Selasa, 27 Desember 2016

REAKSI vs RESPONS

Di sebuah restoran bergaya Jawa, Mi Mendes ada seekor kecoa yang tiba-tiba terbang dari suatu tempat dan mendarat di seorang wanita pelanggan.
Dia mulai berteriak ketakutan.
Dengan wajah yang panik dan suara gemetar, dia mulai melompat, dengan kedua tangannya berusaha keras untuk menyingkirkan kecoa tersebut.
Reaksinya menular, karena semua orang di kelompoknya juga menjadi panik.
Wanita itu akhirnya berhasil mendorong kecoa tersebut pergi tapi … kecoa itu mendarat di pundak wanita lain dalam kelompok.
Sekarang, giliran wanita lain dalam kelompok itu untuk melanjutkan drama.
Seorang pelayan wanita bergegas ke depan untuk menyelamatkan mereka.
Dalam sesi saling lempar tersebut, kecoa berikutnya jatuh pada pelayan wanita.
Pelayan wanita berdiri kokoh, menenangkan diri dan mengamati perilaku kecoa di kemejanya.
Ketika dia cukup percaya diri, ia meraih kecoa itu dengan jari-jarinya dan dengan tenangnya melemparkan kecoa itu keluar dari restoran.
Dia menangani peristiwa tersebut dengan mendekati sempurna, tanpa kekacauan apapun.
Kenapa 2 wanita karir itu panik, sementara wanita pelayan itu bisa dengan tenang mengusir kecoa?
Berarti jelas bukan karena kecoanya, tapi karena respon yang diberikan itulah yang menentukan. Ketidakmampuan kedua wanita karir dalam menghadapi kecoa itulah yang membuat suasana restoran jadi kacau.
Kecoa memang menjijikkan.
Tapi ia akan tetap seperti itu selamanya.
Tak bisa kau ubah kecoa menjadi lucu dan menggemaskan.

Begitupun juga dengan masalah.
Macet di jalanan, atau istri yang cerewet, teman yang berkhianat, bos yang sok kuasa, bawahan yang tidak penurut, target yang besar, deadline yang ketat, customer yang demanding, tetangga yang mengganggu, restoran yang sepi pelanggan dsb.
Sampai kapanpun semua itu tidak akan pernah menyenangkan.
Tapi bukan itu yang membuat semuanya kacau. Ketidakmampuan kita untuk menghadapi yang membuatnya demikian.”
Yang mengganggu wanita itu bukanlah kecoa, tetapi ketidakmampuan wanita itu untuk mengatasi gangguan yang disebabkan oleh kecoa tersebut.
Di situ saya menyadari bahwa, bukanlah teriakan ayah saya atau atasan saya atau istri saya yang mengganggu saya, tapi ketidakmampuan saya untuk menangani gangguan yang disebabkan oleh teriakan merekalah yang mengganggu
Reaksi saya terhadap masalah itulah yang sebenarnya lebih menciptakan kekacauan dalam hidup saya, melebihi dari masalah itu sendiri.
Apa hikmah dibalik kisah inspiratif dari pidato ini?

Para wanita bereaksi, sedangkan pelayan merespon.
Reaksi selalu naluriah sedangkan respon selalu dipikirkan baik-baik.
Sebuah cara yang indah untuk memahami HIDUP.
Orang yang BAHAGIA bukan karena semuanya berjalan dengan benar dalam kehidupannya..
Dia BAHAGIA karena sikapnya dalam menanggapi segala sesuatu di kehidupannya...secara benar..!
"Masalah adalah sebuah masalah ..... RESPONSE kita lah yg akan menentukan bagaimana akhir dari sebuah masalah ...."
Selamat Berakhir Tahun 2016 dan Selamat menyambut Tahun Baru 2017, mari kita taburi hidup dengan cinta kasih dan jangan lupa saling berbagi Kasih... Kalau selama setahun ini ada yg salah dan tidak berkenan bagi saudaraku semua mohon dibukakan pintu maaf yg sebesar besarnya.
#salammendes

Manuk Pulang Kandang (Alumni De Britto)

Foto Hanung Sa.





Foto Hanung Sa.

Manuk Pulang Kandang yang disingkat MPK itu hanya dikenal dikalangan Alumni SMA Kolese De Britto Yogyakarta. Mengapa manuk? Karena kami adalah produk sekolah dimana siswanya cowok semua sehingga setelah terbang melanglang buana keluar dari SMA bolehlah setiap akhir tahun pulang kandang.....so sweet bukan?

Photo diatas kami bertiga dimana yang tengah adalah Mas Haji Datuk Sweida Zulalhamzah seorang haji yang saat ini memimpin AAJI (Asosiasi Alumni Yesuit Indonesa). Toleransi kami tidak setengah-setengah bro....full support.


Senin, 26 Desember 2016

Yogya macet saat liburan

Akhir-akhir ini...Yogya kalau liburan memang macet. Nikmatilah liburan di Yogya termasuk kemacetannya. Saya tak diwarung aja menunggu anda datang utk makan. Saia sudah siapkan sgala sesuatu secara cermat baik bumbu, sayur dan ayamnya. Nah ...di Mendes harga tetap damai karena ini tengah damai Natal...dan anda boleh nyanyi sak puase...manteb toh? 

Salam mendes.....

Selfi Writing for Authentic Personal Branding

Soft launching buku Om Kunto CoachWriter yang berjudul "Selfie Writing for Authentic Personal Branding" yang ternyata dihadiri para penulis buku handal...
Bahagianya bisa kenal dan silaturohim dengan mereka...

Dan ternyata ..selfie bisa ditambahin tulisan yang informatif dan anti mainstream biar lebih menohok...

Trik yang sangat mendes broo...


Mau beli bukunya? WA aja Mbah Mendes di 0852-9313-7649, gampang toh? Ini cocok untuk membranding bisnismu beib...

 Foto Herman Joseph Sriyanto.



Foto Hanung Sa.

Selasa, 13 Desember 2016

Hutan Pinus Mangunan

Kebahagiaan membuatmu tetap manis.
Cobaan membuatmu kuat.

Kesedihan membuatmu tetap menjadi manusia.

Kegagalan membuatmu tetap rendah hati.
Kesuksesan membuatmu tetap berpijar.
Namun, hanya iman yg membuatmu tetap melangkah.

Kadang engkau merasa tidak puas terhadap kehidupanmu sementara banyak orang di dunia ini memimpikan bisa hidup sepertimu.

Anak kecil di ladang memandang pesawat terbang di atasnya, dan memimpikan bisa terbang, tetapi sang pilot di pesawat itu memandang ladang di bawahnya dan memimpikan bisa pulang ke rumah. 

Begitulah hidup.
Nikmatilah hidup...
Wang sinawang...


(Iki pandangan hidup akibat ra komanan parkir neng hutan pinus Mangunan)

Pokokmen #salammendes


Kunjungan Pelanggan

Matur nuwun ibu ibu cantik dan baik hatiii... ibu Ambar Mardayat beserta mb Rini...
Judulnya ketemuan lanjutan.. heehehe
Dari O'Bungah Omah Bungah pagi, sorenya anjlok ke mbah Mendez..
Mas Hanung Sa ini salah satu buktinya saya sering ke situ.
Sayange lupa tadi mau foto sama mbakyuu..
Aturke keng mbakyu... sembah nuwun..kerso kita rayu membagi mie lethek Garuda mentah hehhehe...

Trimakasih loh...
Jadinya mie lethek bisa terbang ke Amerika..
Segenap tenaga loh mas




Selingkuhi Mendes

Peter orang Perancis, Dasawisma dari Kampung Suryoputran dan Pelanggan Mendes dari Jakarta saja saat long weekend pada makan Mi Lethek Mbah Mendes, knapa anda belum?

Nah, lihatlah di kamus kuliner (emboh sing endi kamuse...) bahwa selingkuh itu diartiken sebagai makan bakmi selain mi lethek mbah Mendes...

Njur sampiyan meh nekad selingkuh, ngunu?
Hahahahaha....