Jumat, 26 Juni 2015

Mi Mendes di Shoot TV9 Malaysia

Shooting utk TV9 Malaysia
Meski heran soal pemetaan pelanggan tapi ya gak ada ruginya saat TV9 Malaysia shooting di Mi Lethek Bantul Mbah Mendes, mereka tahu dari internet. Dunia maya memang hebat tenan, begitu info di up load bisa dibaca seluruh dunia, lintas negara pun tembus.....dan tentu saja mujur bagi mi mendes yang kepilih untuk di shoot, biar semakin kondang di Malaysia, sayang delivery produknya belum sampai di sana. Sehingga jika hendak makan harus datang ke Indonesia. Fakta terakhir inilah yang menjadi tanda tanya di benak, kenapa crew TV9 berburu berita soal mi lethek sampai Yogya?

Kamis, 25 Juni 2015

Mi Lethek On Magazine

Mi Lethek On Magazine
Suatu keberuntungan yang bertubi-tubi tatkala ada majalah yang meliput mi lethek mbah Mendes ke dalam nya. Ini merupakan kerjasama yang saling menguntungkan, simbiosis mutualisme! Kenapa demikian? Karena ketenaran mi lethek mBah Mendes (wuiih...tenar po) sudah merangsang sang jurnalis untuk meliputnya dan menyajiken informasi keberadaan kuliner antik ini kepada pembaca. Fungsi majalah kuliner tentu berlomba menyajikan liputan yang up to date kepada pelanggannya. Majalah menemukan bahan liputan yang menarik dengan mudah.  Dan pada gilirannya pembaca pun diuntungkan dengan adanya informasi yang jelas seperti itu. Dan pada akhirnya,mi lethek mBah Mendes diuntungkan karena telah diperkenalkan lebih luas kepada masyarakat. Ayo makan mi sehat di mi lethek Mbah Mendes.....
 

Senin, 08 Juni 2015

Mi Mendes Paris Ramai Sejak Sore

Ramai Sejak Sore
Barangkali ini luck, hoki atau keberuntungan bagi Mendes. Realitasnya, belum ada sebulan buka tetapi warung sudah ramai sejak sore, omset mempunyai trend meningkat dari hari ke hari. Tentu saja tidak ada yang tahu kalau pada akhirnya berujung manis seperti ini. Keberuntungan atau bahkan sebaliknya itu pun harus diupayakan, diusahakan dengan jerih payah yang tidak kenal lelah ataupun menyerah. Kesuksesan sebuah bisnis biasanya tidak akan datang begitu saja, tentu dengan pengorbanan berupa usaha dan doa. 

Bagi kami, pengorbanan itu berupa 4 P sebagai berikut :

1. Place

Pemilihan tempat yang strategis juga tidak mudah, artinya gampang2 susah. Dan biasanya tempat yang strategis mempunyai harga sewa/harga tanah yang relatif mahal, ini merupakan kendala tersendiri yang harus disikapi secara menejemen dengan bijak. Biasanya kami menentukan tempat dengan mengacu pada mercusuar terdekat. Misal Cabang Meguwo kita mengatakan "sebelah barat LotteMart" karena para juragan yang berbelanja grosiran di Yogya tentu kenal dengan LotteMart. Cabang Paris kita memilih tempat di "bekas kampus STIEKers" karena begitu banyak orang yang kenal dengan seluk-beluk STIEKers. 
 
2. Product 

Trend jaman sekarang orang mencari makanan yang sehat, back to nature. Saatnya makanan lokal sehat untuk unjuk gigi. Perhatikan saja, orang beli bakso/soto banyak yang bilang "tanpa micin". Sekarang bukan jamannya berbangga makanan cepat saji dari ayam broiler karena dagingnya banyak mengandung residu zat kimia perangsang pertumbuhan ayam, vitamin dll dimana itu diyakini sebagai "tidak sehat". Nah, peluang untuk menciptakan makan sehat menjadi terbuka lebar saat ini. Kebetulan Mi Lethek Mbah Mendes bisa hadir sebagai makanan sehat.

3. Price

Harga kami sangat terjangkau. Bahkan kita berani katakan sebagai harga "ndeso' tetapi mempunyai cita rasa orang "kota" - rego ndeso roso kutho! Tentu kita melakukan banyak survai harga terhadap makanan sejenis seperti mi jawa yang hampir setiap gang ada.
 
4. Promotion

Yang paling manjur adalah promosi dari mulut ke mulut, namun kelemahan promosi ini perlu waktu lama karena proses penyampaian informasi itu tidak bisa serentak dan massal. Oleh karena itu kita juga lakukan kombinasi promosi dengan cara2 yang lain seperti media TV, Radio, Selebaran, kartu nama,dan internet (FB, website).

Semoga artikel ini menjadi inspirasi bagi orang lain yang hendak membuka bisnis atau bahkan yang sudah mempunyai bisnis. Salam Mendes.....

Kamis, 04 Juni 2015

Crew Super Green Citylink Mendarat di Mendes

Pramugari dan Kapten Super Green Citilink
Crew Mendes sama sekali tidak menyangka/mengira apalagi berharap bahwa Crew Super Green Citilink bersedia datang untuk makan di warung. Mereka datang pas warung hendak ditutup karena mereka baru saja mendarat di Bandara Adisucipto. Bayangan kami, mereka itu makan makanan yang bergengsi tinggi, berselera klas atas yang tersedia di restoran2 klas mewah....eh ini dengan seragam masih lengkap malah datang dengan ramahnya, minta diphoto dan mengharapken syukur photonya bisa dipajang di warung, coba? bukankah ini fenomena yang amat ganjil tapi nyata....dan temtu ini suatu penghormatan besar bagi kami. Terima kasih buanyak Crew Super Green Citilink....salam mendes.