Selasa, 15 Agustus 2017

Teknik Funneling




Banyak pebisnis pemula melakukan kesalahan tanpa menyadarinya, yaitu membuka usaha begitu saja sesuai hari dan tanggal baik menurut dia tanpa atau lupa untuk memperbanyak calon konsumen terlebih dahulu.

Mendes pun mengalami hal seperti itu. Butuh waktu 6 bulan untuk bertahan hidup hingga tabungan hampir terkuras habis untuk menggaji karyawan dan operasional. Beruntung ada station TV yang datang meliput atas kerajinan Mendes rajin posting artikel di Medsos. TV lah yang membomingkan calon konsumen.

Jadi, jika anda langsung berjualan dengan harga yang relatif wajar sekalipun, anda akan tetap sulit sekali mendatangkan calon konsumen.

Nah sekarang anda saya kasih info bahwa ada teknik pemasaran bisnis yang sangat inspiratif yaitu dengan menggunakan jurus funneling. Funneling disini berarti corong. Tujuan utamanya adalah untuk lebih dahulu menumpulkan sebanyak mungkin calon konsumen.

Untuk lebih jelasnya saya akan kasih contoh bagaimana teknik pemasaran ini bekerja.

Ada sebuah bengkel mobil yang bernama Banoli Variasi di Kebumen. Bengkel ini mempekerjakan 1 orang tenaga serabutan yang kerja utamanya hanya menepuk lalat karena saking sepinya...hahaha

Sebut saja owner bengkel itu bernama Rudy (nama samaran), dan dia sudah memasang banner gede di depan bengkelnya yang bertuliskan “Distributor Oli, Distributir Accu” tetapi tetap saja bengkelnya sepi pelanggan.

Suatu saat Presidium DBBC datang ke bengkel tersebut dengan nakal langsung menuliskan secara mencolok kata” GRATIS” pada banner tersebut. Tentu saja Rudy menjadi bingung, apanya yang hendak digratiskan?

Namun karena intuisi bisnis Koh Rudy yang aseli Yogya ini cukup tajam, maka munculah ide untuk menggratiskan ongkos ganti oli, gratis ongkos cek rem, gratis isi angin ban sampai njebluk, gratis semir ban biar hitem mengkilap, gratis pasang bolam lampu, dll.

Gaya koh Rudy semakin berani dengan memasang banner menjelang lebaran, “Sebelum Mudik Lebaran, Cek rem GRATIS dulu daripada blong” Banner provokatif begini membuat beberapa pelanggan tergiur mampir ke bengkel.

Memang benar, sesuai janjinya ongkos pemasangan GRATIS. Tetapi saat spare part harus diganti, onderdil itu saja yang harus dibayar. Ciamik bukan? Ini adalah langkah awal untuk memperbanyak lead (calon konsumen) bukan pelanggan. Langkah berikutnya adalah menjadikan calon konsumen yang tergiur datang itu menjadi pelanggan.

Pada tahap ini, yakinkan bahwa anda tidak bohong. Tunjukkan spart part rem dan ukur ketebalannya yang ternyata tinggal 0,7 dan tunjukkan di manual book standard seharusnya adalah 2.1. Clear bukan? Calon konsumen anda akan manthuk2 percaya dan lebih dari itu hatinya sudah klik dengan anda. Dia jadi pelanggan Banoli Variasi! Jleeeb...

Dan anda tahu? Bengkel banoli variasi sekarang sudah ada 3 buah cabangnya dengan karyawan sudah puluhan orang. Itu karena koh Rudy sangat ulet bukan karena dia dapat warisan ...hahaha...



Salam Mendes