Jumat, 22 Juli 2016

PRINSIP ATAU METODE



Ada banyak nasihatnya yang saya gemari, namun ini salah satu favorit saya:
"Mengenai metode mungkin ada lebih dari satu juta jumlahnya, tapi prinsip jumlahnya sedikit. Orang yang menguasai prinsip bisa berhasil memilih metodenya sendiri. Orang yang mencoba metode-metode, mengabaikan prinsip, pastilah akan kesulitan."
Dewasa ini, ke mana-mana Anda melihat, Anda akan melihat begitu banyak metode. Bahkan nyelonong masuk WA anda. Contohnya,Trik terbaru menaklukkan mesin pencari,Cara yang belum pernah dipakai mengeksploitasi Instagram,Membuat video viral di medsos, Jutaan like dalam waktu singkat, dll
Sejuta pengunjung dengan memakai perangkat lunak canggih cuukup klik beberapa tombol. Hanya tujuh dolar,yang benar saja...Pertanyaan krittisku, kalau bisa mendatangkan satu juta orang, mengapa dijual murah? Mungkinkah pengunjungnya hanya pemakai internet acak, yang tak tertarik pada tawaran Anda? Bahkan tidak mengeklik pada iklan? Atau account palsu?
Kenyataannya...Orang yang cenderung tertipu adalah mereka yang tidak mengerti prinsip bisnis.Mereka tergiur taktik,Metode. Namun tidak memahami dasar-dasarnya sebuah bisnis. Bagaimana bisnis bekerja dan berproses.
Tak heran jika suatu metode gagal, setelah diikuti dengan sangat teliti, mereka kecewa dan sampai kapanpun tidak memahami mengapa mereka tidak berhasil,tidak punya ide atau pertanyaan, apanya yang salah?
Sebaliknya mereka yang memahami prinsip dan fondasi bisnis...Mereka bisa melihat peluang dengan jelas.Mereka bahkan bisa menciptakan metodenya sendiri. Mereka tahu kapan peluang terbuka. Dan kapan harus menyerah karena percobaannya gagal. Lalu beralih ke metode yang lain. Langkah mereka selalu pasti.
Kerena mereka mengetahui apa yang terjadi. Di setiap langkah. Kalau pun tidak berhasil, mereka tahu apa yang harus diperbaiki. Apa yang harus diubah sebelum dicoba kembali. Karena mereka memegang prinsip. Dan mereka sangat Mendes, paham?
#salammendes