Rabu, 12 Februari 2014

Kasiat Wedang Uwuh


 

Bila anda berwisata ke Jogja dan mengunjungi makam Imogiri/ makam Raja-raja Mataram (diantaranya yang terkenal adalah Sultan Agung Hanyokro Kusumo dan Sri Sultan Hamengku Buwono IX (mantan Wakil PresidenRepublik Indonesia)) di Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Yogyakarta, di sekitar komplek makam banyak warung/toko yang menyediakan Wedang Uwuh. Keingintahuan segera timbul bahkan yang tidak mengerti bahasa Jawa sekalipun penasaran,seperti apa sih rasanya?
.
Dalam bahasa Jawa ‘wedang’ berarti minuman, sedangkan ‘uwuh’ berarti sampah. Bukan lantas diartikan sebagai Minuman sampah. Tetapi minuman yang terbuat dari dedaunan dan rempah ( daun cengkeh, daun kayu manis, daun pala, serutan kayu secang, jahe dan lain-lain ) yang disajikan dalam gelas bening dan masih terlihat bahannya seperti sampah. (konotasi ‘uwuh’ bagi orang Imogiri Bantul adalah daun yang rontok karena sudah tua dan kering, yang menyebabkan suasana kotor di halaman rumah)
Walau terlihat seperti sampah, tetapi bila anda melihat warna merahnya tentu akan berselera untuk mencoba dan ketika aroma sampai hidung akan menyegarkan suasana. Dan setelah mencoba akan merasakan sensasi nikmatnya minuman ini.

Berawal dari era tahun 1970an (bahkan mungkin jauh sebelum itu), para ‘abdi dalem’ pengurus makam dan pedagang warung di komplek makam, memanfaatkan daun cengkeh kering yang berjatuhan dijadikan minuman dicampur gula jawa,yang disebut “wedang cengkeh”.

Sesuai dengan berlalunya waktu, masyarakat Imogiri yang dikenal kreatif dan mempunyai cita rasa kesempurnaan kenikmatan, menambah ramuan yang menghasilkan minuman yang nikmat dan menyegarkan suasana.


Masyarakat Imogiri menikmati wedang uwuh dengan cara ‘mat-matan’’, disajikan dengan gula batu supaya manisnya terasa mantap. (Mat-matan: meluangkan waktu khusus untuk menikmati sesuatu (biasanya untuk mengisi waktu istirahat))

Beberapa kasiat dari wedang uwuh antara lain :

  1. Untuk menurunkan kolesterol.
  2. Sebagai anti oksidan.
  3. Menyegarkan badan.
  4. Menghilangkan capek-capek.
  5. Melancarkan aliran darah.
  6. Menyembuhkan dan mencegah masuk angin.
  7. Serta tentunya bisa menghagatkan badan.

Senin, 10 Februari 2014

Kasiat Wedang Secang

Kandungan yang terdapat dalam batang pohon secang antara lain penghenti pendarahan, pembersih darah, penawar racun, dan obat antiseptik . Karena tanaman ini mengandung senyawa anti bakteri dan bersifat anti koagulasi atau anti penggumpalan darah, maka tak heran kalo secang dapat digunakan sebagai obat diare, batuk dan dapat menyembuhkan luka. Jika sedang diare 5 gram kayu kering dipotong kecil, kemudian rebus dengan dua gelas air selama 15 menit setelah itu saring dan segera diminum.
 
Kayu secang juga dapat dimanfaatkan untuk pengobatan disentri, batuk darah pada TBC, muntah darah, sifilis, malaria, tetanus, tetanus, pembengkakan (tumor), dan nyeri karena gangguan sirkulasi darah. 

Kayunya bila direbus memberi warna merah gading. Dapat digunakan untuk pengecetan, memberi warna pada bahan anyaman, kue dan minuman.

Wedang secang sendiri sangat berkasiat untuk :

1. Menghilangkan rasa ngilu
2. Meningkatkan stamina
3. Menjaga daya tahan tubuh



Minggu, 02 Februari 2014

Buka Mulai Jam 10 Siang

Berkali-kali calon pelanggan dan pelanggan bertanya, kenapa tidak buka siang? Untuk buka siang tentu ada persiapan mulai dari material sampai dengan tenaga kerja. Nah mulai Februari 2014 ini persiapan itu sudah final dan mi lethek mBah Mendes sudah bisa buka mulai dari jam 10 siang. Oleh karena itu silahkan yang hendak menjamu relasi bisnisnya di mi lethek kita siap melayaninya, mereka yang hendak makan siang, atau bahkan ngajak familynya sekedar untuk mencoba rasa, semua kita terima dengan rasa syukur....