Rabu, 12 Desember 2018

Marketing bergeser dari 4P ke SIVA

Bro and sis...konsep marketing 4P yang berorientasi offline tanpa internet sudah berlalu. 4P (Product, Place, Promotion dan Price) itu cocok pada era 80 an.

Dimana Product dibuat secara masal utk dapat high efficiency hingga berharga murah, dipromosikan secara one way dari pabrikan dan ditaruh pada Place yang strategis sudah diacak-acak oleh generasi era 4.0

Dengan internet marketing maka bisnis bergeser dari pabrikan ke distributor.

Anak muda zaman now sudah berstyle SIVA, yaitu Solution, Information, Value dan Accesible.

Place mulai digeser dengan accesibility. Ini adalah contoh yang sangat nyata tentang betapa internet sangat berpengaruh dalam marketing era sekarang. 

Place yang baik menjadi tidak terlalu relevan selama produk Anda accesible. Accesibel itu artinya tidak harus ada tokonya. Bahkan tidak punya toko pun bisa accesibel. Contohnya barang-barang yang jualannya di market place di Internet. 

Banyak toko-toko retail yang menggeser tokonya ke marketplace dan omset bulanannya milyaran. Sekarang hanya perlu gudang (dan sistemnya), sistem pemesanan barang, dan administrasi yang baik.
Sekali lagi tidak perlu tempat display yang mahal. Ini contoh paling besarnya adalah maraknya Tokopedia, Bukalapak, Shoppee dan Gojek food. Kasarannya, selama produk kita accesibel di henpon, maka kita siap bersaing.

Product digantikan Solusi. Dahulu, produk dihasilkan oleh ide dari produsen. Kini, produk mulai dilirik jika merupakan solusi dari sebuah problem di masyarakat atau konsumen.

Contohnya tas kresek plastik. Dahulu, tas kresek plastik adalah produk praktis. Namun kini menjadi problem karena menimbulkan sampah. sehingga muncul solusi tas kresek terbarukan dari serat telo. 

Produk ini dibuat oleh anak muda yang berbasis di Bali. Dan karena konsepnya yang merupakan solusi dari sebuah masalah di konsumen, maka produknya sekarang dicari di seluruh dunia. Ordernya sudah ton-tonan di ekspor ke luar negeri.

Promosi mulai digantikan dengan informasi. jika dahulu promosi merupakan ruang one way dari produsen ke konsumen, kini konsumen punya power untuk mengkonfirmasi klaim promosi tersebut. 

Jika ada kecap mengklaim dirinya nomer satu, maka konsumen akan mencari reviewnya. sehingga kemudian proses promosi akan punya kendala jika promosinya tidak jujur. Karena itu, maka bentuk promosi paling baik yang muncul pada era ini adalah sharing informasi. Tidak perlu mengklaim yang paling baik, tapi berikankan informasi terbaik dari produk Anda. proses advokasi produk Anda akan terjadi di benak konsumen. Dan jika produk Anda bagus, maka konsumen Anda dengan senang hati akan mengshare kebaikan produk Anda. 

Salah satu contohnya Bakmi Mbah Mendes dan Tempe Attempe non GMO, Tahu sehat dll. Informasi kesehatan dan organik yang disampaikan dengan mudah akan diterima konsumen dan konsumen akan berbagi cerita tentang kebaikan tersebut

Apabila anda rutin promosi via medsos, artis pejabat pun mengerti produk anda. Ada Pepi bersama OK food Net TV liputan, Chef Martin Natadipraja dalam acara Indonesia Morning Show, ada Benu Beloe dalam acara Foodstory_ktv di Kompas TV, dll.



Price atau harga mulai digeser dengan value. Harga VS Nilai. Jika dahulu harga ditentukan dengan seberapa baik proses produksi dilakukan (dalam kata lain adalah efisiensi produksi), maka kini perlu diperhatikan pula adanya value dalam produk tersebut. Harga mulai menjadi sedikit tidak relevan ketika ada value lebih yang bisa ditawarkan. Contohnya tempe organik yang bekerjasama dengan petani dan menggunakan benih kedelai lokal. Harga menjadi negotiable ketika ada nilai tambah yang bisa ditawarkan.
Selamat pagi