Rabu, 29 Oktober 2014

Sheila On Mendes

Sungguh suatu keberuntungan tersendiri dimana satu per satu selebritis mulai berdatangan mampir makan di warung Mi Lethek Bantul Mbah Mendes. Tentu moment langka ini tidak kita sia-siakan, selfie pun kita ajukan kepada selebritis yang hadir tanpa malu-malu demi dokumentasi kami.

Seperti halnya semalem Mas Akhdiyat Duta Modjo sang vokalis Sheila on 7 bersama keluarganya 2 orang anak dan istrinya Adelia Lontoh hadir di warung mi lethek mbah mendes, maka selfie wajib kita lakukan, inilah hasilnya :


Duta personel Sheila On Seven


Duta Sheila On 7 and Family

Saking kagetnya sampai crew Mendes tidak sempat menanyakan dari mana mas Duta Sheila On Seven tahu warung kami. Mereka tinggal di daerah Condong Catur. Namun yang jelas mereka makan mi goreng dan mi rebus habis semua, enak katanya.

Selasa, 21 Oktober 2014

Mi Lethek Bantul Mbah Mendes Meguwo Pas Setahun 16/10/2014

Ternyata setahun sudah berlalu sejak 16 Oktober 2013 Mi Lethek Bantul Mbah Mendes buka cabang di Meguwoharjo. Dengan promosi berbekal spanduk berupa banner yang murah meriah tetapi informatif membuat banyak pelanggan penasaran datang untuk mencobanya. Bahkan ada calon pelanggan yang awalnya terganggu jalannya kala lewat depan warung saat dihentikan tukang parkir karena ada mobil yang hendak keluar dari warung. Rasa penasaran yang menggelitik, apa sih mi lethek itu? telah membuatnya datang pada kesempatan berikutnya.


Spanduk Mi Lethek Bantul Mbah Mendes

Awalnya kita hanya menyediakan tempat terbatas untuk makan para pelanggan. Ruangan berukuran 8 x 4 m kita pikir cukup untuk melayani pelanggan. Namun dengan berjalannya waktu, dengan promosi seadanya secara gratis lewat media sosial seperti Facebook, blogger, Forsquare, dan dari mulut ke mulut ternyata perkembangan jumlah pelanggan begitu cepat bagai bola salju.

Ruang Atas Awal Pelayanan Mi Lethek
Omah Limasan Siap Melayani Jamuan Makan Mi Lethek

Perkembangan selanjutnya menuntut kita sebagai pihak tuan rumah, pemilik bisnis, Manajemen Mendes untuk memperluas ruang dengan mendirikan Omah Limasan secara knock down. Omah limasan kita pilih karena kita hendak menghadirkan warung dengan suasana desa etnik Jawa berikut dengan musiknya. Kami sebagai pemilik bisnis mi lethek banyak mengalami kegelisahan, pergumulan, keterbatasan dan berbagai-bagai masalah untuk menjaga agar warung tetap eksis dan berkembang. Problematika itu tentu tidak bisa kami ceritakan disini namun doakan saja smoga warung ini tetap eksis dikancah kuliner Yogyakarta.

Berikut ini sebagian kecil para pelanggan yang berhasil kita abadikan dengan camera. Sebetulnya lebih banyak lagi pelanggan yang tidak sempat  kita rekam kedatangannya.


Senin, 13 Oktober 2014

Mi Lethek Mbah Mendes Tayang di TVRI

Sungguh suatu keberuntungan bahwa Mi Lethek Bantul Mbah Mendes diliput TVRI dan sudah ditayangkan pada  tgl 12 Otober 2014 jam 10.30 wib pada acara kuliner "Sajian lokal sehat & sehat" 

Banyak orang yang heran dan appreciate atas keberanian kami membuka warung makanan lokal berbahan baku lokal (ketela) namun kita olah secara sehat. Barangkali inilah yang merupakan strength point kami, olahan sehat dimana tanpa pewarna, pengawet dan mecin. 

Segala bisnis apapun mulai tahun 2015 memang dipaksa harus berani bersaing dengan produk luar negeri. Mie lethek sudah menuju kesana dalam rangka mempertahankan kedaulatan pangan lokal dari bahan non beras dan non gandum. Marilah kita sama-sama melestarikannya.

Crew TVRI sedang persiapan pengambilan gambar
Master Chef Endang dgn Mas Gareng : Masak Mi Goreng

Chef Yani dan Mas Gareng saat masak Plencing

Chef Hanny dan Mas Gareng masak nasi goreng

Kamis, 09 Oktober 2014

Mi lethek menjadi menu jamuan para tamu pejabat BRI

Sudah berkali-kali pejabat BRI wilayah Yogyakarta datang dengan serombongan tamunya dari Jakarta. Mi lethek sudah merupakan kuliner favorit mereka. Demikian info dari salah seorang staff BRI yang berhasil kita dapatkan. Bahkan beberapa waktu lalu ada kejadian yang menarik, saat seorang pejabat BRI hendak membayar ke kasir, yang mereka lihat adalah mesin untuk pembayaran non tunai, yaitu debit BCA, kontan pejabat itu bertanya, kenapa BRI belum terpasang? Kita jawab dengan jujur bahwa kami terkendala perijinan warung yang masih dalam proses maka pihak BRI belum bisa memasangnya. Pejabat tersebut menyodorkan kartu nama seraya berkata, nanti biar diurus oleh staff saya.

Benar, selang satu hari atas kunjungan tersebut, ada staff kantor BRI yang secara intens mengurus pemasangan debit BRI di warung mi lethek mBah Mendes. Bahkan sampai datang ke kantor untuk meminta isian formulir pembukaan giro dan tanda tangan sebagai syarat pemasangan mesin debit BRI. Pada hari Jumat 3 Oktober 2014 kita ditelp yang menanyakan letak warung guna pemasangan mesin. Akhirnya pemasangan baru terlaksana pada Kamis 9 Oktober 2014. Dan mulai sekarang warung mi lethek siap melayani pelanggan dengan pembayaran secara non tunai.

Debit BRI dan BCA