Rabu, 27 April 2016

Kalah sama tukang pijit tuna netra?

Tukang pijit tuna netra, ya..saya pernah memijitkan punggung saya yang kecethit. Dia mencari sesuap nasi dengan berprofesi sebagai tukang pijit, itulah mata pencahariannya. Padahal dia buta. Ampuh toh?

Dia difabel, berkebutuhan khusus tapi dia sudah jadi pengusaha. Nyata bedanya dengan orang yang suka bertanya kepada saya, pie carane dadi pengusaha mBoaaah? 

Saya masih muda, tidak cukup pintar, masih sekolah/kuliah, gaptek, gak punya modal, menjelang pengsiun saya bingung mau usaha apa, bla..bla...bla...ah mbelgedes lah

Rasanya sudah hampir bosan sy bilang kepadanya, kuatkan nyalimu, cobalah usaha apapun yang kau pilih paling pas untukmu. Selanjutnya bertarunglah karena genderang perang sudah kau tabuh. Adanya menang atau mati, itu saja...rasah repot.
.
Ingat mbree, pada kenyataanya, tidak ada orang yang terlahir mahir berbisnis. Mereka yang sakses karena sudah menyimpan kegagalan bertubi-tubi dan itu dipelajari bukan disesali.


Opo kowe arep kalah karo tukang pijet tuna netra? Dyaaar...
Salam Mendes....

Rabu, 20 April 2016

Dokter Dosen FK UGM Harlah di Mendes

Seorang dosen penyakit dalam dari Fakultas Kedokteran UGM,dr Dhanawati Pratomo sedang ultah di Mendes, padahal kita tahu, di Yogya ini ada banyak resto bergengsi tapi mengapa beliau memilih warung mi lethek mbah Mendes? Orang kesehatan tentu tak jauh pilihannya untuk mengkonsumsi makanan lokal yang sehat. Beruntunglah  Mi Mendes karena masuk dalam kriteria beliau. Selamat harlah dan sugeng dahar dokter...


Senin, 18 April 2016

Owner account @Jogjaculinary on Mendes

Awalnya tidak kenal dengan pelanggan yang satu ini. Begitu pesenan mi godog disajikan kog tidak langsung dimakan tetapi di amati dengan cermat, diperhatikan mi nya, disendok dan diangkat sehingga kuahnya netes-netes kemudian di photo. Setelah itu baru dimakan dengan pelan-pelan, sepertinya dirasa-rasakan nikmatnya.

Karena penasaran kita samperi dan kita tanyakan, apakah ada yang tidak beres pada pesanannya? Bukan Mas Mendes, kenalkan saya Vincent pemilik account instagram JogjaCulinary....nah, kagetlah kita...dan lebih kaget lagi karena dia bilang enak. Tengkyu bro....


DBBC Sering Kumpul di Mendes

Logo DBBC
Silaturohim setelah seminar dokudoku
Kumpul bahas database angkatan 96
Meeting utk acara Pengusaha Tangguh
Senior JB 73 support CSR utk DBBC
Bisnis Clinic utk KUR dgn Bank Mandiri

Suatu kebanggaan tersendiri bahwa warung Mi Mendes sering dipakai ngumpul sebuah komunitas bisnis seperti DBBC (De Britto Bussinus Community) yaitu komunitas bisnis dari alumni SMA De Britto. Perlu adanya usaha keras untuk mengenalkan mi lethek kepada mereka, artinya ini bukan hadir secara tiba-tiba namun butuh proses juang sehingga akhirnya mereka nyaman singgah di warung.

Dan Mendes pun tidak segan-segan untuk menjadi sponsor dalam acara yang mereka selenggarakan baik di Jakarta maupun di Yogya beberapa waktu lalu. Jer basuki mowo beo bro, artinya promosi branding pun butuh biaya bro...hahaha

Kamis, 14 April 2016

Apa Kata Pelanggan Semarang

Mi Godog Mendes
Nasi Goreng Mendes
Omelet Mendes

 Mumpung masih di yogya, mau coba yang nggak ada di luar yogya. "Mi Lethek Mbah Mendes" namanya, yang berlokasi di jl. Parangtritis. Di warung mi ini ada 4 menu: mi lethek goreng/godhog, nasi jagung goreng, omelet, dan plecing mi. Kami pesan 3 diantaranya...

- "MI LETHEK GODHOG"
Karena mi ini terbuat dari singkong, maka warnanya agak abu-abu transparan, sehingga tampak "lethek"(kotor). Kasat mata bentuknya mirip soun, namun teksturnya sedikit lebih kenyal dr soun. Rasanya..ya enak, seperti makan mi hanya bentuk dan tekstur saja yang berbeda. Kuahnya sedep & umami, dengan aroma bawang putih yang kuat. Cukup terkesan dengan rasa kuahnya yang gurih padahal seluruh masakan di warung ini "Tanpa Micin".


- OMELET
Omelet di warung ini adalah omelet mi. Racikan telur yang dicampur mi lethek dan cacahan sayur. Hasil jadinya seperti bakwan sayur buat saya. Enak dicemil.


-NASI GORENG JAGUNG
Sewaktu tersaji di meja, saya sedikit protes..."katanya nasi jagung? Kok nasi biasa". Dan setelah dijelaskan, ternyata itu adalah bulir jagung, namun jagung digiling kasar sehingga masih berbentuk butiran dan justru mirip bulir nasi. Ketika dimakan..ya benar-benar jagung. Teksturnya kering, sehingga seret di kerongkongan, seperti kita mengunyah biji jagung rebus. Rasanya bumbunya seperti bumbu nasi goreng pada umumnya.


Lega...karena akhirnya sudah mencoba mi lethek bantul yang legendaris, dan salut karena ini adalah makanan lokal sehat yang survive sampai saat ini.

Sabtu, 09 April 2016

Mendes Dikunjungi Bubur Moymoy

Owner Bubur Moymoy
Suatu kehormatan besar ketika Mendes dikunjungi teman bisnis kuliner lain, yaitu owner dari bubur. merek Moymoy. Biasanya pebisnis kuliner yang lain karena tidak kenal datang diam-diam untuk mengintip strategi bisnis kita, tapi kali ini teman bisnis ini justru datang untuk saling sharing kiat bisnis. 

Dan ternyata semua bisnis itu mempunyai karakteristik yang sama sesaat setelah lahir dan berumur balita, yaitu butuh penanganan yang extra energy supaya bisnis itu hidup menjadi mapan. Jadi, jangan cepat menjadi putus asa kawan, wajar saja jika saat awal usaha masih banyak yang belum sempurna, namun tetap semangat untuk menyempurnakannya.
 
Salam sakses, salam Mendes

Senin, 04 April 2016

Pustakawan UGM Arisan di Mendes


Maaf crew Mendes lagi sibuk bahagia seraya melayani Pertemuan sekaligus makan 100 orang Pustakawan UGM. Menu utama mi lethek dan ayam goreng presto Mendes. Pelayanan harus prima, cepat dan tangkas. Kami selalu terapkan senyum, sapa, sopan dan santun. Pertemuan di helat di Mendes karena suasana ne njawani. Tentu ini suatu kehormatan bagi Mendes...

Jumat, 01 April 2016

Budayawan UGM Mendesan



Kabar dari Mendes kemarin malam adalah kedatangan pelanggan yang bersedia selfi sebagai berikut, paling kanan Dr. Aprinus Salam - Kebudayaan UGM, nomor dua dari kanan Master Chef Mendes, terus nomor 3 dari kanan Mas Joko Santoso juaranya tulis novel, kemudian Pak Budi Sardjono pimpinan redaksi Adiluhung, owner Digna Pustaka. Apakah priyayi ini boleh dikelompokkan sebagai budayawan? entahlah...

Namun yang jelas beliau sangat menikmati sajian mi lethek, inilah yang terpenting bagi kami. Mereka sangat appreciate atas konsep kami menghadirkan rumah tradisional Jawa, suasana warung etnis jawa dengan resban dan dingklik, gathuk mathuk dengan masakan mi lethek yang ber tagline "teko pisan dadi tuman". Itulah Mendes bro....