Kamis, 21 Juli 2016

Belajar Sambil Nyeruput Kopi

Saat saya minum kopi di Starbucks bukan hanya kopi saja yang kuminum, tapi ilmu strategi nya ikut saya seruput...
Ada banyak pelajaran yang kita petik dari bisnis kopi yang sakses ini.
Agar bisa meningkatkan keuntungan, Starbucks harus membuka cabang pada lokasi yang baik. Pada tempat di mana banyak penggemar kopi akan sudi membayar lebih untuk segelas kopi.
Tentu saja mereka melakukan survei, potong kupingku jika tidak....
Mereka punya tim survai yang menjelajahi kota-kota di seluruh dunia.
Jika responsnya baik, mereka membuka gerai di sana.
Masalahnya...
Cara yang sederhana ini tidak cukup baik, boros biaya...
Karena pada sebuah kota yang ramai, yang kemungkinan orang-orang ingin mengunjungi Starbucks, harga sewa toko pun sudah selangit.
Itu artinya mereka harus membayar harga lebih mahal.
Mengambil risiko yang lebih besar.
Maka mereka pun kemudian memutuskan untuk menyempurnakan keahlian mereka mendeteksi daerah berpotensi. Lokasi yang sedang berkembang dan kemudian akan maju. Kota yang belum begitu padat namun segera akan sangat ramai karena perkembangannya.
Meskipun tidak bermain di sektor properti...
Mereka tahu di mana lokasi yang segera akan ramai.
Di mana harga segera akan naik.
Saking baiknya, keahlian mereka bahkan lebih baik daripada broker properti, apalagi kalo sudah kongkalingkong dengan Yusuf Khestanon
Dalam bisnis apa pun, Anda harus mengetahui faktor penentu terpenting.
Lalu jadilah yang terbaik pada faktor penentu itu.
Bagi Starbucks, ia adalah lokasi. Bagi Mendes adalah taste nya. Pokokmen ada sesuatu yang unik sekaligus faktor penentu.
Bagi Anda, apa?
Jika Anda belum tahu, pahami terlebih dahulu bisnis Anda secara mendalam.
Di mana Anda mencari prospek?
Anda perlu mengetahui proses yang dilalui untuk menjadikan seorang prospek menjadi pembeli. Lalu dari seorang pembeli menjadi pelanggan tetap. Dari pelanggan tetap menjadi penggemar.
Semakin Anda memahaminya, semakin Anda tahu faktor mana yang paling penting.
Faktor yang tidak hanya menentukan.
Tapi juga titik lemah dari kompetitor.
Yang membuat Anda menang mudah kalau dimanfaatkan. Jadi, siapkan dirimu menjadi pemenang bukan pecundang, bukan begitu mas guru J Sumardianta?
Pokokmen ‪#‎salammendes‬ mbree....