Senin, 30 April 2018

Macak nDosen Tamu di FTP UGM

Maaf lagi sibuk hepi2 sehabis ngamen macak ndosen tamu bantu mencerahkan pada mata kuliah Pengelolaan Usaha Jasaboga untuk mahasiswa ftp ugm jurusan tphp Angkt 2015 keatas atau mulai semester 5.

Mata kuliah pilihan ini berbobot 2 SKS, semoga kelak semakin banyak mahasiswa yang suka terjun di dunia entrepreneur dibidang kuliner.

Kita habis blajar bareng njur photo gaya bebas...horas, sudah termendeskan



Minggu, 29 April 2018

PRBY Sakses Dihelat





Semalem Pasar Raya Boga Yogyakarta selesai digelar dan Mendes merasakan sakses, baik dari segi omset maupun dari segi pertemanan.

Beberapa pelanggan semakin menjelaskan kenapa Mendes didatangi pembeli secara "banyu mili". Pelanggan sempat kojah saat makan, buka warung kuliner itu yang penting rasa nya mas...rasa gurih lembut standard Mendes inilah yang ngangeni, yang memberikan mahnet untuk datang kembali. Begitu kotbahnya, terima kasih atas warningnya...


Yang tidak kalah pentingnya adalah bisa kenalan langsung dengan Mas Yoyok Waroeng Super Sambal yang punya 14 cabang di DIY dan untuk yang ketiga kalinya dia sebagai otaknya event PRBY ini. Setelah ngobrol 4 mata ditempat gelap belakang tenda stand, wow...dari kegelapan ternyata banyak hal pencerahan yang bisa disinergikan, Mendes benar-benar sangat beruntung bisa kenal dengannya. Tunggu saja pada event selanjutnya...

Hahaha...
#Salammendes

Sabtu, 28 April 2018

Stand Mendes diserbu pembeli


Pasar Raya Boga hari ketiga, terlihat animo kulineran memang luar biyasa. 

Semalem stand Mendes benar2 dikruyuk pembeli. Saya bilang pembeli karena mereka baru datang sekali. Mayoritas baru kenal mi lethek dan pengin nyoba.

Entah kapan menjadi pelanggan tapi mereka sudah menganthongi taste mendes yang bikin teko pisan dadi tuman. Tas kresek juga sudah kita branding alamat jelas, kartu nama juga sudah banyak terbagi.

Pelan tapi pasti mendes menginfiltrasi masuk ke hati masyarakat berbagai kalangan, tak kenal maka tak sayang, smakin kenal nggak bikin menyesal, justru ketagihan

Hahaha...
#salammendes

Jumat, 27 April 2018

Pasar Raya Boga Yogyakarta Hari Kedua





Saya sering mengamati fenomena bisnis zaman now, bahwa mal2 besar yang hanya jualan fashion dari Jakarta sampai Surabaya sepi pengunjung, tetapi mall yang ada gerai kulinernya masih bertahan banyak pengunjung.

Rupanya animo semakin mengarah kepada bidang kuliner, wisata kuliner sudah menjadi trend tersendiri. Oleh karena itu tahun 2030 bukannya bubar tapi merupakan kejayaan bisnis kuliner Indonesia, catat itu beib..

Inilah datanya, jumlah pengunjung di Pasar Raya Boga Yogyakarta yang sedang dihelat di Mandalakrida Yogyakarta sbb:


Kamis 26 april 2018
13.700 orang

Jumat 27 april 2018
12.500 orang

Oleh karena itu, hari ini Sabtu mBah Mendes sudah mengantisipasi kunjungan liburan akhir pekan anda ke stand kami.

#salammendes

Kamis, 26 April 2018

Pasar Raya Boga Yogyakarta di Mandala Krida Yogyakarta




Bagi yang suka kuliner...
FESTIVAL MAKANAN TERBESAR DI JOGJA
"PASAR RAYA BOGA JOGJAKARTA #3"
PRBJ #3 akan di gelar dari hari KAMIS-MINGGU, 26-29 April 2018, bertempat di LAP. PARKIR MANDALA KRIDA, acara di mulai pukul 10.00-22.00.
Setiap harii, sembari icip-icip makanan yang ada ditenant, Sobat Kuliner juga akan di suguhkan berbagai acara menarik looh, seperti Live Music, Kontes Ukir Buah, Lomba Memasak dan Mewarnai, Berbagai kuis berhadiah, dan juga akan ada
Talkshow “Berbagi Pengalaman Usaha Boga” yang akan di hostkan langsung oleh Pak Yoyok Heri Wahyono (Waroeng SS), dan Narasumber Mas Brian K (Koki Joni) dan Mas Jody (Waroeng Steak & Shake)
Wow keren ya kak, makanannya apa aja sih kak?
Soal makanan jangan di tanya. Festival ini menyajikan lebih dari 65 tenant yang terkenal enak dan melegenda, yang terbagi dalam beberapa jenis makanan dan jajanan, diantaranya :
1. Mi lethek mbah mendes
2. Waroeng Spesial Sambal,
3. Ayam Goreng Mbah Cemplung,
4. Oseng-oseng Mercon Bu Narti ,
5. Mangut Lele Yu Sri ,
6. Ayam Gobyos ,
8. Jogja Scrummy,
9. Gudeg Wijilan Bu Hj.Lies,
10. Burger Monalisa ,
11. Tengkleng Hohah,
12. Soto Betawi H.Pitung ,
13. Sego Abang Sego Ireng Belut Lombok Ijo Bu Murni,
14. Koki Joni,
15. Bakso Granatz Pedaz,
16. Phuket,
17. Bau Duren,
18. Koki Joni,
19. Bebek Goreng & Bakar Sari Laras,
20. Makaroni Hehe.YK,
21. Ayam Betutu Khas Gilimanuk Bali,
22. Jadah Tempe Mbah Carik,
23. Chockles,
24. Pempek Ulu Bundar,
25. Rujak Es Krim Mas Jack,
26. Sate Klathak Samirono
27. Dll
Itu baru setengahnyaa looh!! Gimana? Masih mau biarin weekend kalian berlalu gitu aja?? Ayook ajak semua teman, saudara, keluarga buat kulineran disinii, kulineran sambil nonton acara2 menarik dari Pasar Raya Boga 

Jangan Khawatiirrr FREE ENTRYY loohh Sobat Kulineeerr.
Happy Culinary in Pasar Raya Boga!  See Ya There! 

Rabu, 25 April 2018

Mi lethek buka stand di PRBY


Mi lethek mbah Mendes buka stand di Pasar Raya Boga Yogyakarta 2018 yang dihelat di Parkiran Mandala Krida Yogyakarta dari tanggal 26 April 2018 sampai dengan 29 April 2018.

Monggo dipersilahkan mampir pada stand kami sisi utara depan gerbang. Buka mulai jam 10.00 wib sampai dengan 22.00 wib.

Masuk stand gratis,,,

Selasa, 24 April 2018

Pelanggan datang mengajak saudaranya


Kaosan paling kiri adalah Om Yudah Prakoso, kawan lama yang menjadi pelanggan Mendes. Sudah beberapa kali hadir nongkrong di warung mi Mendes. 

Malam ini hadir lagi dengan mengajak sang kakak yang barusan mendarat di Yogya. Kakaknya minta ditemani makan malam yang unik dan khas Yogya, dipilihlah mi mendes.

Setelah bertanya berbagai hal tentang mi lethek akhirnya memilih menu mi goreng dan nasi goreng. Pada saat makan itulah kita jelaskan bahannya dari tepung tapioka dan tepung gaplek yang berkarbo rendah dan berindeks glikemik rendah. Bahkan aman untuk yang berpenyakit diabetes.

Adapun nasi gorengnya berasal dari beras jagung yang sudah diproses berbentuk butiran beras. Jagung juga berkarbo rendah, free gluten. Pantesan rasanya agak beda, begitu kilahnya. Tetapi tetap enak.

Mi gorengnya enak dan gurih, tanpa micin kog bisa gurih? begitu pertanyaannya disela-sela menikmati mi goreng. Kita jawab, iya karena kami memberikan bumbu yang lebih berani untuk bawang putih dan kemiri.

Demikianlah malam ini makan malam diakhiri dengan senyum kepuasan pelanggan.

#salammendes  

Senin, 23 April 2018

Formula Lama vs Formula Baru



Bakul bakmi zaman old seperti nenek saya membuat bakmi jawa sesuai resep kebanyakan orang. Resep itu begitu kuat menghunjam di benak simbah. Bertahun-tahun tetap tidak berubah. Rupanya hal ini sama dengan cara menghasilkan uang.

Kebanyakan dari kita tentu sudah dengar pepatah, “anda adalah apa yang anda makan” yang dalam bahasa enggres “You are what you eat” Kalimat itu sebenarnya ingin mengatakan bahwa makanan sangat mempengaruhi tubuh dan pikiran kita, dan akhirnya membentuk diri kita. Untuk mendapatkan tubuh yang lebih sehat dan bugar, salah satu hal yang harus diperhatikan memang makanan sehat bergizi seimbang.

Tetapi boleh dong kalau saya anti mainstream mempunyai pandangan lain, yakni ”Anda menjadi apa yang anda pelajari”. Dengan kata lain, berhati-hatilah dengan apa yang anda pelajari, karena pikiran anda begitu kuat sehingga anda menjadi apa yang anda letakkan di kepala anda. Misal, anda belajar masak tentu kelak hendak menjadi koki atau chef, bukan sopir bis.

Dalam hal uang, kebanyakan orang pada umunya mempunyai formula dasar “bekerja untuk mendapatkan uang”. Lihatlah, jutaan orang didunia ini mruput bangun pagi untuk pergi bekerja, menghasilkan uang, membayar tagihan, sibuk mem-balance-kan cost dan income, membeli real estate dan kembali bekerja lagi.

Nah, apabila anda letih dan berasa tidak cukup sakses menghasilkan uang, berarti anda harus mengubah formula lama dengan formula baru.

Pikiran itu sejalan dengan mi lethek mbah Mendes. Resep turunan yang sudah belasan tahun itu harus dirombak, tampilan warung yang serba apa adanya harus dipoles dengan etnik yang lebih menyolok, dan branding gila-gilaan harus dilakukan secara konsisten di medsos. Itulah sebabnya secara rata-rata saya bisa menghasilkan uang yang lebih banyak daripada warung bakmi simbah sebelumnya.

Ingat, dunia zaman now berubah sangat cepat. Bukan seberapa banyak yang anda ketahui, sebab terkadang yang anda ketahui itu sudah kadaluarsa. Yang penting adalah seberapa cepat anda belajar untuk berubah. Ketrampilan itu tak ternilai, tak ternilai dalam menemukan formula lebih cepat, resep untuk menghasilkan uang. Bekerja keras untuk mendapatkan uang adalah formula lama zaman old saat sepur terbuat dari lempung, Zaman now kita harus kerja cerdas.

#salammendes

Minggu, 22 April 2018

Malas Mencatat


Sudah pernah ketemu pelayan warung / restoran yang “sok pinter” ? Definisi “sok pinter” itu dengan santai memberikan menu dan menanyakan pesanan TANPA MENCATAT. Haduh , mending kalo cuma satu orang yang memesan. Lha kalo ada beberapa orang dan menunya tidak cuma satu memangnya yakin akan ingat semua pesanan?

Hari Minggu 8 April 2018 setelah beberapa lama tidak ke warung Mendes saya memergoki pelayan bolak-balik sampai, 3 kali mengkonfirmasi pesanan akibat dari tidak mencatat pesanan. Sebelum balik lagi yang keempat langsung saya minta dia mencatat dengan baik pesanan pembeli agar tidak perlu mengkonfirmasi pesanan lagi. Sudah lapar kok malah ditanya-tanya terus

.Saya jadi ingat yang selalu ditekankan dalam sistem manajemen ISO “Catat Yang Anda Kerjakan, Kerjakan Yang Anda Catat” . Simple , tapi menjalankannya tidak simple. Sudah biasakan diri untuk mencatat ?

Dan perlu anda catat, malam itu juga pelayan itu beri peringatan keras karena didalam SOP warung jelas kita sediakan nota dan buku menu untuk mencatat pesanan kog tidak dipakai, mengabaikan aturan.

#salammendes

Sendok Panjang Sendok Kerjasama




Suatu hari paman Ben dan keponakan Jo pergi ke sebuah restoran di negeri entah berantah. Ini restoran unik sak dunia karena pembeli diberi kuis dahulu sebelum makan. Apabila calon pembeli tidak bisa memecahkan kuis maka tidak diperkenankan makan disitu.

Kuis dipersiapkan oleh tim kreatif restoran ybs. Sehingga soalnya berubah-ubah dan banyak tool nya. Tim kreatipnya ada beberapa grup untuk melayani calon pembeli yang berdatangan.

Paman Ben dan Keponakan Jo diajak masuk ke ruang tes kuis. Di dalam ruang itu ada 1 buah meja ukuran top table 1 m x 1m. beserta 2 buah kursi makan. Di atas meja ada dua piring kecil (lepek) berisi bakmi goreng van Mendes dan dua buah sendok sepanjang 2 m. Keduanya diminta makan dengan sendok panjang itu secara normatif, pegang sendok dengan ujung yang satu ambil bakmi dengan ujung yang lain.

Tim kreatif menunggui disitu. Jika dalam 15 menit tidak bisa memecahkan masalah makan, mereka diminta jajan di restoran lain. Hard code, No permisive!

Tak ada 5 menit Paman Ben solved the problem. Paman Ben melepaskan egoismenya dan mengajak Keponakannya Jo untuk saling suap menyuap mi goreng van Mendes itu. It is very simple...
Demikian pula dalam bisnis, masalah yang tidak bisa dipecahkan secara personal bisa saja minta bantuan advice kepada komunitas supaya blocking mentalnya terbuka.. Memang, pada akhirnya masing2 personal berbeda dalam mengambil sikap untuk mendapatkan benefit dari sebuah komunitas

Namun apabila bersikukuh pada egoisme sendiri, merasa paling jago, ya terserah, makanlah dengan sendok sepanjang 2 m itu.

Kerjasama lebih memudahkan bisnis anda berkembang dan mengatasi banyak masalah tanpa masalah. Masih nanya bukti kongkritanya? Datang saja ke BJBR, disana ada mi lethek mbah Mendes...itu di negeri entah berantah mbree, yang bernama Probolinggo.

Hahaha...

#salammendes

#cemilanbisnis

FootNote : jangan membebani masalah kepada Mendes, karena disini sudah banyak masalah.

Jumat, 20 April 2018

Mi lethek merangsek usia muda






Gadis cilik manis 6 tahun ini bernama Gwen. Sore hari sehabis lomba fashion show yang dihelat Nasmoco Kamis kemarin dan menyabet juara III lantas mendarat ke Mendes, lapar katanya. Mi godognya enak aku sukak mbah...begitu komentarnya. Mamanya tersenyum dan kali ini nggak usah diphoto, terlampau cantik ntar salah fokus....

Sedangkan lelaki cilik 5 tahun ini datang malemnya sesaat sebelum Koesplusan dimulai, ini juga cantik mamahnya. Lagi-lagi milih mi godog kesukaannya. Dan photo mamanya nggak usah ditampilkan, hidden camera!


Dan photo terakhir, rombongan mahasiswa Atmajaya Yogyakarta. Padahal disekitaran kampus kan banyak warung, via Gojek juga bisa pesan makanan, restoran siap saji dari luar negeri juga berjibun, lantas kenapa milih ngumpul di Mendes?

Tanya kenapa? Jawaban rumput hanya bergoyang-goyang, bukan jaran goyang e Via Vallen...

Hahahaha...
#salammendes

Kamis, 19 April 2018

Pelanggan mi lethek disuguhi Mendes Band




Meriah juga saat ada Mendes Band, banyak yang nari poco-poco. Pelanggan yang tak disangka datang adalah Mas Pontianus Tamtomo, dosenku di FTP UGM dikala kuliah dulu, kamase dab Seno Ajar Yomo, kita daulat nyanyi Koesplus. Beliau memilih tembang lawas, manis dan sayang. Hora hapal liriknya gak popo, yang penting hepi mas...


Penonton adalah pelanggan mendes, boleh nyumbang lagu, request lagu dan boleh juga poco-poco. Pokoknya mari kita gembira bersama, berjoged bersama lupakan sedih dan duka.


Hahaha...


#salammendes

Rabu, 18 April 2018

Kawan Lama datang lagi



Baju putih itu adalah Mas Hanggung Handoyo, pengsiunan Freeport,

Mendarat ke mendes seingat saya sudah lebih dari 4x sejak yang di jalan Paris. Apabila datang selalu mengajak kawan, baik kawan kerja yang pas rapat di Yogya atau kawan alumni saat kuliah.

Bahkan tempo hari mengajak rombongan keluarga besarnya sampai dua kali mbree, karena mereka cocok dengan seleranya.


IItulah mendes, semakin bangga lah bahwa semakin banyak yang menyukai makanan lokal sehat versi mendes.

Nah, jangan ragu mampir ke Mendes, anda akan merasakan sensasinya bakmi yang beda dengan bakmi pada umumnya.

#Salammendes

Selasa, 17 April 2018

Pelanggan mi lethek dari Semarang




Pak Lilik adalah pemilik pabrik alat-alat dapur baik untuk resto maupun hotel dari stainless steel dari Semarang.

Kebetulan ada proyek untuk sebuah hotel yang sedang dibangun di daerah Timoho, mumpung di Yogya maka mampirlah ke Mendes Meguwo.


Beruntung bisa bertemu. Pak Lilik mempunyai ketajaman pengrasa pada lidahnya. Dahulu saat Mendes mau buka, beliau kita mintai tolong untuk ngetes rasa mi mendes, sudah enak dan layak jual katanya. Saat kini datang komennya masih mengatakan,rasanya tetap sama, enaak.

Terima kasih

Senin, 16 April 2018

Koesplusan di Mendes



Mendes mengundang para pecinta tembang kenangan terutama Koesplus dalam tajuk acara "Malam Tembang Abadi Koes Plus" yang akan di gelar di Mie Lethek Mendes tgl 19 April 2018 pk 18.30 - 22.00 (sebelah Lotte Mart ring road utara Maguoharjo). Untuk para sahabat , konco" Komunitas......
Yuk pada merapat kita nyanyi & poco-poco berjamaah.

Kapan maneh hepi kalo tidak sekarang beib...ojo koyo wong susah lah, ayuk njoged bareng...
#Salammendes

Minggu, 15 April 2018

ABG Zaman Now Suka Mendes



Siapa bilang ABG zaman now gak kenal Mendes? Mereka mulai melirik dan mendarat beib..

Sayang semalem pendaratan anak ABG ini agak kemaleman. Kondisi warung tinggal mi godog tanpa sayur dan minuman tinggal teh tarik. Semua ludes habis terjual karena sejak sore penuh pelanggan.

Demikianlah bila liburan dimulai, geliat para pembeli new comer merangsek menyerbu Mendes untuk mencoba taste dan menu yang tersedia. Sangat mudah mengamati tandanya, kebanyakan mereka bertanya, apa menu yang favorit?


Kita selalu jawab, mi goreng dan godog karena taste nya gurih. Rasa gurih adalah rasa universal, rasa yang semua orang suka.

Begitulah kura-kura...
Hahaha...

Sabtu, 14 April 2018

Dokter pun suka mi lethek

Ini kedatangannya yang ke 3. Sebanyak 2x datang di mendes mangkubumi dan sekarang mampir ke mendes meguwoharjo. 

Beliau adalah dokter Wikan Spa yang saat ini masih menjabat sebagai dokter specialis anak di RS Siloam Yogya. Kali ini dengan keluarga besarnya makan siang mi lethek mbah Mendes di Meguwo. Suatu kehormatan bahwa seorang dokter pun menyukai mi mendes sebagai makanan lokal sehat. 

Terima kasih dok.


Jumat, 13 April 2018

Tak Ada Reservasi Sehabis Lebaran

Semalem hanya malam liburan sehari saja warung mi mendes penuh pembeli sejak sore. 

Sampai warung sehabis mahgrib, pilih pergi ke warung sesaat setelah mahgrib biar gak terkena macet. Dan benar, jalanan masih lancar.

Namun sesampai warung sedikit kaget, jebul ada 30 kursi sudah dipesan, mejanya ada tulisan reservasi. Padahal saya bawa pesan WA dari seorang kawan Jakarta yang sedang liburan di Yogya dan pesan tempat duduk untuk 8 sd dgn 10 orang.

Hampir satu jam incang-inceng mencarikan meja yang pas untuk sekitar 8 orang. Tertarget satu meja panjang yang saat itu sedang dipakai untuk makan 2 orang. Begitu mereka pergi langsung kita duduki dan pasang label reservasi.

Pusing juga atur reservasi di malam liburan. Besok sehabis lebaran lebih baik tidak ada reservasi tempat duduk ketimbang diomelin banyak pembeli.


Kamis, 12 April 2018

Dokter Gideon Hartono Hadir Ke Mendes

Sama sekali tidak menyangka apabila dokter Gideon Hartono sang owner Apotik K24 mendarat di Mendes. Ini adalah dokter yang sangat sibuk urusi bisnisnya. 

Datang pakai lihat dapur dan cara masaknya dengan seksama, biasa...pandangan seorang dokter mesti memperhatikan dengan teliti soal kebersihan dan higenisnya cara kerja crew Mendes, itu hak dia. 

Begitu pesan wedang uwuh dan mi godog usai dimasak dan disajikan, terbukti dimakan habis tanpa sisa, tanpa micin kog sedap ya...Jelas nggak kita jawab rahasianya dong.


Rabu, 11 April 2018

Pembeli Mendes Mulai Ramai



Anda pernah perhatikan, resepsionis di hotel itu kebanyakan tidak disediakan tempat duduk, harus bediri sepanjang waktu kerja, kesel tenan beib...

Demikian pula begitu kasir Mendes semalem, praktis kagak pernah duduk sepanjang buka meski ada kursi, karena pembeli hilir mudik silih berganti.

Kasir harus meladeni pembeli yang datang ke meja kasir mau order, minta menu, bayar pesanan, tambah pesanan, harus bantuin bersihkan meja, samperin pembeli baru yang hendak order, dll


Pertanda warung mulai ramai, hal ini sejalan dengan UNBK, maupun Ujian Semester anak kuliahan yang hampir usai. Ketika anak sekolah ujian, warung memang berkurang pembelinya, entah apa hubungannya.

Bahkan mungkin ortunya pun sabar nungguin putera-puterinya belajar dirumah,

Inilah suasana Yogya, aktivitas sekolah berpengaruh langsung pada nafas bisnis setempat.

#salammendes

Selasa, 10 April 2018

Juragan BJBR maksi di Mendes


Jauh datang dari Probolinggo, juragan BJBR (BeeJay Bakau Resort), Benjamin Mngitung mampir untuk maksi mi lethek di warung mBah Mendes.

Ini juga merupakan kesempatan yang baik untuk membahas berbagai langkah dalam mengembangkan ATP Food, produk olahan ikan yang sudah dibekukan yang berbase camp di warung.

Bersyukur Mendes dipercaya sebagai distributor meski hanya bermodal pertemanan. Inilah nilai tambah sebuah jaringan (networking), bisa join bisnis dan harus profesional.

Senin, 09 April 2018

Romantisme Mendes




Lihatlah, bahkan saat mati lampu sekitar 10 menit, PLN oglangan beberapa saat, ada kiriman photo dari pelanggan, malah romantis mas. 

Pelanggan menyalakan senter dari android mereka. Itulah komentar positip dari pelanggan yang terpuaskan taste mendes, bersyukur mereka tidak memarahi kami, bahwa kenapa kami tidak mempunyai cadangan genset kecil? Masih untunglah oglangan cuma sebentar, belum habis mereka makan sudah hidup kembali. 

Terima kasih

Sabtu, 07 April 2018

Silaturohmi dengan pengusaha sukses


Ibarat naik mobil di jalan tol. Jika kecepatan anda hanya 80 km/jam maka anda akan selalu disalib oleh kendaraan yang lain. Pada akhirnya anda akan risih dan menambah kecepatan supaya jarang disalib.

Demikian pula bisnis, apabila kita sering bertemu dengan para pengusaha lain yang sakses, tidak usah minder maupun grogi, justru kita dekati untuk belajar dari kesaksesan mereka.

Semalem bertemu dengan Om Gunawan Wibisono owner PT Inti Pangan yang produk bumbunya menguasai 80 % pasar di Indonesia.

Mantabs dan tetap semangat. Semoga sakseanya menular ke mendes.

Jumat, 06 April 2018

Apakah MSG Salah?


Saat ini kenapa sih kog pada berlomba-lomba membikin produk kuliner tanpa MSG? Salah apa MSG kog sering dikambing-hitamkan, di bully?

Sebenarnya MSG tidak bersalah. Dalam takaran tertentu (allowance daily intake) MSG tidak membikin masalah. Jika berlebihan, disinyalir baru menimbulkan masalah kesehatan. Bukankah apapun yang berlebihan selalu menimbulkan masalah? Itulah hukum alamnya beib...

MSG itu food enhancer, memperkuat rasa. Memang terkadang bagi orang tertentu, MSG menimbulkan efek samping seperti tenggorokan kering, rasa haus yang berlebih, bibir berasa tebal, pusing, dll. Tetapi kenapa ada kecenderungan MSG saja yang disalahkan?

Padahal ada banyak food additive lain yang juga digunakan, misal pemanis buatan, pengental, emulsifer, pewarna, pengawet dll.

Mendes sendiri membuat menu masakan tanpa MSG memang karena sudah mantabs ber tag line sebagai makanan lokal sehat disamping memang ada demand yang cenderung meningkat. Ini riil bisnis mbree...


Kamis, 05 April 2018

Membuat adonan mi lethek.


Berikut ini Video Proses Pembuatan Adonan Mi lethek

Pencampuran adonan yang terdiri dari tepung tapioka dan tepung gaplek dilakukan dengan menggilas bahan tersebut dengan batu yang digelindingkan oleh tenaga sapi, sangat hewani hahaha...

Pencampuran adonan ini jelas kelihatan tanpa ada penambahan pengawet maupun pewarna babar blas. Kita itu pecinta makanan lokal sehat

Kapasitas sehari maksimal 1 ton. Nah, setelah adonan itu dinilai tercampur secara homogin, kemudian adonan tersebut di kukus dengan disembur uap panas lebih dari 100 derajad celsius.

Setelah dikukus baru di press menjadi bakmi. Hasil pengepresan bakmi ini dikukus sekali lagi supaya matang. Baru kemudian dijemur dengan sinar matahari.

Setelah dijemur baru kemudian di packing 1 ball dengan berat 5 kg untuk dikirim ke suplaier dan warung Mi Lethek Bantul "Mbah Mendes"

Rabu, 04 April 2018

Makan enak, datang lagi



Begitulah para karyawan PT Angkasa Pura Yogya ini. Dalam seminggu terakhir ini mereka 3x hadir serombongan ke warunge mbah Mendes, nglarisi dan karaoke, sing a song... 

Rasanya sudah seperti sahabat lama, saking seringnya ke warung, meski gak kenal nama tapi hafal wajah dan akrab. Itulah gaya warung kita terhadap pelanggan, semanak anggawe berkah, senyum ramah membuat bungah (senang).

Mau nyanyi ayuk, mau makan enak monggo. Asal jangan makan sambil nyanyi, ntar keselak...

Hahaha

#salammendes





Selasa, 03 April 2018

Purna Tugas Makan Mi Lethek




Pokoknya ada saja alasan untuk ngumpul makan bareng. Ada yang karena reuni, ada yang bikin acara arisan, dan macam-macam lah. Tapi yang kali ini ngumpul makan mi lethek adalah sehabis selamat dari korupsi sampai purna tugas di Kementrian Lingkungan HIdup dan Kehutanan.

Kenapa pating cekikik selamat dari korupsi? Apakah mereka pelaku korupsi meski kecil2an? Ataukah korupsi benar-benar merupakan momok yang bisa menjerat mereka? Entahlah, nggak usah dibahas...

Penting mereka makan dengan hepi di mi lethek mbah mendes...

Selamat makan dan salam mendes 

Senin, 02 April 2018

Terlanjur Enak Bisnis Mi Lethek







Awale nggak mengira bakalan jualan mi kering karena tujuan utamanya adalah bakul bakmi matengan, warung mi lethek mbah mendes, yaitu pembeli kita layani makan mi lethek di warung.

Ternyata nomor hp yang terlanjur dipublis mengundang banyak pemikiran orang. Ada yang menangkap peluang menjadi reseller, ada yang nawarin kelola promosi di instagram dan fb, ada yang nawarin program aplikasi kasir, dan lain-lain.


Orang yang mau menjadi reseller inilah yang aktif ber WA. Saya kirim nomor rekening bank, dia transfer beneran termasuk perkiraan ongkirnya sekalian, dengan demikian kita menjadi wajib buru-buru kirim barang.

Dan ini berlanjut semakin parah semakin akut, setiap bulan maunya bertambah banyak. Bukankah ini peluang yang di dapat sambil berjalan? Rejeki takkan lari kemana-mana jika sudah pada waktunya mendekat.

Mulanya hanya Jakarta, sekarang berkembang ke berbagai kota yang ada orang Yogya/Bantul nya. Orang Bantul adalah duta jualan mi lethek...

Apakah ini yang disebut shop online? Emboh lah, la wong model transaksinya bergaya transfer dulu, kofirm via WA njur kirim barang. Wis rasah dipikir, penting dagangan laris...

Tapi orang Bantul macam saya tergiur jugag nawarin jualan di tokopedia, siapa tahu ada yang beli?

Hahaha...
https://www.tokopedia.com/milethekcom/mi-lethek-kering

Minggu, 01 April 2018

Warung enak, kesukaan pelanggan


Makan enak di warung mendes dia dapat infonya dari medsos seorang teman. Karena penasaran akhirnya dicari untuk dibuktikan citarasa enaknya saat berkunjung ke Yogya. Sayangnya tidak jelas pelanggan ini dari mana asalnya, hanya tag photo saat di warung mendes tanpa menyebut kota asalnya. Hanya berkomen pancen enak dan kirim photo.

Promo bergulir dari photo ke mata lewat medsos beginilah yang liar dan cepat menyebar sehingga saat liburan mendes menjadi ramai dikunjungi pembeli.

Karena terbukti enak, cocok dengan selera, silahkan sebar ke teman anda, jika nggak enak cukup bilang ke Mendes...hahaha

Terima kasih telah berkirim gambar.
#Salammendes