Kamis, 31 Agustus 2017

Doktrinasi mi lethek sejak dini.



Makan itu kebiasaan sejak kecil. Jika tidak dibiasakan makan makanan tradisional sejak dini maka kelak dewasa tidak mengenalnya, tidak mengenal tastenya hingga tidak menyukainya.

Nah...hal yang benar ini sudah dilakukan oleh redaktur majalah mingguan Panyebar Semangat, sambil liputan ngajak anak untuk dikenalin enaknya makan mi lethek mbah Mendes. Dua tujuan tercapai sekaligus.

Rabu, 30 Agustus 2017

Video Liputan Mi Lethek Mbah Mendes

Ada saja orang yg buat video utk mi lethek...simak nih


Meski nDeso Tetap Pede


Nggak usah grogi kalo cuma diremehin orang karena tongkronganmu cuma klas pickup, menumu cuman ndeso dan lethek, masakanmu tanpo msg, tanpo pewarna lan tanpo pengawet, yang penting belanjaan kita klas grosir bukan hanya numpang ngadem di mall, taste kita...rego ndeso roso kutho...
Haha...lu jual gue beli..kita jual ente beli...lah kita pan bakulan...

Senin, 28 Agustus 2017

Kuliner Nusantara ngeliput mi lethek mbah mendes


Ada lagi nih yang chat via WA hendak ngeliput mi lethek. Kali ini dari pegiat kuliner nusantara. Tentu kita tidak pernah menolaknya. Welcome beib...

Otomatis kan kita terbantu dipromosikan di dunia maya, ya bersyukurlah. Apalagi jika channel mereka sudah banyak followernya, semakin banyak dikenal dong kita...

Terima kasih sobat, salam mendes

Sabtu, 26 Agustus 2017

Liputan Vlog Youtube



Ada saja orang yang menawarkan diri meliput warung mi lethek utk ditayangkan di YouTube Channel mereka.

Kenapa tidak? Mereka membantu menyiarken produk kita, keberadaan kita sehingga semangkin dikenal di dunia maya. 

Jika mereka yg meliput temtu lebih menarik dlm membuat video ketimbang liputan sendiri karena mereka sudah biasa dan lebih terlatih...


Ini hasinya, klik aja 
Mi Lethek Mbah Mendes

Liputan Vlog Youtube



Ada saja orang yang menawarkan diri meliput warung mi lethek utk ditayangkan di YouTube Channel mereka.

Kenapa tidak? Mereka membantu menyiarken produk kita, keberadaan kita sehingga semangkin dikenal di dunia maya. 

Jika mereka yg meliput temtu lebih menarik dlm membuat video ketimbang liputan sendiri karena mereka sudah biasa dan lebih terlatih...

Tengkyu beib atas liputannya. Besok kita dikasih link nya aja ya...



Jumat, 25 Agustus 2017

Pelanggan Mi Lethek Mbah Mendes Bersaksi


Priyayi putri sepuh yang masih enerjik ini namanya adalah Ibu Koensoemardiyah Sudarto, pensiunan Dosen Fakultas Pharmasi UGM. 

Entah sudah berapa kali beliau makan di mi lethek mbah Mendes. Hatinya sudah kepranan dengan warungnya yang bersih, higenis dan masak mi lethek tanpa msg.

Makanan sehat rendah karbo menjadi menu yang penting bagi beliau. Bangga rasanya sebab Mendes menjadi pilihan beliau. Nggak mudah merebut kepercayaan dari ahli pharmasi begini loh...

#salammendes

Kamis, 24 Agustus 2017

Mi Lethek Mbah Mendes itu Slow Food




Mi Lethek Mbah Mendes itu made by order, bukan ready stock model fast food. Pelanggan harus rela antri sebentar. Ya! Hanya sebentar beib..

Waktu yang tak berapa lama itu silahkan dipakai untuk interaksi sosial silaturohim dengan sodara, kawan, kolega atau siapapun teman yang anda ajak ke Mendes. Dan crew Mendes akan memprioritskan pesanan minum hadir lebih dahulu...Gitu, maksude...

Jadi jangan harap menggunakan free wifi atau nonton tv di warung. Adanya live music beib...

Slow Food bukan berarti lama mengantri karena chef Mendes sudah dibagi menjadi dua (2) specialis masak, goreng dan godog. Masing2 specialis, sekali masak bisa 7 porsi sekaligus, dengan taste yang sama, bukan one by one...

Silahkan buktikan ke warung, pasti anda akan mendapatkan kenyataan yang kurang lebihnya begitu...

Hahaha...


#SalamMendes

Rabu, 23 Agustus 2017

Mi lethek mBah Mendes Radikal Ndeso




Kalo menganggap Mendes itu restoran, anda ora pener...

Kalo menilai Mendes bergaya Eropah itu keblinger...

Jika nyimpulin Mendes itu Merdeka dari msg, pewarna dan pengawet itu anda super...

Jika mengakui Mendes itu radikal ndeso yang bertaste kota, itu baru pinter...

So,...jangan harap ada wifi dan nobar dengan layar datar lebar...

Sebab adanya mi lethek dan teh tawar...

Dengan live musik yang hingar bingar...



Hahaha...

Selasa, 22 Agustus 2017

Mi Lethek Mbah Mendes Memang Beda



Dalam judul menu, fanpage fb, instagram, kertu nama, website, flyer, dll...kami selalu mengatakan “Warung Mi Lethek Mbah Mendes”, bukan Restauran..

Konsep kami pun berbeda, bukan dengan kursi makan yang ergonomisnya tegak supaya orang makan lekas pergi, melainkan dengan kursi santai model resban biar pelanggan lama-lama di warung...

Dan sudah diteliti oleh Google bahwa rata-rata pelanggan Mendes berdiam di warung selama 1,5 jam. Ini merupakan waktu silaturohim yang berkualitas beib..

Karena Mendes bukan hanya menjual makanan yang enak dan sehat, tetapi menyediakan tempat makan yang nyaman model warungan ndeso, bukan Eropah.

Pelanggan boleh makan sambil jigang, duduk silo...pokokmen sak bahagiamu...sambil mendengarkan alunan musik kenangan masa lalu macam Koesplus, Panbers, Campursari dll...

Senin, 21 Agustus 2017

I Hate Monday

Alhamdulilah estilah itu enggak berlaku untuk Mendes. Karena setiap hari adalah berkah yang wajib disyukuri...

Hari Senen pun tetap banyak pelanggan seperti hari biasanya. Mereka tidak lupa bahagia bersama Mendes...


Minggu, 20 Agustus 2017

Mi Lethek Makin Disuka




Kecenderungan warung semakin ramai pelanggan itu terasa dan signifikan sehingga Mendes perlu tambahan tempat duduk lagi.

Terlebih saat weekend, banyak pelanggan yang betah ngobrol sambil ndengarin live music meski makanan sudah ludes disantap. Inilah yang menyebabkan warung berasa penuh dan kursinya menjadi kurang.

Beberapa pelanggan sampai tidak kebagian nyanyi karena antrian antusias menyanyi dari pelanggan cukup banyak.

Pokokmen sak bahagiamu, stop WA anda sejenak, selfi sajalah saat nyanyi, berinteraksilah sosial dengan sodaramu saat di Mendes...

mi lethek disuka dosen Fakultas Ekonomi UAJY





Sehari sebelumnya saya appoinment via WA dengan Om Tony Pongoh untuk datang ke Mendes Jl Paris ngecek taste mi goreng, apakah masih ajek enak?

Kenapa saya meminta dia? Karena dia memang petualang kuliner sehingga ulasannya kami harapkan.

Jebulane dia ngajak konco yang bernama Samiaji Sarosa sak keluarga. Dan edannya lagi, mereka adalah adik angkatan di SMA De Britto, kita kenalnya liwat nyek-nyekan di medsos, itu adalah ciri khas cah jb, gojek kere...hehehe


Dan baru kali ini bisa bertemu. Sayang ora nggowo buku tulisane, padahal saya tertarik sama buku tulisane sing bercover biru jew... Samiaji Sarosa ini berprofesi sebagai dosen Fak Ekonomi di UAJY..pantesan sekolahe tekan PHD...cen pinter tenan dikau broo...

Ngunu yo dokoh makan mi lethek...

Jumat, 18 Agustus 2017

Great Corolla Club Yogya Rapat Touring di Mendes



Saya member JEC (Jogya El300 Community) boleh saja berkawan dengan GCCYogya (Great Corolla Club Yogya), why not? Namanya juga Mendes...jadi semua orang adalah kawan...


Nah, kali ini GCCYogya rapat di Mendes dalam rangka persiapan touring ke Jatim...keren kan? Mereka rapat sampai jam 24.00, melebihi jam tutup warung, nggak popo beib...crew Mendes sudah pada pulang duluan, saya tungguin sak bahagiamu beib..


Terima kasih sudah memakai warung untuk rapat...
Salam mendes

Kamis, 17 Agustus 2017

Virus Mendes bikin ketagihan




Testimoni Pelanggan

Pada tanggal 12/8/17 datang ke warung dan kemudian meninggalkan nomor WA pada secarik kertas serta bukti photo berdua. Nomor WA saya masukin android kemudian saya chat "terima kasih sudah mampir mas..."

Dan tak berapa lama dijawab begini :

"Iya mas Hanung.. saya sdh bbrp kali makan di Mi Lethek.. tapi baru tadi ingin kenal dgn yg punya resto tsb yg katanya alumni JB... Saya JB Lulusan 74. Nuwun.."

Nah, pada tanggal 15/8/17 datang lagi mengajak kawan, begini kesaksiannya :

"Mas Hanung, tadi saya dan istri nraktir ngajak makan Romo Nanang Hardiyono Pr di Mi Mendes. Beliau pimpinan seminari Pematang Siantar, Sumatra Utara yg sedang berkunjung ke Jogja. Ngobrol2 asyik sama Kamas Ipene mas Hanung ya(?) Tapi saya blm tau namanya. Setelah selesai.. mau bayar ..eh jebul ordernya untuk Romo digratisin.. maturnuwun.. 👍👍.
Semoga Mi Mendes tetap laris. Berkah Dalem.."

Memang kami sering nraktir rohaniawan seperti romo, biksu, ustads, suster, dll...anda mungkin bilang ini modus, tapi kami melakukannya dengan ihklas ...haha

#salammendes

Rabu, 16 Agustus 2017

Think out the bothak...




Era digital begini kalo anda Cuma berpikir diluar kothak, atau bahkan tanpa kothak itu sudah usang, harusnya anda berpikir sampai bothak hahaha...

Bicara soal bothak, saya jadi ingat pada suatu chalange untuk menjual sisir pada sebuah biara Shaolin. Trainernya memang edan, orang bikshu shaolin kan gundul, dibothakin semua, jelas kagak perlu sisir lah, mana mungkin mereka mau membeli sisir? Bothak tuh pikiran ente...

Saya dengan tenang masuk ke shaolin yang memang adem dan tenang situasinya. Nuasanya begitu damai dengan rindangnya pepohonan serta cuitan burung di sekitar biara. Teecu menemui Suhu untuk menawarkan sisir. Jawaban Suhu tentu sudah bisa ditebak kan? Dengan halus, lembut dan hangat serta ramah “Omitohud ..Suhu tidak bisa membantu membeli sisir karena tidak membutuhkannya...”

Hari kedua, dengan modal respons hangat dari Suhu, maka teecu mohon menghadap lagi. Kali ini teecu mohon ijin untuk menawarkan sisir pada pengunjung biara yang hendak berdoa. Suhu tersenyum. Dan atas kebaikan Suhu, teecu diperbolehkan menawarkan sisir asal tidak berisik dan mengganggu ketenangan umat yang hendak berdoa. Lumayan beberapa sisir bisa laku terjual.

Sebulan hilir mudik jualan sisir di biara Shaolin, teecu menjadi akrab dengan Suhu meski keyakinan kami berbeda. Akhirnya pergumulan pemikiran teecu sampaikan kepada Suhu. Bagaimana kalau sisir ini kita gravier nama biara dan kita jadikan souvenir? Nanti sedikit keuntungannya kita belikan lilin untuk biara. Sekali lagi Suhu hanya tersenyum sambil mengangguk..

Hasilnya? Hampir semua pengunjung membeli sisir, bahkan banyak yang memberikan uang lebih dari harga sisir yang ditawarkan.

Kesimpulannya, agar supaya tidak kelihatan bothak, pakailah blangkon...modyaar hahaha...



#salammendes

Selasa, 15 Agustus 2017

Teknik Funneling




Banyak pebisnis pemula melakukan kesalahan tanpa menyadarinya, yaitu membuka usaha begitu saja sesuai hari dan tanggal baik menurut dia tanpa atau lupa untuk memperbanyak calon konsumen terlebih dahulu.

Mendes pun mengalami hal seperti itu. Butuh waktu 6 bulan untuk bertahan hidup hingga tabungan hampir terkuras habis untuk menggaji karyawan dan operasional. Beruntung ada station TV yang datang meliput atas kerajinan Mendes rajin posting artikel di Medsos. TV lah yang membomingkan calon konsumen.

Jadi, jika anda langsung berjualan dengan harga yang relatif wajar sekalipun, anda akan tetap sulit sekali mendatangkan calon konsumen.

Nah sekarang anda saya kasih info bahwa ada teknik pemasaran bisnis yang sangat inspiratif yaitu dengan menggunakan jurus funneling. Funneling disini berarti corong. Tujuan utamanya adalah untuk lebih dahulu menumpulkan sebanyak mungkin calon konsumen.

Untuk lebih jelasnya saya akan kasih contoh bagaimana teknik pemasaran ini bekerja.

Ada sebuah bengkel mobil yang bernama Banoli Variasi di Kebumen. Bengkel ini mempekerjakan 1 orang tenaga serabutan yang kerja utamanya hanya menepuk lalat karena saking sepinya...hahaha

Sebut saja owner bengkel itu bernama Rudy (nama samaran), dan dia sudah memasang banner gede di depan bengkelnya yang bertuliskan “Distributor Oli, Distributir Accu” tetapi tetap saja bengkelnya sepi pelanggan.

Suatu saat Presidium DBBC datang ke bengkel tersebut dengan nakal langsung menuliskan secara mencolok kata” GRATIS” pada banner tersebut. Tentu saja Rudy menjadi bingung, apanya yang hendak digratiskan?

Namun karena intuisi bisnis Koh Rudy yang aseli Yogya ini cukup tajam, maka munculah ide untuk menggratiskan ongkos ganti oli, gratis ongkos cek rem, gratis isi angin ban sampai njebluk, gratis semir ban biar hitem mengkilap, gratis pasang bolam lampu, dll.

Gaya koh Rudy semakin berani dengan memasang banner menjelang lebaran, “Sebelum Mudik Lebaran, Cek rem GRATIS dulu daripada blong” Banner provokatif begini membuat beberapa pelanggan tergiur mampir ke bengkel.

Memang benar, sesuai janjinya ongkos pemasangan GRATIS. Tetapi saat spare part harus diganti, onderdil itu saja yang harus dibayar. Ciamik bukan? Ini adalah langkah awal untuk memperbanyak lead (calon konsumen) bukan pelanggan. Langkah berikutnya adalah menjadikan calon konsumen yang tergiur datang itu menjadi pelanggan.

Pada tahap ini, yakinkan bahwa anda tidak bohong. Tunjukkan spart part rem dan ukur ketebalannya yang ternyata tinggal 0,7 dan tunjukkan di manual book standard seharusnya adalah 2.1. Clear bukan? Calon konsumen anda akan manthuk2 percaya dan lebih dari itu hatinya sudah klik dengan anda. Dia jadi pelanggan Banoli Variasi! Jleeeb...

Dan anda tahu? Bengkel banoli variasi sekarang sudah ada 3 buah cabangnya dengan karyawan sudah puluhan orang. Itu karena koh Rudy sangat ulet bukan karena dia dapat warisan ...hahaha...



Salam Mendes

Senin, 14 Agustus 2017

Mi lethek kirim ke Jakarta lagi

Lega rasanya bisa menuntaskan pesanan 100 kg mi lethek kering gelombang ke 3 untuk Jakarta. Paket pengiriman macam Hira Express sangat membantu kita untuk mengantar mi lethek sampai alamat tujuan.







Minggu, 13 Agustus 2017

Mas Guru De Britto Selfie di Mendes



Mas Herman Joseph Sriyanto ini profesine Guru Matematika di SMA Kolese De Britto. Seingat saya sudah 2x saya berjumpa langsung di warung, salah satunya saat peluncuran bukunya Personal Branding karya Om Alb Agung Kunto Anggoro. Entah sudah berapa kali dia ke warung tak jumpa denganku...

Point pentingnya adalah, "keroto bosone guru yoiku digugu lan ditiru". Perilaku selfie di Mendes ini baik karena ada kepedulian akan makanan lokal sehat. Semoga kelak banyak murid dan alumni de britto selfi di warung Mendes...menggugu dan meniru gurunya!


Pokokmen iyik, ora ono kaitane karo matematika yo wis ora popo, sing penting teko selfi neng Mendes...ora nggugu lan niru berarti kapyuk kuah...

Hahaha...

Sabtu, 12 Agustus 2017

Jaringan pertemanan alumni de britto bikin happy




Punya link pertemanan alumni de britto memang gak pernah mati gaya. Ada saja alumni senior yang mendarat di warung.

Kehadiran mas Haji Datuk Sweida Zulalhamsyah sampai saya tidak tahu dan otomatis tidak nemoni. Beliau hanya meninggalkan jejak selfi pertanda bukan hoax....

Demikian pula kamas Bambang Tripriatmoko JB 74 ini ternyata sudah berkali-kali ke Mendes. Dan baru malam ini mengenalkan diri kepada kami, yuniornya.

Maaf suheng, bukan kita sombong bahwa ada gunung Thaihangsan yang menjulang tinggi tidak kelihatan, hanya karena kebodohan teecu saja sampai tidak mengenal suheng...

Mohon petunjuk para pangcu...dan salam hormat mendes..

Jumat, 11 Agustus 2017

Reuni SMA di helat di Mi lethek mbah Mendes



Entah karena efek Obama, atau entah karena penasaran akan rasa lezatnya mi lethek mbah Mendes, faktanya baik warung Meguwo maupun Jl Paris pada malam yang sama dipakai untuk reuni SMA.

SMA N 1 Klaten angkatan tahun 1980 reuni di Mendes Meguwo sambil nyanyi bareng-bareng diiringi orgen tunggal crew musik Mendes. Pokokmen kagak ada suara sumbang, semua terdengar merdu ditengah kumpulan rindu yang sudah puluhan tahun tidak bertemu...


Sementara warung Mendes Jl Paris dipakai reuni sebuah SMA yang alumninya banyak datang dari luar kota macam Cilegon, Jakarta, dll.. Mereka berkata 40 tahun tidak ketemu beib, hampir hilang ingatan akan wajah2nya, hanya gaya dan nada bicara yang mengingatkannya...

Masa-masa indah kala SMA dekade 80. Celana cutbray, rambut gondrong, lagu Koesplus, Ebit G Ade, film Galih dan Ratna, yang rada seronok film macam Private Teacher dari Edwigh Fenech...semua terdengar dibahas dengan ngakak-ngakak...indahnya silaturohim di Mendes, privaci tidak terganggu beib..

Wis kono,,,,sak bahagiamu kita ladeni beib...

#salammendes

Kamis, 10 Agustus 2017

Mi lethek kering 100 Kg kirim Jakarta






Jalan untuk me-lethek-kan Indonesia semakin terbuka lebar. Berbagai kota sudah minta untuk dikirimi mi lethek kering beserta cara untuk memasaknya.

Bagai air mengalir, mi lethek semakin mewabah kemana-mana. Slow but sure, pelan tapi pasti mi lethek akan sampai ke kota anda.

Ini merupakan paket kiriman 100 kg gelombang kedua, gelombang ketiga sudah masuk proses order. Dan dalam waktu dekat akan masuk Jakarta.

Jadi...suatu saat anda tidak usah tergantung kepada beras padi yang high carbo karena mi lethek sanggup menggantikannya, lebih sehat karena rendah karbo dan bahkan boleh dibilang gluten free.

Bagaimana? Mau order jugak? WA aja ke 0852 9313 7649
Hahaha...
#salammendes

Rabu, 09 Agustus 2017

Gojekin mi lethek beib...



Sehabis mahgrib warung kelihatan sepi dan lengang, hanya ada satu pelanggan ...seorang gojek yang sedang menunggu sambil minum free teh anget... tetapi kenapa seluruh crew Mendes sibuk...terutama chef Mendes sibuk memasak?

Jebul seorang gojek ordernya cukup banyak porsinya...katanya untuk tamu hotel yang barusan cek in dan tiba dari Jakarta.

Jaman sekarang fenomena seperti ini menjadi sesuatu hal yang lumrah dan biasa. Praktis jugag, karena sehabis mandi dan berbenah diri di hotel, makanan sudah tersedia siap makan...

gojekin ajah beib...

Selasa, 08 Agustus 2017

Ibu2 PKK Keparakan makan malam mi lethek



Malam ini Mendes meriah...pas banyak pelanggan...hadir rombongan ibu2 PKK Keparakan...tambah gumyah.

Dua wanita berkumpul aja ramainya kayak pasar...ini serombongan wanita datang berjamaah...wuiih ramainya kayak sekatenan beib...menyenangkan...

Hebohnya lagi, sehabis makan mendadak ada tambahan order 8 porsi mi goreng untuk dibungkus, nunggu antri dimasakin makin meriah...


Hokya hokya...haha

Senin, 07 Agustus 2017

Mi lethek ketamuan dokter dari Semarang


Tamu Mendes kali ini paramedis dari Semarang, yaitu Dr. dr. Havadi Wibisono MPH, dr. Herawati Spa(K), dan Ir. Bambang S Wijanarko.

Mereka ada acara di Yogya, entah apa acaranya tetapi yang penting mereka merapat ke Mendes untuk dinner sambil menyumbangkan suara emasnya pada live music di Mendes.

Minggu, 06 Agustus 2017

Brigjen Hari Mulyono dinner di Mendes



Mohon ijin nyotret nDan...

Brigjen Hari Mulyono mantan Dan KU Yogya sidak di Mendes. Beliau duduk paling kiri baju hitam. Saat datang cuma berdua dengan estri, lantas tilpun beberapa anak buah untuk datang merapat ke Mendes...

Dan KU aktif sebelumnya juga sering hadir di Mendes dengan kendaraan dinesnya Jeep Mercy bersama beberapa anak buah, cuma tidak pernah mau di photo...


Maka saya selalu mohon ijin untuk motret dan posting dari pada disuruh push up banyak kali...hahaha..

Sabtu, 05 Agustus 2017

Pelanggan mi lethek dari Cirebon



Korban Obama

Engkoh yang satu ini aseli Cirebon kerja di Jakarta saat dines ke Yogya nginep di daerah Kemetiran, naik gojek makan mi lethek di Meguwo.

Saya ngerasa aneh aja, sendirian naik gojek...nafsu amat?

Akhirnya kita dekati utk ngobrol...

"Saya penasaran, Obama aja udah kesini, masak saya malah belum...makanya ini saya paksain ke sini pak...dan ternyata nggak bohong, enak beneran pak...saya nyobain mi godog dan mi goreng sekaligus biar ntar bisa kasih rekomen akurat pada teman yang penasaran ama mi lethek..."




Makasih ya pak...




Orang Tionghoa yg lucu...gojeknya suruh nunggu dia makan dan gojek dia belikan mi goreng. Pulangnya order gojek itu lagi secara manual...ono2 wae babahe iki.
.

Jumat, 04 Agustus 2017

mi lethek mbah mendes turut berbela sungkawa


Dr. Ryan Thamrin pernah hadir di warung mi lethek mbah Mendes dalam rangka shooting untuk pengambilan gambar sebagai bahan acara Dr. Oz. Saat itu masih kelihatan sehat meski sudah sedikit kurusan. Tapi mana kita tahu kalau sebagai public figur dia sedang diganjar penyakit kanker otak?

Selamat jalan dokter. Smoga khusnul khotimah...

Kamis, 03 Agustus 2017

Wisatawan asing pun suka mi lethek


Wisatawan asingpun semakin banyak yang datang ke Mendes baik pesan ataupun makan di tempat. 

Kebanyakan mereka mendapat informasi keberadaan warung mi lethek mbah Mendes dari hotel tempat mereka menginap, di daerah Prawirotaman. Hotel di daerah tersebut semakin sering memberikan rekomen ke Mendes,,,

Beberapa turis asing yang sudah mampir diantaranya dari Australia, Belanda, German, Perancis, Switzerland, Inggris, USA, Jepang, Thailand, Spanyol, dll.

Nah, malam ini hadir 2 pria Perancis yang tengah berlibur di Yogya. Juli - Agustus adalah bulan holiday bagi mereka, dan Indonesia masuk dalam destinasi mereka karena orang Indonesia terkenal ramah.

Mereka hadir di Mendes saat warung sedang ramai sehingga mereka menjadi perhatian banyak pelanggan karena nyerocos pakai bahasa Perancis dicampur  bahasa enggres yang belepotan, sehingga membuat mbah Mendes confusing dan cengengesan tidak mudeng...wkwkw

Namun dengan semangat tulus sebagai tuan rumah yang baik, akhirnya komunikasi yang akrab bercampur bahasa enggres yang patah2 serta isyarat yang interaktif bin lucu, jadilah mereka pesan 2 mi goreng serta 5 bungkus es jeruk. Mereka pesan ke Mendes karena mendengar bahwa Mendes dimasak without msg, you know...

Pokokmen horee beib...

Rabu, 02 Agustus 2017

Atiek CB Dinner On Mendes





Kalo anda kenal rocker cewek yang tinggal di Amrik ini, artinya anda nggak muda lagi. Dia adalah Atiek CB...dan dia makan mi lethek di Mbah Mendes. Tapi dia nggak mau nyanyi karena satu lagu royaltinya puluhan juta, Mendes nggak siap mbayar beib...

Tapi tolong renungkan baik-baik...artis sekaliber Atiek CB, mantan presiden USA sekaliber Barack Obama, Gubernur DKI sekaliber Pak Djarot dll sukak mi lethek, apa sih yg bikin mereka tertarik melahapnya?


Mau tahu jawabannya? Datang aja ke Mendes ...

Hahaha...

#salammendes

Selasa, 01 Agustus 2017

Sego godog van Mendes



Testimoni Provokatif


Ada-ada saja caranya pelanggan mengungkapkan kepuasan kenikmatan mendes, salah satunya dengan kirim gambar Sego Godog van Mendes dengan quote provokatif di bawahnya.

"Sing rung tau ngrasake Sogo Godoge mbah Mendes uripe rung bahagia tenan"

Bagi dia, bahagia itu simple, makan sego godog van Mendes! Sangat provokatif bukan?

Tapi anda jangan lantas percaya begitu saja, semua itu harus dibuktikan kebenarnya. Datang saja ke warung kalo pengin bahagia...

Hahahaha
#salammendes