Jumat, 02 Maret 2018

Klakon Masak di Hotel Artotel





Saking sukanya masak dalam hotel sampai nggak tahu ini hotel bintang berapa, apalagi semalem nggak ada bir bintang jadi semakin kabur bintange.

Setiap kamar hotel ini mempunyai nuansa yang berbeda. Kamar berlabel Studio 23 ada 63 buah bertaif Rp 620.000, Studio 25 ada 38 buah bertarif Rp 700.000 dan Studio 41 ada 3 buah bertarif Rp 900.000.

Hotel yang baru buka Desember 2017 tapi sudah mempunyai akupansi harian di atas 50%. Sesuatu bangetlah mengingat bisnis hotel di Yogya sangat kompetitif...sakses untuk Artotel dah.

Hotel ini juga ada restoranya, Raco namanya, tarifnya nggak mahal-mahal amat. Nama menunya asing bagi kami orang desa, tapi semalem anak2 telah mencoba rasanya, enak beib...

Servicenya memuaskan, ramah dan kooperatif. Kupikir tadi peralatan masak Mendes kita angkut sendiri masuk hotel, ternyata tidak. Sudah ada bagian tersendiri yang menangani loading dan unloading alat perang kita. Nggak seperti masak ngikuti sebuah event, yang semuanya harus mandiri.

Bahkan saat masak diarea yang rada gelap, bagian maintenance langsung memasang lampu, daripada disemprot Om Handoko Maestro. Saat kuah kita habis, Chef eksekutif langsung bersedia membuatkannya, bukan diambil dari air kolam renang...

Pokoknya sudah layak dan sepantasnya Mendes berterima kasih kepada Om Handoko Wignjowargo yang sudah merekomendasikan Mendes kepada Om Santosa dan Ratna sebagai salah satu owner Artotel, tanpa dia mana bisa Mendes masuk Hotel, ini sarat dengan nepotisme, lah jebul Santosa itu juga temen estri saat di SMA Loyola, dunia sempit mbree...

Bahkan pagi ini saat sedang nulis postingan, Om Santosa, sang owner Artotel tilpun estriku meminta kami ikut ke Borobudur melanjutkan pesta pernikahan anaknya Kevin, CEO Artotel di sana, hadew...

Indahnya punya banyak teman mbree...kalaupun narsis rada gila di dalam hotel bisa dilakukan berjamaah, tanpa rasa canggung dan malu, yang penting hepi...

Hahaha...