Minggu, 04 Juni 2017

lebaran penuh syukur




Lebaran kurang seminggu, tetapi rupanya saya tak akan bisa nganyari sepatu. Ibu sudah memastikan bhw sepatu yg dibelikan setahun yg lalu masih bagus. Saya hanya bisa jengkel, iri pd kakak perempuan yg dapat rok baru, marah dan menangis berjam-jam dibawah pohon sawo depan rumah.

Pagi harinya ketika saya diajak ibu ke pasar, ibu menunjuk kepada seorang pengemis yg kehilangan kedua kakinya sambil berkata “kamu lebih beruntung Nak ketimbang pengemis yg tak punya kaki itu..dua kakimu utuh dan bisa memakai sepatu meski tidak baru..”

Susah sedihku hilang seketika...tetapi haruskah orang dibenturkan kepada orang lain yang lebih sengsara untuk bisa menerima keadaannya dan mensyukurinya? 

Sepertinya saya seorang masih seperti itu...Mendes pancen gebleg...

Ingat,... jangan lupa bersyukur..