Kamis, 19 Februari 2015

Sahabatku Mulai Berdatangan Ngerasain Mi Lethek

Biar photo sajalah yang bicara :
 
Heny FTP UGM '83 dari Denpasar

Ambar Rukmini FTP'83 dari Yogyakarta
Widiasmoro Sigit FTP'79 dari Makasar
Seno, Untung dan Sony FTP'80 dari Lampung
Pak Dekan FTP dgn berbagai angkatan 80, 81, 82, 83
Sri Raharjo dan kawan2 FTP'81/80
Seniorita Soca Prajati FTP'77 dgn senior yg lain
Hanggung FTP'80 dari PT Freeport Jayapura
Tituk Sri Swasti FTP'81 dari Solo
Hilaria Sekarini FTP UGM'79 dari Jakarta
Eko Kuspriyambodo dr Jakarta dan Iwan Indriawan dari Borneo - FTP'80

Jumat, 13 Februari 2015

Menakertrans 2005 - 2009 Makan Mi Lethek

Menakertrans 2005 - 2009
Semalem bapak Erman Suparno, nomor 2 dari kanan (lihat photo) datang berkunjung ke warung mi lethek. Mulanya kami tidak tahu siapa beliau. Awalnya beliau bertanya berbagai hal soal mi lethek dan untungnya selalu kita jawab dengan ramah dan santun. Belakangan ternyata salah satu temannya memberitahukan bahwa bahwa beliau adalah Bapak Erman Suparno mantan Menakertrans 2005-2009 era Presiden SBY.

Beliau langsung telpon kepada sang istri bahwa ada warung mi lethek mbah mendes di Meguwoharjo,rasanya enak tenan tetapi namanya medeni "lethek". Semoga istrinya kelak juga hadir berkunjung ke warung.

Syafii Maarif dan Komunitas Nogotirto Dahar Mi Lethek

Untuk kedua kalinya rombongan Pak Safei Maarif dengan komunitas Nogotirtonya rawuh lagi di Mi Mendes. Ini jelas merupakan suatu kebanggan tersendiri bagi warung Mi Mendes bahwa sudah kembali datang maka bisa kita simpulkan, taste nya cocok. Simple saja.

Pak Safeei Maarif baju putih 3 dr kiri






Dalam buku kenangan yang kami sodorkan beliau menuliskan begini : "Ini merupakan kegiatan "merayap" dari komunitas Nogotirto yang berbeda dengan tempat lainnya dan terasa menemukan tempat yang cocok untuk dikunjungi lagi."

Tertanda,
HA Syafii Maarif
HM Romli
H Hermansyah
H Toto Purwantoro
HM Bachtiar

Jumat, 06 Februari 2015

Mendes Memang Fenomenal

A Tony Prasetyantono dengan istrinya
"Sangat fenomenal" begitu komentar dari seorang ekonom dari UGM, A Tony Prasetyantono saat kunjungan terakhirnya ke Warung Mi Lethek Mbah Mendes. Dia yang sangat fasih memberikan analisa makro ekonominya lewat harian Kompas sampai geleng-geleng kepala manakala saat makan malam di warung melihat pelanggan hilir mudik silih berganti tiada henti. Dalam waktu yang sangat cepat Mi Mendes telah merebut hati penggemar mi yang ada di Sleman, begitu terangnya. Pemilihan tempat yang berlokasi di sisi utara Yogyakarta sungguh sangat cerdas dan tepat, begitu lanjutnya. "Kuharapkan mi lethek tetap menjaga kualitet dan kebersihannya karena saya suka tempat yang bersih dan rapi". 

Padahal dibalik kesadaran seorang Tony Prasetyantono menyukai mi lethek ada cerita tersendiri. Menurut versi istrinya, Tony adalah orang yang sulit mau mencoba makanan baru yang menurutnya tidak menarik. Dia terpaksa hadir di warung mi lethek mbah Mendes lantaran ada reuni kecil kawan SMA de britto disitu. Dan dia terpaksa memilih mi godog saat datang reuni. Setelah merasakan nikmatnya mi lethek serta seluk beluk pembuatannya yang alami barulah dia meyakinkan bahwa dia suka, bahkan mendeklarasikan bahwa warung mendes sebagai markas besar ex de britto '81. Makanya Tony, don't judge a book by its cover......