Rabu, 27 April 2016

Kalah sama tukang pijit tuna netra?

Tukang pijit tuna netra, ya..saya pernah memijitkan punggung saya yang kecethit. Dia mencari sesuap nasi dengan berprofesi sebagai tukang pijit, itulah mata pencahariannya. Padahal dia buta. Ampuh toh?

Dia difabel, berkebutuhan khusus tapi dia sudah jadi pengusaha. Nyata bedanya dengan orang yang suka bertanya kepada saya, pie carane dadi pengusaha mBoaaah? 

Saya masih muda, tidak cukup pintar, masih sekolah/kuliah, gaptek, gak punya modal, menjelang pengsiun saya bingung mau usaha apa, bla..bla...bla...ah mbelgedes lah

Rasanya sudah hampir bosan sy bilang kepadanya, kuatkan nyalimu, cobalah usaha apapun yang kau pilih paling pas untukmu. Selanjutnya bertarunglah karena genderang perang sudah kau tabuh. Adanya menang atau mati, itu saja...rasah repot.
.
Ingat mbree, pada kenyataanya, tidak ada orang yang terlahir mahir berbisnis. Mereka yang sakses karena sudah menyimpan kegagalan bertubi-tubi dan itu dipelajari bukan disesali.


Opo kowe arep kalah karo tukang pijet tuna netra? Dyaaar...
Salam Mendes....