Rabu, 27 Agustus 2014

Menu Baru : Nasgor Mendes dari beras jagung

Kini warung mi lethek mbah mendes menambah menu baru yang kita kasih nama Nasi Goreng Mendes. Keistimewaan nasi goreng ini adalah berasnya bukan dari bulir padi, tetapi dari beras jagung. Beras jagung ini sangat cocok untuk penderita penyakit gula. Rasanya tidak kalah enak dengan nasi goreng dari beras padi.
Beras Jagung siap utk nasi goreng
Sudah lama kita berpikir untuk mencari bahan pokok alternatif pengganti beras padi dan gandum yang sekaligus menyehatkan. Pilihannya adalah pada beras dari jagung. Beras jagung kandungan gulanya jauh lebih sedikit dari pada beras padi sehingga aman untuk makan malam penderita diabetes. Warung mi mendes sudah meracik menu Magelangan dan Nasi Goreng Mendes dari beras jagung sebagai solusi atas masalah tersebut diatas.

Nasi Goreng Mendes dr beras jagung

Menurut pengalaman selama ini, kami tidak menginformasikan terlebih dahulu bahwa nasi goreng kami menggunakan beras jagung. Sebab banyak orang yang mempunyai image bahwa beras jagung itu seret dan rasanya kurang enak. Oleh karena itu pemesan nasi goreng Mendes begitu selesai makan barulah kita tanya, bagaimana nasi gorengnya? Kebanyakan jawabannya, rasa berasnya beda tetapi enak. Nah jika sudah begini barulah kita kasih tahu bahwa nasinya dari beras jagung. Biasanya secara spontan pelanggan akan komen "kog bisa?" Bisa saja, karena ciri khas nasi goreng Mendes adalah dari beras jagung. Momen berikutnya pelanggan itu membeli beras jagung untuk dimasak sendiri di rumah.




 

Minggu, 17 Agustus 2014

Ruben Onsu dan Kiwil Shooting di mi lethek

Ruben Onsu dan Kiwil pada tgl 17 Agustus 2014 siang hari tiba-tiba saja nongol di warung mi lethek untuk shooting dalam acara survivor di Trans TV.  Tentu kedatangan artis ini sangat mengagetkan dan tanpa persiapan kita melayani mereka.

Selfie Crew Mendes dgn Ruben

Selfie Crew Mendes dgn Kiwil

Sabtu, 16 Agustus 2014

Mi Lethek Tayang di Metro TV

Tentu suatu kebanggaan tersediri manakala usaha kita diliput oleh TV Nasional sekelas Metro TV dan itu terjadi bukan atas undangan kita. Namun secara kebetulan saja mereka mencari bahan tayangan tentang wisata kuliner di Yogya. Jadilah  mi lethek tayang di Metro TV.

Inilah lokasi warung mi mendes :

 

Rabu, 13 Agustus 2014

Orang Asing pun suka mi lethek

Judul di atas bukan omong kosong, photo di bawah ini adalah buktinya.  Mereka adalah international student dari Switzerland.

International Student from Switzerland
International Student from Japan
Biksu from Myanmar

Turis from Malaysia
Mahasiswa FKU-UGM dgn tamunya dari Taiwan
Consultant Ice Cream from Holland
Gadis2 Perancis dan Belgia siap lunch Mi Mendes
Orang Germany siap dinner Mi Mendes
Orang Belanda dan Australia makan mi lethek

Turis Spanyol dinner mi lethek mbah Mendes
Bule Swiss dinner mi lethek

Senin, 11 Agustus 2014

Saat Bulan Puasa Omset Turun Drastis

Awal bulan puasa kita libur siang-malam seminggu untuk menghormati saudara kita yang sedang menjalankan ibadah puasa. Warung mi lethek Mendes buka memang belum ada 1 tahun sehingga kita belum pengalaman merasakan siklus penjualan sepanjang tahun dengan berbagai suasana (hari biasa, liburan, puasa dll). Saat kita liburkan seminggu memang ada beberapa mobil yang berhenti pada siang hari untuk mencari makan siang dengan mi lethek. Akhirnya pada minggu kedua puasa kita buka. Namun setelah kita buka siang sampai malam ternyata omset juga tidak sebanding dengan pengeluaran. Apalagi pengeluaran kita bertambah, yaitu secara normatif harus membayar THR kepada karyawan kita. Tetapi kita tetap bertahan buka sampai menjelang lebaran. Baru setelah lebaran ketiga kita buka, pelanggan langsung full rata-rata tiga kali lipat hari biasa.

Event lebaran menjadi pengalaman pertama kami dan ini kita rekam untuk pertimbangan dalam membuat keputusan pada lebaran mendatang.  



Senin, 04 Agustus 2014

Warung jadi tempat untuk reuni, arisan dan syawalan

Manusia itu memang kebutuhan sosialnya tinggi. Buktinya setelah 30 tahun lebih tidak ketemu, terpisahkan oleh pekerjaan (profesi) masing-masing personil, begitu bisa kontak lewat media sosial, ada maghnet untuk bisa ketemu. Silaturohim itu membuat hidup menjadi lebih hidup. Bahkan pertemuanpun digelar tidak hanya sekali. Begitu ada kesempatan maunya ketemu lagi, just ngobrol ngalor ngidul, dengan melepas baju jabatan, kekayaan, profesi, gelar dll maka gojegan menjadi sedemikian cair. Suasana seperti inilah yang membuat kita rindu untuk kembali bertemu.

Reuni de britto'81

Reuni FTP'82

Reuni Ftp'81

Minggu, 03 Agustus 2014

Mi Lethek Ramai Sejak Buka

Ada seorang teman komentar bahwa mi lethek selalu ramai semenjak buka. Kalau ditanya mengapa, kitapun sulit menjawabnya secara pasti. Mungkin inilah beberapa aura positip yang mendorong warung mi lethek menjadi ramai.

1. Beberapa kali proses pembuatan mi lethek tayang di tv lokal maupun nasional. Penayangan ini membikin pemirsa penasaran seperti apa sih rasanya, sementara warung mi lethek yang representatif dan berada di kota belum ada. Adanya warung mi lethek yang jauh dari kota dan sulit dijangkau oleh para pembeli.

2.  Banyak orang mulai kembali ke makanan sehat nan alami. Kebetulan mi lethek bisa hadir sesuai kriteria itu. Mi lethek dibuat dengan teknologi sederhana, tradisionil, tanpa pengawet dan pewarna serta dijemur dengan sinar matahari. Dan kita bisa menyajikan mi lethek tanpa menggunakan bumbu masak berbahan MSG.

3. Promosi lewat medsos ternyata cukup efektif, apalagi ditunjang kehadiran para pelanggan yang kemudian dari mulut ke mulut mempromosikan sendiri jelas mempercepat pengenalan mi lethek ke banyak orang di berbagai tempat.

4. Tak kalah penting adalah soal rasa. Banyak orang merasa cocok dengan taste yang kita sajikan.

5. Harga terjangkau. Kita memang tidak pasang tarif harga terlalu mahal. Target market yang kita bidik adalah kelas menengah ke atas dan rasanya dengan harga sekarang ini menuai respon yang positip.