Rabu, 11 Juni 2014

Doktrinasi Makan Mi Lethek Harus Dimulai Sedari Dini

Anak Balita Makan Mi Lethek
Kita memang mempunyai strategi ramah dengan balita atau batita. Anak siapapun yang datang dengan orang tuanya sebagai pelanggan Mi Lethek Mbah Mendes akan kita sapa dengan ramah. Kita tidak pernah menganggap anak-anak itu nakal (mainan garam, merica, tusuk gigi, numpahin kecap dll), membuat bising (lari-lari, teriak2, menangis dll), merepotkan (muntah2, minta piring kosong, gelas kosong dll). Kita akan layani dengan penuh cinta dan sabar. Bahkan kita menyiapkan menu khusus yaitu Omlet Mendes untuk anak-anak yang belum terbiasa makan mi lethek.





 Pemikiran kita positip saja bahwa anak-anak itu merupakan subyek yang bakal bertindak sebagai jaringan investasi masa mendatang. Jika mereka sudah suka dengan mi lethek maka masa kesukaan mereka lebih lama daripada orang tua. Mereka suatu ketika akan datang kembali dan biasanya membawa rombongannya. Simple saja pemikiran kita.

Doktrinasi makan mi lethek hrs dimulai dari usia dini, biar ketagihan trus ngajak ortunya ke warung mbah mendes, kelak saat ABG biar ngajak kawannya ke warung, kelak kalau dewasa biar ngajak koleganya ke warung, dan besok kalau sdh kerja ngajak teman kerjanya ke warung. Begitu seterusnya.