/10/2014

Ternyata setahun sudah berlalu sejak 16 Oktober 2013 Mi Lethek Bantul Mbah Mendes buka cabang di Meguwoharjo. Dengan promosi berbekal spanduk berupa banner yang murah meriah tetapi informatif membuat banyak pelanggan penasaran datang untuk mencobanya. Bahkan ada calon pelanggan yang awalnya terganggu jalannya kala lewat depan warung saat dihentikan tukang parkir karena ada mobil yang hendak keluar dari warung. Rasa penasaran yang menggelitik, apa sih mi lethek itu? telah membuatnya datang pada kesempatan berikutnya.


Spanduk Mi Lethek Bantul Mbah Mendes

Awalnya kita hanya menyediakan tempat terbatas untuk makan para pelanggan. Ruangan berukuran 8 x 4 m kita pikir cukup untuk melayani pelanggan. Namun dengan berjalannya waktu, dengan promosi seadanya secara gratis lewat media sosial seperti Facebook, blogger, Forsquare, dan dari mulut ke mulut ternyata perkembangan jumlah pelanggan begitu cepat bagai bola salju.

Ruang Atas Awal Pelayanan Mi Lethek
Omah Limasan Siap Melayani Jamuan Makan Mi Lethek

Perkembangan selanjutnya menuntut kita sebagai pihak tuan rumah, pemilik bisnis, Manajemen Mendes untuk memperluas ruang dengan mendirikan Omah Limasan secara knock down. Omah limasan kita pilih karena kita hendak menghadirkan warung dengan suasana desa etnik Jawa berikut dengan musiknya. Kami sebagai pemilik bisnis mi lethek banyak mengalami kegelisahan, pergumulan, keterbatasan dan berbagai-bagai masalah untuk menjaga agar warung tetap eksis dan berkembang. Problematika itu tentu tidak bisa kami ceritakan disini namun doakan saja smoga warung ini tetap eksis dikancah kuliner Yogyakarta.

Berikut ini sebagian kecil para pelanggan yang berhasil kita abadikan dengan camera. Sebetulnya lebih banyak lagi pelanggan yang tidak sempat  kita rekam kedatangannya.


Senin, 13 Oktober 2014

Mi Lethek Mbah Mendes Tayang di TVRI

Sungguh suatu keberuntungan bahwa Mi Lethek Bantul Mbah Mendes diliput TVRI dan sudah ditayangkan pada  tgl 12 Otober 2014 jam 10.30 wib pada acara kuliner "Sajian lokal sehat & sehat" 

Banyak orang yang heran dan appreciate atas keberanian kami membuka warung makanan lokal berbahan baku lokal (ketela) namun kita olah secara sehat. Barangkali inilah yang merupakan strength point kami, olahan sehat dimana tanpa pewarna, pengawet dan mecin. 

Segala bisnis apapun mulai tahun 2015 memang dipaksa harus berani bersaing dengan produk luar negeri. Mie lethek sudah menuju kesana dalam rangka mempertahankan kedaulatan pangan lokal dari bahan non beras dan non gandum. Marilah kita sama-sama melestarikannya.

Crew TVRI sedang persiapan pengambilan gambar
Master Chef Endang dgn Mas Gareng : Masak Mi Goreng

Chef Yani dan Mas Gareng saat masak Plencing

Chef Hanny dan Mas Gareng masak nasi goreng

Kamis, 09 Oktober 2014

Mi lethek menjadi menu jamuan para tamu pejabat BRI

Sudah berkali-kali pejabat BRI wilayah Yogyakarta datang dengan serombongan tamunya dari Jakarta. Mi lethek sudah merupakan kuliner favorit mereka. Demikian info dari salah seorang staff BRI yang berhasil kita dapatkan. Bahkan beberapa waktu lalu ada kejadian yang menarik, saat seorang pejabat BRI hendak membayar ke kasir, yang mereka lihat adalah mesin untuk pembayaran non tunai, yaitu debit BCA, kontan pejabat itu bertanya, kenapa BRI belum terpasang? Kita jawab dengan jujur bahwa kami terkendala perijinan warung yang masih dalam proses maka pihak BRI belum bisa memasangnya. Pejabat tersebut menyodorkan kartu nama seraya berkata, nanti biar diurus oleh staff saya.

Benar, selang satu hari atas kunjungan tersebut, ada staff kantor BRI yang secara intens mengurus pemasangan debit BRI di warung mi lethek mBah Mendes. Bahkan sampai datang ke kantor untuk meminta isian formulir pembukaan giro dan tanda tangan sebagai syarat pemasangan mesin debit BRI. Pada hari Jumat 3 Oktober 2014 kita ditelp yang menanyakan letak warung guna pemasangan mesin. Akhirnya pemasangan baru terlaksana pada Kamis 9 Oktober 2014. Dan mulai sekarang warung mi lethek siap melayani pelanggan dengan pembayaran secara non tunai.

Debit BRI dan BCA
 

Minggu, 21 September 2014

Mi Lethek Ikut BJM - Berani Jadi Miliarder

Tanggal 9 September 2014 kita daftar via online dengan mengisikan beberapa data diri serta data bisnis kita. Dan Pada Jumat sore tgl 12 September 2014 kita mendapat sms dari Admin BJM bahwa kita telah ikut penyaringan dan masuk 30 besar. Selanjutnya pada tanggal 14 dan 15 September 2014 diminta untuk regristrasi di Gedung Ghra Saba Pramana UGM. Kita diminta juga untuk mengumpulkan proporsal bisnis yang harus dikumpul pada tgl 14/9/14 baik hardcopy maupun softcopy. Hari Senen 15/9/14 kami diminta untuk mengikuti seminar di Gedung Ghra Saba Premana sambil diumumkan bahwa kita masuk nominasi 30 besar BJM Yogya.

Siap tampil di depan yuri menuju 10 besar

Siap Persentasi

Bersama Ketua Kadin Yogya, HR.Gonang Djuliastono sbg yuri

Setiap hendak tampil mesti di make up

Crew Mendes pendukung BJM

Pada hari Selasa 16/9/14 kita diwajibkan presentasi di depan yuri untuk seleksi menjadi 10 besar BJM Yogya. Menu masakan lengkap mi lethek kita bawa sebagai sample produk saat presentasi. Dalam presentasi ini kita masuk ke dalam 10 besar BJM-Yogya.

Masuk 10 besar BJM Yogya
Inilah hasil audisi menuju ke 10 besar :

Audisi Mi Lethek dalam BJM Yogya

Pada hari Rabu 17/9/14 crew Metro TV dan Bank Bukopin datang survai ke warung untuk melakukan pengecekan usaha, shooting proses bisnisnya serta wawancara. Mereka datang sekitar jam 17.00 wib sampai habis mahgrib.


Metro TV Shooting di warung

Pada hari Kamis kita diwajibkan presentasi lagi di depan dewan yuri untuk seleksi menjadi 3 besar. Namun kali ini kita gagal masuk 3 besar.

Siap tampil menuju 3 besar
Rasa kecewa itu juga ada, tapi kompetisi ini bukanlah soal menang dan kalah, hanya soal kesempatan aja belum dipercayakan kepada kita. Bisnis tetap harus jalan terus.


Rabu, 27 Agustus 2014

Menu Baru : Nasgor Mendes dari beras jagung

Kini warung mi lethek mbah mendes menambah menu baru yang kita kasih nama Nasi Goreng Mendes. Keistimewaan nasi goreng ini adalah berasnya bukan dari bulir padi, tetapi dari beras jagung. Beras jagung ini sangat cocok untuk penderita penyakit gula. Rasanya tidak kalah enak dengan nasi goreng dari beras padi.
Beras Jagung siap utk nasi goreng
Sudah lama kita berpikir untuk mencari bahan pokok alternatif pengganti beras padi dan gandum yang sekaligus menyehatkan. Pilihannya adalah pada beras dari jagung. Beras jagung kandungan gulanya jauh lebih sedikit dari pada beras padi sehingga aman untuk makan malam penderita diabetes. Warung mi mendes sudah meracik menu Magelangan dan Nasi Goreng Mendes dari beras jagung sebagai solusi atas masalah tersebut diatas.

Nasi Goreng Mendes dr beras jagung

Menurut pengalaman selama ini, kami tidak menginformasikan terlebih dahulu bahwa nasi goreng kami menggunakan beras jagung. Sebab banyak orang yang mempunyai image bahwa beras jagung itu seret dan rasanya kurang enak. Oleh karena itu pemesan nasi goreng Mendes begitu selesai makan barulah kita tanya, bagaimana nasi gorengnya? Kebanyakan jawabannya, rasa berasnya beda tetapi enak. Nah jika sudah begini barulah kita kasih tahu bahwa nasinya dari beras jagung. Biasanya secara spontan pelanggan akan komen "kog bisa?" Bisa saja, karena ciri khas nasi goreng Mendes adalah dari beras jagung. Momen berikutnya pelanggan itu membeli beras jagung untuk dimasak sendiri di rumah.




 

Minggu, 17 Agustus 2014

Ruben Onsu dan Kiwil Shooting di mi lethek

Ruben Onsu dan Kiwil pada tgl 17 Agustus 2014 siang hari tiba-tiba saja nongol di warung mi lethek untuk shooting dalam acara survivor di Trans TV.  Tentu kedatangan artis ini sangat mengagetkan dan tanpa persiapan kita melayani mereka.

Selfie Crew Mendes dgn Ruben

Selfie Crew Mendes dgn Kiwil