Senin, 23 Oktober 2017

Penjara Pikiran




Penemu sikat gigi modern adalah orang Inggris bernama William Addis. Dia memakai tulang yang dilubanginya kecil-kecil, kemudian mengisinya dengan bulu binatang, serta mengelemnya menjadi satu.

William pun menjadi jutawan setelah idenya dikembangkan menjadi sikat gigi berbulu nilon dan diproduksi oleh perusahaan Amerika bernama ‘Du Pont’ pada tahun 1938.

Tahukah Anda, bahwa saat William Addis menemukan konsep sikat gigi, ia sedang mendekam di penjara?

Tubuhnya di penjara, tapi pikirannya tidak terpenjara.

Sementara banyak orang yang tidak di penjara, tetapi seringkali memenjarakan pikirannya sendiri.

Penjara itu berupa kata-kata:

“Tidak mungkin”,
“Tidak bisa”,
“Tidak mau”,
“Tidak berani”, dan tidak tidak lainnya, yang kerap menjadi penghalang kita untuk berkembang.

Sang Pencipta memberikan kita potensi untuk dikembangkan, secara positif dan semaksimal mungkin.

Jadi, jangan mengizinkan keadaan apapun memenjarakan pikiran kita dengan vonis berkata “tidak”

Mulailah memikirkan sebuah kemenangan daripada sebuah kekalahan.

Tahukah anda bahwa awalnya saya melihat mi lethek itu sebagai sebuah mi yang ruwet. Banyak orang mengatakan tidak mungkin bisa bersaing dengan mi instan yang sudah kuat sekali mencengkeram konsumen.

Anda ingat? Didunia ini selalu ada dualisme. Ada lelaki ada perempuan. Ada kelebihan ada kekurangan. Saya hanya melototi bahwa di dalam setiap kelemahan pasti ada kelebihan. Didalam kelethekan ada kesehatan, bukankah ini ide yang simple?

Anda perlu keteguhan hati bagai banteng yang siap menyundang matador yang ditonton banyak orang. Anda harus bayangkan sekokoh batu karang yang tidak lekang oleh panas-teriknya mentari, gempuran ombak, dan guyuran hujan
.
Jangan kaget bila justru orang terdekat anda nyinyir ikut memvonis usaha anda dengan berkata “tidak” but the show must go on...

Sekarang giliran anda. Cobalah buka sedikit pintu Penjara Fikiran anda....lihatlah diluaran sana, ada mi lethek yang siap disantap...

Hahaha...
#salammendes