Senin, 18 Desember 2017

KEBANAN





Saat melintas di Jl Mangkubumi, kulihat ada seorang miskin yang berjalan sempoyongan karena mungkin lapar dan akhirnya dia duduk dipinggiran pot besar untuk melepas lelah sejenak.

Saat itu saya bersyukur bahwa untuk urusan perut bukan menjadi kendala bagiku. Begitu sampai di warung mau makan dan minum banyak variasinya. Tinggal bilang anak buah yang ada di warung, makan tersedia cukup...


Di saat orang miskin itu duduk melepas penat, melintaslah di depannya pengemis berbaju compang-camping. Orang miskin itu menghela nafas dan bersyukur, masih untung dia tidak menjadi pengemis.

Pengemis itu berjalan ke arah Tugu. Mendadak dari barat terdengar raung sirine ambulance membawa orang sakit menuju RS Sardjito. Kontan pengemis berhenti dan menghela nafas. Bersyukur dia tidak sakit, kalo sakit dia tidak dicover BPJS karena belum ndaftar.

Orang sakit yang ada di ambulance itu sering meringis kesakitan saat ambulance bergoncang agak keras. Setalah di UGD diperiksa dokter, dia harus mondok dan dibawa masuk ke bangsal opname.

Saat dibawa ke bangsal dia berpapasan dengan pasien yang baru saja meninggal yang diiringi isak tangis keluarganya.
Pikiran orang sakit ini tercenung, ah...bersyukur aku masih hidup, hanya sakit, aku harus sembuh...

Hanya orang mati sajalah yang tidak bisa bersyukur, baik mati raganya mauun mati imannya. Oleh karena itu selagi masih hidup bersyukurlah dalam segala hal.

Jadi...meski semalem saat melintas di jl Mangkubumi njur ngelindas paku sehingga pagi ini kebanan, tetaplah bersyukur...

#salammendes
#tempatnongkrong