Kamis, 14 April 2016

Apa Kata Pelanggan Semarang

Mi Godog Mendes
Nasi Goreng Mendes
Omelet Mendes

 Mumpung masih di yogya, mau coba yang nggak ada di luar yogya. "Mi Lethek Mbah Mendes" namanya, yang berlokasi di jl. Parangtritis. Di warung mi ini ada 4 menu: mi lethek goreng/godhog, nasi jagung goreng, omelet, dan plecing mi. Kami pesan 3 diantaranya...

- "MI LETHEK GODHOG"
Karena mi ini terbuat dari singkong, maka warnanya agak abu-abu transparan, sehingga tampak "lethek"(kotor). Kasat mata bentuknya mirip soun, namun teksturnya sedikit lebih kenyal dr soun. Rasanya..ya enak, seperti makan mi hanya bentuk dan tekstur saja yang berbeda. Kuahnya sedep & umami, dengan aroma bawang putih yang kuat. Cukup terkesan dengan rasa kuahnya yang gurih padahal seluruh masakan di warung ini "Tanpa Micin".


- OMELET
Omelet di warung ini adalah omelet mi. Racikan telur yang dicampur mi lethek dan cacahan sayur. Hasil jadinya seperti bakwan sayur buat saya. Enak dicemil.


-NASI GORENG JAGUNG
Sewaktu tersaji di meja, saya sedikit protes..."katanya nasi jagung? Kok nasi biasa". Dan setelah dijelaskan, ternyata itu adalah bulir jagung, namun jagung digiling kasar sehingga masih berbentuk butiran dan justru mirip bulir nasi. Ketika dimakan..ya benar-benar jagung. Teksturnya kering, sehingga seret di kerongkongan, seperti kita mengunyah biji jagung rebus. Rasanya bumbunya seperti bumbu nasi goreng pada umumnya.


Lega...karena akhirnya sudah mencoba mi lethek bantul yang legendaris, dan salut karena ini adalah makanan lokal sehat yang survive sampai saat ini.