Minggu, 10 Februari 2019

Juragan Quick Tractor di Mendes

Juragan Quick Tractor om Bin Bin malam ini bercengkerama makan malam bersama kawan2 SMA de Britto dalam reuni sak adanya, penting HEPI silaturahmi.

Persahabatan adalah nilai yang sangat berharga. Luar biasa mereka bisa ketemu di sela kesibukannya dan menunjuk Mendes sebagai tempat untuk berkumpul.

Ada banyak cerita yang kami sharing kan. Sebelum menu wajib mi Mendes mereka habiskan. Adanya enak dan enak banget, begitu komentar nya.

Kamis, 07 Februari 2019

Teko Pisan Dadi Tuman

Orang ini pada saat liburan Natal dan Tahun baru 2019 kemarin, bulan Desember 2019 sudah datang merapat sak brayat untuk yang pertama kalinya, in the first time!

La kog kali ini diulang berdua tanpa ngajak anak datang ke Mendes Mangkubumi. Coba terka, apa yang menyebabkan mereka datang lagi? Ini bukan soal dukun penglarisan tetapi marketing Mendes itu organik, alamiah tanpa prasangka...🤣🤣🤣

Semua akhirnya kembali soal rasa dan kenyamanan serta nilai tambah kesehatan. Kalo anda sudah paham, maka datanglah merapat ke Mendes

Kandyani ogw...


Lusy Laksita Di Mendes

Sosialita sekondang Lusy Laksita pun sudah dua kali datang ke Mendes Mangkubumi, tampilannya pun cethar membahana, selalu merah..mulai baju, mungkin daleman haha..dompet, tas, sepatu dan mobil...Dia baru ngeh kalo ada virus Mendes "teko pisan dadi tuman". Kandyani ogw, ketagihan bikin saya senang...
Beliau ternyata jebolan Stece 85 yang jebulane adiknya Mas Koko dan Unggul Indrio Wibowo itu jebolan de Britto Kabeh. Jadi ya nggak jauh-jauh amat pertemanan kami.
Apalagi semalem ketemu gerombolan de Britto tuek macam Handoko Wignjowargo, Doni Danardana, Patar Pangaribuan, Hersunu Haryo Sigit, Yudah Prakoso R, dll...layaknya perempuan syantik di sarang penyamun.

Tapi dasar jebolan Stece, hingga tidak takut, tidak malu, tidak grogi dan tidak hamil 😂😂😂
Padahal dulu...saya minder untuk ketemu dia, sebatas pengagum nya ketika moncer jadi penyiar Geronimo tahun 85 an.. Dan ternyata gathuk juga dengan Benni Listiyo dedengkotnya Sonora sekarang...
Hmm, sekarang dia mengendorse warungku... betapa suka gembira hati kitah..




Rabu, 12 Desember 2018

Marketing bergeser dari 4P ke SIVA

Bro and sis...konsep marketing 4P yang berorientasi offline tanpa internet sudah berlalu. 4P (Product, Place, Promotion dan Price) itu cocok pada era 80 an.

Dimana Product dibuat secara masal utk dapat high efficiency hingga berharga murah, dipromosikan secara one way dari pabrikan dan ditaruh pada Place yang strategis sudah diacak-acak oleh generasi era 4.0

Dengan internet marketing maka bisnis bergeser dari pabrikan ke distributor.

Anak muda zaman now sudah berstyle SIVA, yaitu Solution, Information, Value dan Accesible.

Place mulai digeser dengan accesibility. Ini adalah contoh yang sangat nyata tentang betapa internet sangat berpengaruh dalam marketing era sekarang. 

Place yang baik menjadi tidak terlalu relevan selama produk Anda accesible. Accesibel itu artinya tidak harus ada tokonya. Bahkan tidak punya toko pun bisa accesibel. Contohnya barang-barang yang jualannya di market place di Internet. 

Banyak toko-toko retail yang menggeser tokonya ke marketplace dan omset bulanannya milyaran. Sekarang hanya perlu gudang (dan sistemnya), sistem pemesanan barang, dan administrasi yang baik.
Sekali lagi tidak perlu tempat display yang mahal. Ini contoh paling besarnya adalah maraknya Tokopedia, Bukalapak, Shoppee dan Gojek food. Kasarannya, selama produk kita accesibel di henpon, maka kita siap bersaing.

Product digantikan Solusi. Dahulu, produk dihasilkan oleh ide dari produsen. Kini, produk mulai dilirik jika merupakan solusi dari sebuah problem di masyarakat atau konsumen.

Contohnya tas kresek plastik. Dahulu, tas kresek plastik adalah produk praktis. Namun kini menjadi problem karena menimbulkan sampah. sehingga muncul solusi tas kresek terbarukan dari serat telo. 

Produk ini dibuat oleh anak muda yang berbasis di Bali. Dan karena konsepnya yang merupakan solusi dari sebuah masalah di konsumen, maka produknya sekarang dicari di seluruh dunia. Ordernya sudah ton-tonan di ekspor ke luar negeri.

Promosi mulai digantikan dengan informasi. jika dahulu promosi merupakan ruang one way dari produsen ke konsumen, kini konsumen punya power untuk mengkonfirmasi klaim promosi tersebut. 

Jika ada kecap mengklaim dirinya nomer satu, maka konsumen akan mencari reviewnya. sehingga kemudian proses promosi akan punya kendala jika promosinya tidak jujur. Karena itu, maka bentuk promosi paling baik yang muncul pada era ini adalah sharing informasi. Tidak perlu mengklaim yang paling baik, tapi berikankan informasi terbaik dari produk Anda. proses advokasi produk Anda akan terjadi di benak konsumen. Dan jika produk Anda bagus, maka konsumen Anda dengan senang hati akan mengshare kebaikan produk Anda. 

Salah satu contohnya Bakmi Mbah Mendes dan Tempe Attempe non GMO, Tahu sehat dll. Informasi kesehatan dan organik yang disampaikan dengan mudah akan diterima konsumen dan konsumen akan berbagi cerita tentang kebaikan tersebut

Apabila anda rutin promosi via medsos, artis pejabat pun mengerti produk anda. Ada Pepi bersama OK food Net TV liputan, Chef Martin Natadipraja dalam acara Indonesia Morning Show, ada Benu Beloe dalam acara Foodstory_ktv di Kompas TV, dll.



Price atau harga mulai digeser dengan value. Harga VS Nilai. Jika dahulu harga ditentukan dengan seberapa baik proses produksi dilakukan (dalam kata lain adalah efisiensi produksi), maka kini perlu diperhatikan pula adanya value dalam produk tersebut. Harga mulai menjadi sedikit tidak relevan ketika ada value lebih yang bisa ditawarkan. Contohnya tempe organik yang bekerjasama dengan petani dan menggunakan benih kedelai lokal. Harga menjadi negotiable ketika ada nilai tambah yang bisa ditawarkan.
Selamat pagi

Kamis, 06 Desember 2018

Siapa sih target market anda?



Coba bantu jawab pertanyaan saya, who has the problem? Boso jawane, sopo sing nduwe masalah? Bahasa bisnisnya, siapa target market anda?

Seorang pemula bisnis akan sulit menjawab pertanyaan gampang itu, atau malah belum terpikirkan dan dengan spontan menjawab, semua orang bisa menjadi target.

Benar, itu tidak salah, tetapi untuk promosi yang efektif diperlukan target yang spesifik. Kalau terlalu umum kayak gitu maka effort nya gede dan boncos. Sampai disini paham?

Kita harus menentukan segmen yang spesifik lah. Caranya pie Mbah Mendes? Sabar dong...

Nah, disini kita mesti jeli untuk membedakan mana pembuat keputusan dan mana pengguna keputusan.

Contohnya, untuk beli mi lethek Mbah Mendes siapa yang biasanya mutusin ke warung? Anak, bapak atau Ibu.

Anak biasanya main game dan sesekali lihat promo mi Mendes di medsos tapi diam, bapak paling2 cuek dan kalo ada perhatian nge like dan komen. Ibulah yang peduli makanan sehat untuk keluarganya.

Logikanya masuk pak Eko? Sekarang kita pegang bahwa jenis kelamin ibu masuk dalam target market promosi kita.

Seterusnya tinggal diperdalam, berapa umur wanita yang sudah menikah? Ambil saja umur 20 THN sampai 50 tahun. Mereka lah yang nge drive soal pola makan sehat.

Lebih dalam lagi, anda cari hasil survei Mbah Google, daerah mana saja yang suka bakmi? Anda akan dijawab Yogya, Solo, Semarang' Bekasi, Depok Jabar, Jakarta dan Tangerang menduduki peringkat atas. Anda salah kalo mentarget orang Manado. Simple kan?

Ayuuk kapan sharing mbedah target market bisnismu? Aku tunggu bincang bisnis di Mendes.

Hahaha...
#salammendes
#cemilanbisnis

Kamis, 01 November 2018

#Foto, Upload, dapet diskon 20%#



Bangga rasanya dapat pujian dari Bu Sisca Soewitomo sebagai mi lokal sehat yang luar biasa. Ngerasa tambah mantab ketika Chef Martin Natadipraja dari Indonesia Morning Show Net TV liputan di warung.

Nah, kebanggaan ini kami balas dengan kasih program promosi berikut :

diskon 20 % selama bulan Nopember 18.
Berlaku setiap Selasa, Rabu dan Kamis.
hanya berlaku di Mendes Mangkubumi

Caranya mudah,

Makan di warung Mendes Mangkubumi,
Photo pesanan kalian
upload ke dinding FB (tag fp @milethekmbahmendes) atau IG kalian (tag #mielethekmbahmendes).
Tunjukkan ke kasir saat bayar, kalian berhak dapat diskon 20%.

Mi lethek Mbah Mendes, mi sehat yang diproses tanpa pemutih, pewarna dan pengawet serta dimasak tanpa MSG. Free gluten, bahkan aman untuk penderita diabetes.

Kami peduli kesehatan kalian
Salam Mendes

Note : -Maaf setiap Senen Tutup.