Selasa, 03 Maret 2015

don't judge a book by its cover

Ungkapan don't judge a book by its cover serasa cocok untuk mi lethek. Jangan menilai sesuatu hanya berdasarkan penampilannya saja. Lah? Bagaimana tidak? Kebanyakan orang langsung bersentimen negatip begitu mendengar kata "lethek" apalagi ini soal makanan, wajar bila demikian. Mereka baru terhenyak setelah mencicipi rasanya dan mereka sangat setuju dengan semboyan kami "teko pisan dadi tuman". Itulah fenomenalnya mi lethek. Orang sekarang banyak yang berpetualang dengan kuliner ekstrem, barangkali mi lethek masuk kuliner yang setengah ekstrem dari namanya. Rasa penasaran dan berani mencoba membuat banyak orang berdatangan ke warung mi lethek. Dan pada gilirannya, setelah mereka mencoba taste nya, mereka kontan menjadi agen marketing mi lethek, mereka menjadi virus yang menyebarkan kabar kenikmatan mi lethek secara gethok tular (dari mulud ke mulud) kepada yang lain.

Beberapa hari lalu, kita kedatangan rombongan 8 orang dari Solo Baru (arah Wonogiri). Mereka datang dari rumah hanya khusus makan di mi lethek kemudian pulang lagi, tak ada acara lain selain makan mi lethek. Saat bayar di kasir, ibu muda itu sambil tertawa cekikian mengatakan bahwa mereka dari Solo Baru, awalnya dia diajak temannya mampir di warung sehabis ada acara di Yogya. Dan sekarang saya mengajak seluruh keluarga saya makan malam disini, bukankah ini riil agen marketing mi lethek? Dia melakukannya secara autopilot....