Sabtu, 31 Maret 2018

Makan enak ya di Mendes



Pelanggan ini datang dari Jakarta. Selama 4 hari di Yogya sudah 2x mampir ke Mendes. Pertama kali datang sang suami kagak begitu pedhe ngajak estri dan kedua anak lelakinya karena mereka termasuk kikrik soal makan. Tak disangka taste mendes cocok dengan selera mereka. 

Awalnya pesan satu porsi untuk dicoba bersama-sama, tetapi setelah mencicipi pesanannya, mereka pesan lagi 3 porsi dengan menu yang berbeda. Malam pertama mereka makan denga puas dan lahap. 

Hari kedua dan ketiga mereka mencoba kuliner di lain tempat, hari terakhir mereka kembali lagi ke Mendes. Teko pisan dadi tuman, enak sih... 

Hahahaha... 
#salammendes

Jumat, 30 Maret 2018

Makan Enak Penuh Pembeli



Sebuah ikon kuliner untuk menjadi terkenal itu harus mempunyai citarasa yang enak. Ini dibuktikan dengan warung mi lethek mbah Mendes. 

Meski mi lethek adalah makanan lokal tetapi tidak kalah bersaing dengan makanan dari luar yang harganya jauh lebih mahal, mi mendes cukup murah tapi roso tidak kalah.

 Mi lethek mbah Mendes setiap liburan sudah menjadi tujuan wisata kuliner enak di Yogya selain gudeg. Kondisinya selalu rame dikala liburan dan pembeli tidak usah kawatir menunggu terlalu lama karena warung mendes sudah menerapkan masak secara massal dengan citarasa standard. 

Coba saja mampir kesana... #salammendes

Kamis, 29 Maret 2018

De Britto 65 Menclok Ke Mendes


Hampir setiap malam ada saja manuk de britto yang menclok di warunge mBah Mendes. Bagai bola salju bahwa informasi warung mendes milik alumni de britto menjalar dari kuping ke kuping para manuk. Sehingga saat waktunya tepat, mereka satu persatu menclok mengenalkan diri. Terima kasih sudah mampir Mas Harry Purwanto JB 65, senior kita... 

Salam mendes

Rabu, 28 Maret 2018

Makan enak di Yogya




Besok adalah long weekend karena liburan Paskah. Bila anda di Yogya, nggak afdol kalo nggak mampir di Warung Mi Lethek Mbah Mendes.

Jelas terpampang disana ada mi lethek yag diproses dan diolah secara sehat. Ini bukan hoax, tetapi suer bebas micin beib...


Buktikan rasanya, pokoknya harga ndeso roso kuto, teko pisan dadi tuman...

Hahaha..

Selasa, 27 Maret 2018

Pasar Bringharjo Buka Malam




Kenap tidak? Justru itu yang ditunggu. Pemkot Yogyalah yang sehausnya segera memfasilitasi para UMKM untuk dagang di jalanan kidul pasar Bringharjo. Lapaknya harus knockdown semacam food truck lah, why not?

EO yang belum pengalaman bila ada proyek one day tour de Yogya pasti pagi hari bis pariwisatanya sampai titik nol kilometer, ini salah besar. Harusnya pagi hari itu dibuang ke pantai Gunung Kidul atau Bantul, ada juga Merapi tour, Prambanan atau Borobudur, sedemikian banyak tempat tujuan wisata Yogya.

Nah, sorenya selepas ndelok sun set di pantai atau gunung, otw lah ke titik nol kilometer Yogya. Kawasan Malioboro itu sekarang indah jika dilihat pada malam hari. Ini merupakan mahnet wisata paling kondyang sepanjang sejarah Yogyakarta.

Ide Om lurah pasar Bringharjo Gunawan Nugroho Utomo untuk membuka pasar Bringharjo buka sampai malam layak disambut gembira. Karena ini bisa menjadi ikon wisata belanja tersendiri. Mosok Bringharjo yang kondyang itu hanya buka sampai jam 5 sore, ini kebangetean mbree...

Namun infra strukturnya harus ditata baik-baik biar kelak tidak timbul masalah pelik dengan PKL, mengingat ini urusan perut rakyat bawah. Kosepnya PKL yang jualan disitu adalah bersifat knock down, siang hari harus bersih. Ini khusus di sepanjang jalan kidul pasar Bringharjo dan jalanan timur Taman Pintar. Semacam food court sepanjang jalan dengan aneka jajanan khas Yogya....fenomenal kan?

Jalanan disamping Taman pintar harus dibuat terang benderang supaya tidak berkesan serem hingga calon pelanggan takut lewat situ, bukankah CSR BNI siap mendanai?

Kidul Pasar Bringharjo itu kan ada 2 buah jembatan penyebarangan, nah lapak dibawahnya harus ditata bersih dan kelak trotoar sisi selatan agak diperlebar. Lapak berupa food truck bisa di jalanan bawah jembatan. Ini lokasi ring satu wisata mbree...

Sekarang pikirkan saja tempat parkir speda motornya mbree...pie om lurah idemu? Plencing godoge dihabiskan sik...

Hahaha....
#Salammendes

Senin, 26 Maret 2018

Kamar Mandi Mendes Sorobayan



Kamar mandi merupakan fasilitas yang penting untuk sebuah warung. Konon orang Jepang melihat kebersihan warung dari kamar mandinya. 

Oleh karena itu Mendes memprioritaskan pembuatan kamar mandi sebagai fasilitas standar warung. Instalasi air limbah menjadi perhatian kami supaya terintegrasi dengan air bekas cuci piring supaya kelak enggak gampang mampet. Terima kasih.

Kamis, 22 Maret 2018

Lay out kamar mandi dan mushola



Masih kejar waktu neruskan rehab bangun kamar mandi dan dapur, semoga lebaran depan sudah siap pakai.

Untuk kenyamanan pelanggan kita siapkan 2 buah kamar mandi dan sebuah mushola.

Pelan tapi pasti, setahap demi setahap seng galvalum untuk atap dapur sudah manis terpasang mantab. Sehingga tukang bisa konsentrasi bikin kamar mandi dan tatakan kompor.

Salam mendes

Selasa, 20 Maret 2018

Angkasa Pura Yogya dinner di Mendes




Entah sudah berapa kali karywan PT Angkasa Pura Yogya ini hadir ke Mendes, rasanya sudah lebih dari 4 kali deh... 

Tentu ini menunjukkan bahwa taste mendes sesuai dengan selera mereka. Banyak rombongan yang seperti ini, dan kami sangat berterima kasih atas kepercayaan para pelanggan ini. 

#salamsehatmendes

Jumat, 16 Maret 2018

Reuni Alumni Stece 80 di Mendes



Hukumnya itu begini, dua orang nenek-nenek berkumpul, ramainya seperti pasar tradisional.

Nah sekarang bayangkan, dua puluhan nenek Stece yang cantik angkatan tahun 80 an berkumpul reuni temu kagen di Mendes, ramainya kan seperti pasar malam.

Sepi hanya sesaat, yaitu ketika action photo bareng...
Hahaha...

Kamis, 15 Maret 2018

Tek Tok Bersama Kawanmu






Bohong besar seandainya saya ngaku kenal mereka, bahkan di saat SMA pun hanya sebatas kenal kethek, ngerti rupo gak ngerti nama, apalagi berbeda klas, saya Paspal dan mereka IPS atau Bahasa, kumpulan orang2 aneh serta nyentrik.

Saya sebut nyentrik karena dari merekalah muncul identitas pribadi unik nan menonjol. yang di ekspresikan dalam bentuk penampilan, rambut gondrong, reged dan penguk itu pasti...wkwkw

Dan malam ini tiba-tiba muncul sak ndayak. Katanya mereka kontak2kan hanya liwat WA. Konco SMA de britto yang berpisah selama 37 tahun lamanya mosok iseh kenal wajah sih? Jujur, inget pun tidak, bahkan sudah kebusek dimemory utek.

Tapi yah begitu...saat ketemu langsung tek-tok, misuh bareng dan ngakak bareng sak warung paling banter. Dari dulu memang tidak berubah, tetap liar dan rasis ketika guyon, dalam tanda petik (hanya berlaku di de britto). Ini hasil pendidikan Jesuit, tetap guyub rukun bersama kawanmu.

Barangkali hanya Hersunu Haryosigit.yang sudah kenal karena akhir2 ini sering muncul, bahkan malam ini bawa dagangan motor Suzuki 500 CC dan juga Aloysius Christihapsoro dan Patar yang hampir saben bengi ketemu. Yang lain masih blank, hitam, gelap di memory...tidak hanya reset dan format tetapi harus input ulang dalam database kontak...

Itulah nilai tambah penunggu warung, gampang update teman lama...

#salammendes mbree

Rabu, 14 Maret 2018

Video Mi Lethek Mbah Mendes


Hai...friends...Tolong bantu yah ...kasih penilaian video di atas, ambil aja skala 1 sd 10 baik dr musik, animasi dan estetika....brp nilainya menurut anda?
Kamsiyah....

Senin, 12 Maret 2018

Yang Penting Hepi






Di saat bu dokter ini bisa ultah yang ke 50 dan ngajak teman-teman komunitasnya rame kumpul, tentu saja beliau mikir untuk memilih makanan lokal sehat yang pas harganya dan nyaman tempatnya serta ada live musiknya, tak heran beliau menjatuhkan pilihan ke Mi Lethek Mbah Mendes.

Apalagi sekarang di Mendes tersedia Beejay Seafoods Probolinggo seperti lumpia, mini wonton, bakso, nugget, tempura, samosa, fish and chip, otak2 tenggiri dan gyosa. Produk sehat ini berbahan dasar ikan laut dan tinggal goreng sebagai camilan.

Nggak penting suara nyanyinya sumbang, pokokmen banter, sero dan hepi...wis jian kayak anak TK depan rumah, waton sero...dokter nggak harus bisa nyanyi asal bisa dingklak-dingklik njoged bareng cukuplah, nginjek kaki teman sebelahnya gak papa,


hahaha.

Minggu, 11 Maret 2018

Alumni SMA N Salatiga






Tentu sudah sepuh karena ini rangkaian acara reuni sman salatiga angkatan tahun 1969. Tetapi semangatnya dalam melestarikan makanan lokal sehat patut diacungi jempol.

Buktinya keberaadaan warung mi lethek mbah Mendes tetap masuk dalam target wisata kuliner mereka. Terima kasih atas kepercayaannya kepada Mendes.


Selamat makan dan salam sehati mendes....

Jumat, 09 Maret 2018

Rapat Bisnis Mi Lethek di Probolinggo



Tak disangka Mendes Cabang BJBR diterima hangat oleh masyarakat Jatim. Dan kita sebagai pemegang lisensi tentu berkwajiban mengecek rasa yang disajikan setelah 3 bulan running di Probolinggo.

Kesempatan meeting bisnis dengan Mas Benjamin Mangitung tidak hanya ngrembuk soal mi lethek mbah mendes, melainkan juga strategi pemasaran frozen seafood bermerek BeeJay Chef di Yogya dan Jateng.

Satu tahap rembugan seriyes sudah kita selesaikan malam ini, besok dilanjut lagi rapat di pabrik frozen food. Nantikan lapuran kita besok wkwk...koyo reporter wae...

Sehabis makan malam yang serba seafood, tak lupa nampang dulu di patung Kuda Wilaha. Pancen eksotis, itu kelihatan jalan setapak berpa jembatan diatas laut yang dipandu lampu merah bulat...indah pokmen.

Malam ini tidur dengan sejuta impian, besok mruput ngintip sun rise dari atas laut...hmm

,#salamsaksesmendes

Rabu, 07 Maret 2018

Pelanggan Mi Lethek Bawa Electone






Siangnya ada telpun dari pelanggan bahwa sehabis mahgrib dia mau mengajak rombongan sekitar 20 orang untuk hadir ke warung membawa electone buat karaoke, boleh enggak?




Ya boleh saja toyo, biar nambah suasana semakin riang gembira. Setelah deal okay maka kita infokan kepada Crew warung agar menyiapkan meja dan tempat untuk electone serta penyanyinya.




Sehabis mahgrib, pada saat soundsystem sedang disetel, datanglah seorang kawan yang hendak membawa rombongan kecil reuni Sosiatri Fisipol UGM angkatan 81. Suasana benar-benar menjadi ramai meski hujan gerimis tidak reda-reda.




Malam ini sungguh sangat menyenangkan beib...

#salammendes

Kirim Mi Lethek Ke Jakarta



Apakah cara ini desebut bisnis online? Seorang calon pembeli hanya tilpun minta dikirim mi kering, lantas kita kasih nomor rekening bank kemudian dia transfer sejumlah uang sesuai harga dan ongkos kirim. Terakhir kita kirim bakmi nya lewat paket pengiriman.

Mereka tahu nomor tilpun mBah Mendes dari medsos karena mendes tidak buka shop oline di suatu aplikasi apapun.


Hingga saat ini kiriman rutin per bulan 1 kwintal tetap kita lakukan bilamana stock tersedia. Soalnya pada musim liburan begini serapan dari warung sendiri sangat besar sehingga harus hati-hati atur buffer stock.

Mudah-mudahan orang Jakarta bisa terpuaskan dengan kiriman mi lethek ini sambil menunggu mBah Mendes buka disana...

#salamsehatmendes

Selasa, 06 Maret 2018

St Carolus Jakarta maksi di Mendes






Normalnya, jika umurmu sudah lewat seket tahun pasti kenal lagu jadul zaman old yang berjudul "Berpisah di teras st Carolus" yang kalo gak salah dilantunkan oleh penyanyi Lilis Suryani.

Tapi bila umurmu masih belasan tahun dan kenal lagu itu, berarti dikau upnormal. Dalam arti, anda memang pecinta berat lagu Indonesia kenangan jaman bahula.


Siang ini tiba-tiba saja inget lagu tersebut ketika rombongan Rs St Carolus Jakarta mendarat sak bis pariwisata untuk makan siang di warung. Mimpipun tidak kalo mereka mau hadir, tanpa konfirm, tanpa pesan langsung datang. Coba, ngerti mi lethek dari mana?

Sampai mereka pulang kita lupa nanya, tahu tentang mendes dari mana? Ada yang bisa bantu? Karena ini penting supaya lagu kita lanjutkan tidak hanya diteras, tapi di dalam bangsal biar nggak kekapyuk hujan...

Hahaha...
#salamsehatmendes

Jumat, 02 Maret 2018

Klakon Masak di Hotel Artotel





Saking sukanya masak dalam hotel sampai nggak tahu ini hotel bintang berapa, apalagi semalem nggak ada bir bintang jadi semakin kabur bintange.

Setiap kamar hotel ini mempunyai nuansa yang berbeda. Kamar berlabel Studio 23 ada 63 buah bertaif Rp 620.000, Studio 25 ada 38 buah bertarif Rp 700.000 dan Studio 41 ada 3 buah bertarif Rp 900.000.

Hotel yang baru buka Desember 2017 tapi sudah mempunyai akupansi harian di atas 50%. Sesuatu bangetlah mengingat bisnis hotel di Yogya sangat kompetitif...sakses untuk Artotel dah.

Hotel ini juga ada restoranya, Raco namanya, tarifnya nggak mahal-mahal amat. Nama menunya asing bagi kami orang desa, tapi semalem anak2 telah mencoba rasanya, enak beib...

Servicenya memuaskan, ramah dan kooperatif. Kupikir tadi peralatan masak Mendes kita angkut sendiri masuk hotel, ternyata tidak. Sudah ada bagian tersendiri yang menangani loading dan unloading alat perang kita. Nggak seperti masak ngikuti sebuah event, yang semuanya harus mandiri.

Bahkan saat masak diarea yang rada gelap, bagian maintenance langsung memasang lampu, daripada disemprot Om Handoko Maestro. Saat kuah kita habis, Chef eksekutif langsung bersedia membuatkannya, bukan diambil dari air kolam renang...

Pokoknya sudah layak dan sepantasnya Mendes berterima kasih kepada Om Handoko Wignjowargo yang sudah merekomendasikan Mendes kepada Om Santosa dan Ratna sebagai salah satu owner Artotel, tanpa dia mana bisa Mendes masuk Hotel, ini sarat dengan nepotisme, lah jebul Santosa itu juga temen estri saat di SMA Loyola, dunia sempit mbree...

Bahkan pagi ini saat sedang nulis postingan, Om Santosa, sang owner Artotel tilpun estriku meminta kami ikut ke Borobudur melanjutkan pesta pernikahan anaknya Kevin, CEO Artotel di sana, hadew...

Indahnya punya banyak teman mbree...kalaupun narsis rada gila di dalam hotel bisa dilakukan berjamaah, tanpa rasa canggung dan malu, yang penting hepi...

Hahaha...

Kamis, 01 Maret 2018

Mendes Masuk Hotel, Knapa Takut?






Kalau Mendes kenal dengan salah satu owner Hotel Artotel Jakal Km 5 Yogya itu karena jaringan pertemanan alumni SMA Johannes de Britto, beliau adalah Om Handoko Wignjowargo alias Handoko Maestro sang motivator kondiang sak Himalaya, sangat mudah dicerna dan masuk akal bukan? Nggak ada yang hebat dan nggak ada yang spektakuler...

Hebatnya itu ada disini. Saat pembukaan hotel Artotel, Mendes diundang, yang ternyata ada maksud tersembunyi, ini kentara sekali dimulai dengan kontak beliau yang hendak meninjau Posko Mangkubumi bersama Samiaji Sarosa beberapa hari sebelumnya. Saat itu atas dukungan berbagai pihak Posko Mangkubumi yang diinisiasi Krispatje Kristianus Nugroho Pudyantoro tengah mengumpulkan sumbangan untuk korban banjir di Imogiri dan Gunung Kidul. Ketika tiba di Posko hanya nampang potret dan hebatnya beliau datang dengan mobil Alphard Putih...pancen tajir mbree.


Nah, pada saat soft opening hotel Artotel itu,, yang dipandu MC pocokan nan tersohor bernama Alb Agung Kunto Anggoro III, pada sesi ramah tamah, Mendes diundang untuk maju kedepan, dikerjai suruh pidato karena hendak diberi hadiah sumbangan untuk korban bencana banjir yang diberikan oleh CEO Hotel yang bernama Kevin. Pantesan sore nya Mendes telad hadir kog ditilpun bertubi-tubi diminta harus hadir pada acara pembukaan! Jebul ini toh rahasiane. Sumbangannya sangat bermakna mbree...dari orang tajir yang murah hati. Terima kasih Puji Tuhan Alhamdulilah semoga jadi berkah..

Selanjutnya, CEO Hotel Artotel yang bernama Kevin itu menghelat pesta pernikahan besok Jumat tgl 2 Maret 2018 di hotelnya. Mendes diminta masak mi goreng ratusan porsi untuk menjamu tamunya. Inilah yang terhebat...sehingga tadi malam Mendes bersama adinda joinan bisnis frozen food Nurhayati Nirmalasari melakukan cek lokasi ketemu asesiten Chef Eddy, yang bernama chef Rido, chef muda yang pandai masak klas hotel berbintang.

Dasar tukang bakul iwak beku, begitu ada kesempatan bertemu dengan chef temtu tak disia-siakan, nawarin produk Attempe dan BeeJay Chef olahan pabrik punya kamaskuh Benjamin Mangitung

Itulah pentingnya jaringan pertemanan. Dekatilah kawan2mu yang sakses supaya anda tergeret untuk menjadi sakses. Jangan mendekati jaringan pemakai narkoba karena anda akan mudah masuk penjara...

So...siapa takut LSapek Mendes dua pintu masuk hotel? Bumper ngarepku nggasruk mbree karena tempat parkire curam...asem ik.

Hahaha...