Rabu, 20 Juli 2016

MIE MENDES SEBENARNYA TIDAK ENAK

Mungkin saat ini di Jogja sedang booming bisnis kuliner, sangat berbeda dari sekitar kurang lebih 8 tahun yang lalu saat saya meninggalkan Jogja. Tempat tempat yang dulunya menjadi tempat jin buang anak sekarang disulap menjadi kafe atau tempat nongkrong yang cukup ramai. Keragaman bisnis kuliner pun menjadi sangat bermacam macam, para pengusaha seakan berlomba menyajikan apapun dan mencoba mencari celah dari produk produk sajian makanan yang sudah ada.

Salah satu yang menarik adalah adanya sajian makanan mie lethek, mie yang berbahan dasar tapioka sehingga tampilannya lethek (kotor). Mie lethek olahan yang bernama Mie Mendes adalah salah satu dari ribuan pengusaha kuliner yang mencoba peruntungan di Jogja.
Sekitar setahun yang lalu saya baru tahu mie lethek mendes itu seperti apa. Mereka lebih menjual sajian masakan jadi alih alih hanya sekedar bahan mentah. “ Butuh keahlian khusus dalam memasak mie lethek, “ kata mas Hanung pemilik Mie mendes.

Semakin lama saya mencoba mengikuti dan mencermati mie mendes dalam berproses, banyak hal yang unik dalam cara mereka berdagang. Hal yang paling utama adalah cara menaikkan brand image mie mendes. Mas Hanung sendiri bergerilya secara aktif di media sosial dengan tiada henti memposting produk maupun hanya sekedar komentar dari status status koleganya, dan bahasa yang dipilih pun bahasa yang sederhana dan tidak muluk. Lain halnya produk sejenis yang selalu cenderung ke Inggris inggrisan, mas Hanung selalu memberi komentar yang cenderung ndeso, ngawur dan kadang nyambung kandang tidak, asal kata atas komentarnya selalu diakhiri oleh kata “salam mendes”. Nah sebuah jargon yang sederhana dan mungkin tidak memerlukan konsep yang ribet, sok inggris tapi malah salah grammar.

Memang tidak dipungkiri media sosial menjadi ujung tombak pemasaran mie mendes, selain hal teknis masalah lokasi, tampilan dan sebagainya seperti Fanpage,blog, website menjadi kendaraan utama untuk memasarkan, mungkin karena budget yang terbatas atau lihai memanfaatkan strategi? Entahlah yang saya tahu mas Hanung memang pokil, pelit dan kikir...wkwkwkwk. Akan tetapi memang butuh hal luar biasa dari pribadi pemilik, konsistensi dan komitmen memasarkan tiada henti, apapun caranya dan untunglah dibantu oleh teman sendiri yang mempersiapkan sesuatunya dibalik layar, dari kesiapan fanpage, website, cara marketing dan persiapan tampilan. Yang jelas semakin hari semakin ada perubahan kemajuan dalam omzet maupun faktor lain yang mendukung.

Tidak dipungkiri dalam perjalanannya mie mendes pun mengalami jatuh bangun dan lumayan membikin badan kesemutan, salah satunya yakni ketika perpindahan lokasi warung di maguwoharjo ke tempat yang baru, omzet terjun bebas. Mungkin perlu extra ketabahan yang luar biasa mengingat investasi dan harapan pada saat itu dipandang sangat drastis. Maka dengan segala daya dan upaya segala macam media sosial digunakan untuk mendorong kembali omzet yang sudah hancur lebur pada saat itu. Hasilnya pelan pelan dan sampai sekarang meningkat luar biasa dan semakin meningkat. Butuh perjuangan dan sekali lagi butuh konsistensi dan mau bertanya dengan orang yang lebih bisa pada bidangnya masing masing.

Pelajaran yang bisa diambil disini adalah apapun usaha kita selama itu fokus dan mau berkembang semuanya pasti bisa dilakukan. Mungkin kita sering terjebak pada situasi dimana produk sejenis milik toko sebelah lebih laku dari kita dan kita malah menghujat mencaci mencurigai toko sebelah, nah matilah kita. Kemauan berkembang dan melakukan sesuatu dengan extra tenaga, extra ide, extra strategi pasti akan menghasilkan sesuatu yang extra.

Mungkin saat ini perjuangan Mie Mendes baru tahap awal, dan belum seberapa dibandingkan dengan raksasa kuliner di jogja, akan tetapi pattern yang diciptakan sudah mulai jelas. Entah suatu saat nanti sajian mie yang kotor ini akan menjadi sajian premium di hotel bintang delapan dengan harga selangit? Entahlah yang jelas perjuangan Mie Lethek itu sangat berdarah darah jendral, dan saya menyaksikan sendiri hal itu. Jadi jangan dipandang Mie Lethek Mbah Mendes itu enak,,,nggak enak!!!kalo dimakan mentah!!!

#SalamMendes!