Kamis, 10 Maret 2016

Membangun Kepercayaan Mendes


Kepercayaan itu dibangun bukan dalam waktu sepekan, tetapi melalui proses dengan waktu yang relative lama. Demikian pula halnya dengan  warung mi lethek bantul mBah Mendes, perlu waktu setahun untuk muncul di permukaan bisnis kuliner di Yogya yang sangat kompetitif. Pahit getirnya bisnis kuliner mi mendes tahun pertama sungguh melelahkan,menguras moril dan materiil. Ibaratnya bayi yang baru lahir, masa balita adalah masa yang ringkih, rentan penyakit dan membutuhkan dokter yang siap siaga 24 jam nonstop merawat kesehatannya supaya tetap hidup sehat. Semua bisnis mau tak mau harus melewati masa ini  supaya owner dan bisnis itu menyatu membentuk passion yang genuine, khas dan otentik.

Setelah bisnis jalan menginjak tahun ketiga, barulah para sumber dana datang mengincar hendak ikut berperan cawe-cawe membesarkan. Kalau boleh saya urutkan, sejak buka cabang Mi Mendes Jl Parangtritis BRI lah yang aktif datang meloby soal pendanaan (Kepala Wilayah dan Kepala Cabang), setelah cabang jl Paris berjalan datanglah Rabo Bank (Kepala Wilayah bersama staff nya), terus BNI Syariah, dan kemudian Bukopin dengan acara Berani Jadi Milyader kerjasama dengan Metro TV dan kini giliran Mandiri dengan acara Wirausaha Muda Mandiri yang di helat di Grha Sabha Pramana UGM 8-10 Maret 2016. 
Dua hari menjelang acara kita ditawari untuk buka stand (free) oleh staff bank Mandiri karena masih ada slot stand yang kosong, malam menjelang buka stand seorang direkturnya, yaitu Pak Tardi datang dengan beberapa staffnya ke warung dengan alasan jajan ngincipi mi mendes, sungguh suatu pendekatan yang sangat manusiawi bukan? Buntutnya kita diminta pasang kartu gesek, non cash transaction on Mendes,padahal di warung sudah ada alat gesek dari BCA dan BRI, tapi nggak apa-apa lah biar komplit banyak bank..

Pak Tardi (No 2 dari Kiri) Direktur Bank Mandiri
Tentu saja warung mi lethek mbah mendes merasa tersanjung atas tawaran ikut buka stand, karena ini merupakan kesempatan manis untuk ikut promosi? Mengapa tidak? Kita putuskan untuk ikut berperan membuka stand di acara Wirausaha Muda Mandiri 2016.
Memang sedikit gedubrusan mengingat hanya punya waktu 2 hari untuk persiapan pembuatan stand. Tapi toh semua bisa dilalui dengan lancar dan terkendali berkat pengalaman masak berulang kali diluar warung. Setelah stand tertata siap melayani pelanggan, tak lupa crew Mendes action selfi dahulu di dalam stand.

Crew Mendes Siap Action
Hari pertama relative sepi pengunjung tetapi omset cukup lumayan, entah karena kami muda beda dan berbahaya, atau karena enak top otentik dan sangat mendes, walhalualam… Hari keduanya justru meledak sampai kehabisan stock mi lethek basah yang siap masak, audubilah alazim….kita harus mendatangkan mi basah siap masak dari warung, paringono sabar…

Chef Mendes in action
 Untung kami mempunyai team chef mendes yang mumpuni segala cuaca dan medan. Kondisi krodit banyak pelanggan tetap tidak menggoyahkan konsentrasi mereka untuk tetap masak dengan tenang sesuai standard mendes yang enak walau tanpa mecin. Ingat, mi lethek kami adalah mi lokal sehat karena dibuat dari tepung ketela dengan proses tanpa pewarna dan pengawet serta dimasak tanpa mecin.

Ingin tahu rasanya? Datanglah ke warung kami….salam mendes