Jumat, 27 Mei 2016

Mendes : Menu Warisan Simbah

Warung Mendes Selalu Ramai Pelanggan

Jika semalam warung Mendes ramai dikunjungi pelanggan itu bukan tanpa usaha. Berbagai upaya untuk mempromosikan Mi Mendes selalu kita lakukan di berbagai kesempatan dan di berbagai media, dan itu kita lakukan dengan tekun, terukur dan tertarget. Jadi bukan asal-asalan atau malah hanya menunggu saja pelanggan datang...

Branding Mendes kita bangun dengan tematik dan konsep yang jelas. Media yang ada pun kita pergunakan semaksimal mungkin. Itupun harus melakukan survai empiris, pengamatan yang cermat dan langkah yang terstruktur. Pokokmen merem melik, laku prihatin, berpikir keras belajar teknik promosi dari para pakar, mengaplikasikan trik dan strategi pemasaran dan menunggu hasil sambil terus menerus mengevaluasi kondisi...inilah seninya bisnis
 
Plencing Godog Mendes
Resep menu Mendes itu sudah ada sejak puluhan tahun silam. Baru sejak tahun 2014 kita update, upgrade dan kita enhancement sehingga sesuai dengan trend masakan saat ini. Mendes sebagai nama paraban eyang kita angkat menjadi icon merk bisnis mi lethek. Taste kita sempurnakan biar lebih nendang, namun rasa tetap standard alami Mendes, yaitu bumbu micin kita hilangkan diganti dengan rempah-rempah alami. Sehingga kami berani tampil beda sebagai makanan lokal sehat. Kita pun berani tancapkan tagline "teko pisan dadi tuman" setelah produk Mendes kita lempar ke pasar dan diterima masyarakat luas. Di situlah eksistensi Mendes dipandang pelanggan....