Rabu, 16 Agustus 2017

Think out the bothak...




Era digital begini kalo anda Cuma berpikir diluar kothak, atau bahkan tanpa kothak itu sudah usang, harusnya anda berpikir sampai bothak hahaha...

Bicara soal bothak, saya jadi ingat pada suatu chalange untuk menjual sisir pada sebuah biara Shaolin. Trainernya memang edan, orang bikshu shaolin kan gundul, dibothakin semua, jelas kagak perlu sisir lah, mana mungkin mereka mau membeli sisir? Bothak tuh pikiran ente...

Saya dengan tenang masuk ke shaolin yang memang adem dan tenang situasinya. Nuasanya begitu damai dengan rindangnya pepohonan serta cuitan burung di sekitar biara. Teecu menemui Suhu untuk menawarkan sisir. Jawaban Suhu tentu sudah bisa ditebak kan? Dengan halus, lembut dan hangat serta ramah “Omitohud ..Suhu tidak bisa membantu membeli sisir karena tidak membutuhkannya...”

Hari kedua, dengan modal respons hangat dari Suhu, maka teecu mohon menghadap lagi. Kali ini teecu mohon ijin untuk menawarkan sisir pada pengunjung biara yang hendak berdoa. Suhu tersenyum. Dan atas kebaikan Suhu, teecu diperbolehkan menawarkan sisir asal tidak berisik dan mengganggu ketenangan umat yang hendak berdoa. Lumayan beberapa sisir bisa laku terjual.

Sebulan hilir mudik jualan sisir di biara Shaolin, teecu menjadi akrab dengan Suhu meski keyakinan kami berbeda. Akhirnya pergumulan pemikiran teecu sampaikan kepada Suhu. Bagaimana kalau sisir ini kita gravier nama biara dan kita jadikan souvenir? Nanti sedikit keuntungannya kita belikan lilin untuk biara. Sekali lagi Suhu hanya tersenyum sambil mengangguk..

Hasilnya? Hampir semua pengunjung membeli sisir, bahkan banyak yang memberikan uang lebih dari harga sisir yang ditawarkan.

Kesimpulannya, agar supaya tidak kelihatan bothak, pakailah blangkon...modyaar hahaha...



#salammendes