Kamis, 16 Juni 2016

Ancaman Medsos

Dianggap sebagai ancaman atau bahkan tantangan juga boleh, suka-suka situ sajalah. Saya hanya mau berbagi fakta yang telah berlalu. Tahu Nokia? Belum lama berselang, sekitar tahun 1996 saya kenal hp model pisang, bergaya slim ya dari merek itu. Saat itu sinyal masih minim, saya harus pergi ke sawah tempat terbuka untuk nilpon, pulsanyapun masih mahal. Dekade itu, merek Nokia raksasa dalam industri ponsel. Potongan kue yang mereka kuasai mencapai 48,7 persen pada masa jayanya. Namun dalam waktu 15 tahun, sekitar tahun 2012 pasar yang mereka kuasai tergelincir menjadi 3,5 persen. Penggantinya tak lain adalah ponsel cerdas dari Apple (iPhone) dan Blackberry. Dan belakangan ini Blackberry pun dihantam android yang terpasang pada Samsung serta merek hp murah yang lain sudah membuatnya sekarat. Sudah bukan jamannya orang bertanya,mana PIN mu?Halah…
Gejolak itu tidak hanya pada handphone dan computer. Bisnis transportasi pun dihantam dengan telak. Anda tentu tidak asing dengan taxi Blue Bird. Mereka kelabakan berat dengan Uber maupun Grab. Awalnya tidak begitu. Mereka bahkan tidak menganggapnya cenderung meremehkannya. Mereka anggap Uber dan Grab sebagai seekor nyamuk yang dengungannya hanya mengganggu di saat tidur. Pada saat mereka menyadarinya, Uber sudah berkembang menjadi kebutuhan sehari-hari dan kebiasaan baru bagi konsumen. Sekarang seluruh hidup Blue Bird terganggu! Dan akhirnya menjelma menjadi Angry Bird. Kapokmu!
Gejolak yang sama di dunia transportasi terjadi dengan kehadiran Gojek. Ini nyata mbree, tukang ojek tradisional yang tak melek aplikasi gaget akan tersingkir dengan sendirinya. Pedih memang, tapi itu bakal terjadi.
Anda mungkin masih mengingat Friendster? Mereka adalah salah satu jaringan sosial pertama yang ramai dipergunakan. Investor mengucurkan dana dalam jumlah besar. Namun dalam dua tahun? Saya dan puluhan ribu orang menutup akun atau meninggalkannya begitu saja. Beralih ke Facebook. Bagaimana nasib investor? Melongo mbree….
Myspace menghadapi dilema yang sama. Dari 2005 hingga 2008, ia sempat menjadi yang terbesar, menyaingi Google dalam situs yang paling ramai dikunjungi di Amerika Serikat. Nilainya pada saat Rupert Murdoch, salah satu pemimpin industri media, membelinya adalah $580 juta. Beberapa tahun kemudian, Myspace kembali dijual. Namun harganya hanya $35 juta kali ini, bukan hanya turun tapi harganya terjun bebas 94%. Mereka hanya bisa terperangah….
Di dalam industri mobil, Toyota, Honda dan Nissan bersaing mengeluarkan model terbaru selanjutnya. Gerak-gerik pesaing terbesar selalu diperhatikan tanpa kedipan mata. Akibatnya riak-riak kecil selalu luput dari pengamatan mereka. Saat ini, riak itu telah menjadi ombak besar. Tesla Model 3, yang baru diumumkan pada 31 Maret 2016, telah dipesan 325.000 unit, padahal mobil itu baru akan diproduksi dan siap pada akhir 2017. Coba,…? Bagaimana tidak kelimpungan mereka?
Western Union mungkin masih merajai di industri pengiriman uang. Namun setiap hari, keuntungan mereka tergerus oleh cara baru yang lebih efektif untuk mengirim uang. Yang pasti dahulu mereka tidak menyangka bahwa PayPal akan menguasai pangsa pasar online dengan nilai mencapai $46,6 milyar.
Stasiun televisi, sedang menghadapi ancaman yang sama. Sinar mentari station tv sudah mulai senja. RCTI, SCTV dan Trans masih boleh bangga dengan dominasi mereka. Namun di masa yang akan datang, tak jauh dari sekarang, posisi mereka segera akan digoyahkan. Bukan oleh stasiun televisi baru, tapi oleh kekuatan luar yang tak disangka-sangka,yaitu YouTube. Kudengar di Amerika sudah terjadi….hihihi…ngeri..
Mengapa saya katakan tidak disangka-sangka? Karena awalnya YouTube hanya situs sederhana yang dirintis oleh tiga sahabat karib pada Februari 2005 karena mereka ingin mengunggah dan berbagi video. Tak ada yang menyangka bahwa layanan itu akan sedemikian populer sehingga tidak sampai dua tahun kemudian, Google mengakuisisinya senilai $1,65 milyar.
Wis lah, saya nggak usah bicara soal Koran seperti Kompas, Tempo, dll…potong kupingku jika oplah mereka meningkat? Trend nya pasti turun. Anak muda sekarang jarang yang mau baca Koran dan mendengarkan radio. HP Android ditangan sudah merenggut semuanya,….semuanya….
Tak peduli ke mana pun Anda memandang...Tak peduli industri di mana pun Anda bergerak...Perubahan besar dan fundamental sedang terjadi. Baik perusahaan tradisional maupun online menghadapi tantangan yang mengancam setiap waktu. Satu-satunya cara untuk bertahan dan menang adalah selalu melakukan inovasi. Menjadi lebih baik. Melayani dengan lebih baik. Buat hidup pelanggan dan klien lebih mudah. Tingkatkan kualitas hidup mereka. Anda seorang pemilik usaha mikro dan kecil? Tak perlu disebut, Anda menghadapi tantangan yang tak bisa dianggap remeh. Anda melihat sendiri bagaimana dunia maya sedang menghantam pangsa pasar tradisional. Anda menyaksikan sendiri bagaimana beberapa tahun belakangan muncul pengusaha era baru yang entah bagaimana, tiba-tiba menguasai segmen pasar. Mendadak menikmati gaya hidup yang serba bebas, tanpa harus menunggu 40 tahun dan mengumpulkan kekayaan yang berlimpah. Mereka menjalankan apa yang saya namakan bisnis online. Apakah yang Anda lakukan untuk mempertahankan dan menang di era digital ini? Sebuah pertanyaan yang patut direnungkan.
Salam Mendes