Selasa, 27 Maret 2018

Pasar Bringharjo Buka Malam




Kenap tidak? Justru itu yang ditunggu. Pemkot Yogyalah yang sehausnya segera memfasilitasi para UMKM untuk dagang di jalanan kidul pasar Bringharjo. Lapaknya harus knockdown semacam food truck lah, why not?

EO yang belum pengalaman bila ada proyek one day tour de Yogya pasti pagi hari bis pariwisatanya sampai titik nol kilometer, ini salah besar. Harusnya pagi hari itu dibuang ke pantai Gunung Kidul atau Bantul, ada juga Merapi tour, Prambanan atau Borobudur, sedemikian banyak tempat tujuan wisata Yogya.

Nah, sorenya selepas ndelok sun set di pantai atau gunung, otw lah ke titik nol kilometer Yogya. Kawasan Malioboro itu sekarang indah jika dilihat pada malam hari. Ini merupakan mahnet wisata paling kondyang sepanjang sejarah Yogyakarta.

Ide Om lurah pasar Bringharjo Gunawan Nugroho Utomo untuk membuka pasar Bringharjo buka sampai malam layak disambut gembira. Karena ini bisa menjadi ikon wisata belanja tersendiri. Mosok Bringharjo yang kondyang itu hanya buka sampai jam 5 sore, ini kebangetean mbree...

Namun infra strukturnya harus ditata baik-baik biar kelak tidak timbul masalah pelik dengan PKL, mengingat ini urusan perut rakyat bawah. Kosepnya PKL yang jualan disitu adalah bersifat knock down, siang hari harus bersih. Ini khusus di sepanjang jalan kidul pasar Bringharjo dan jalanan timur Taman Pintar. Semacam food court sepanjang jalan dengan aneka jajanan khas Yogya....fenomenal kan?

Jalanan disamping Taman pintar harus dibuat terang benderang supaya tidak berkesan serem hingga calon pelanggan takut lewat situ, bukankah CSR BNI siap mendanai?

Kidul Pasar Bringharjo itu kan ada 2 buah jembatan penyebarangan, nah lapak dibawahnya harus ditata bersih dan kelak trotoar sisi selatan agak diperlebar. Lapak berupa food truck bisa di jalanan bawah jembatan. Ini lokasi ring satu wisata mbree...

Sekarang pikirkan saja tempat parkir speda motornya mbree...pie om lurah idemu? Plencing godoge dihabiskan sik...

Hahaha....
#Salammendes