Rabu, 31 Mei 2017

Pembuktian Terbalik Gaya Mendes



Pada umunya orang suka beramai-ramai membuat status yang berisi berita buruk di beranda medsosnya, mudah viral kilahnya.

Contoh : ledakan bom di kampung melayu, serangan ISIS di Marwita Filiphina, Rizieq lari ke Arab, Chat Porno Kak Emma, pegawai BPK ditangkap KPK, dll

Apa yang melatar-belakangi?

Gampang, pada hakekatnya semua orang itu mempunyai keinginan untuk berbuat baik. Bahkan pada tataran praktek sudah banyak orang yang melakukan perbuatan baik, tetapi tidak percaya diri untuk mengeklaim bahwa dirinya baik. Nanti ndak dikira sombong kale ya...

Njur...? Yang ngebom Kampung Melayu itu bukan saya loh...saya orang baik-baik, gitu toh yang tersirat dalam statusmu? Saya bukan anggota ISIS wong saya rajin beribadah, iya toh? Yang lari ke Arab itu bukan saya, karena saya bertanggung jawab...hahaha. Yang ditangkap KPK itu bukan saya...wong saya bukan pegawai BPK...dst.

Cocok kan jika dilihat dari hukum pembuktian terbalik?

Ya saya percaya bahwa anda orang baik. Dan alanglah lebih baiknya lagi kalau anda bukber di Mendes, simple toh?

Ingat, Mendes pun harus dilakukan pembuktian terbalik, makan dahulu baru bilang enak, njur teko pisan dadi tuman, kandyani og...

Hahaha...



#salammendes