Kamis, 15 Mei 2014

Mi Lethek Mendes sebagai tujuan wisata kuliner

Siapa yang tidak bangga ketika makanan lokal yang dibuat secara tradisional mampu bersaing dengan makanan hasil resep manca negara. Tentu kita sebagai crew warung Mendes patut berbangga hati saat kemunculan mi lethek Mendes diterima dengan baik oleh masyarakat. Dalam waktu singkat banyak pelanggan yang mengharapkan bahwa Mi Lethek Bantul Mbah Mendes menjadi salah satu ikon wisata kuliner di Yogyakarta, alhamdulilah...

Mengapa mereka mengharapkan begitu, inilah beberapa alasan yang sempat kita rangkum saat mereka menikmati Mi Lethek Bantul Mbah Mendes.

1. Makanannya unik, sehat dan bisa sebagai pengganti nasi saat makan malam. Sehat karena bahannya dan proses pembuatan mi sampai memasaknya tanpa pengawet, pemutih dan mecin.

2. Suasana warung sangat tradisional, nuansa ndeso kenthal sekali apalagi ditambah dengan iringan musik campursai maupun langgam jawa, meskipun banyak anak kecil yang tidak mudeng musiknya tetapi dengan penerima tamunya yang pakai blankon sungguh bikin hati pelanggan mak nyes....ayem tentrem kadyo urip neng ndeso.

3. Harga sangat terjangkau namun rasa sangat enak. Ini memang kita sesuaikan dengan misi kita, "rego ndeso roso kutho".

Rasanya sebagai tujuan wisata kuliner tidaklah meleset. Terbukti selama 1 tahun eksis dalam dunia kuliner Yogyakarta, saat lebaran idul fitri akhir Juli 2014 omset naik 1,5 kali lipat dan meningkat lagi pada liburan akhir tahun 2014, yaitu antara Natal dan Tahun baru 2015, omset naik 2 kalinya. Peningkatan yang sangat signifikan, promosi dari mulut ke mulut maupun medsos cukup berhasil. Banyak pelanggan yang membawa tamunya, ataupun keluarganya datang ke warung.